VGA Baru, Murah Meriah, Berkualitas

Reading time:
April 25, 2010

Left 4 Dead

left4dead1

Game ini dibuat dengan engine Source (dari Half-Life 2) yang bahkan lebih tua dari CryEngine 2 milik Crysis. Akan tetapi, game ini masih cukup relevan karena engine-nya terhitung cukup banyak dipakai oleh berbagai judul game yang masih dimainkan, termasuk Left 4 Dead 2 yang muncul baru-baru ini. Berbeda dengan Crysis, dari segi karakter, engine game ini lebih bergantung pada kinerja sistem daripada VGA. Kami menyetel semua setting tampilan pada posisi maksimal, dan menjalankan timedemo buatan sendiri yang didesain untuk memberikan beban maksimal pada VGA untuk benchmarking.

Game ini membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Setidaknya untuk game yang sudah cukup berumur, semua kontestan mampu menghasilkan frame rate yang relatif nyaman untuk bermain. GeForce GT 220 tertinggal cukup jauh, yaitu sekitar 50% di belakang saingan terdekatnya dalam hal kinerja, GT 240 GDDR3. Radeon HD 5670 mampu memberikan frame rate hampir dua kali lipat dari GeForce GT 220, sepadan dengan harganya yang juga mencapai hampir dua kali lipat harga VGA yang berada di posisi buncit itu.

Resident Evil 5

re51

Kali ini kita beralih ke pengujian dengan game yang lebih baru. Resident Evil adalah seri game survival horror yang populer di console. Seri ke-5 game ini juga dirilis untuk platform PC, dan cukup seru untuk dimainkan. Engine yang digunakan juga dirancang matang untuk komputer, dengan dilengkapi optimalisasi multi-core processor. Hasilnya, ia mampu memadukan kinerja sistem dengan VGA secara seimbang. Untuk pengujian ini, kami menggunakan mode DirectX 10 dan memaksimalkan semua setting tampilan.

Ternyata, hampir semua VGA menghasilkan skor yang cukup untuk bermain dengan mulus (di atas 30FPS). Hanya GT 220 yang lagi-lagi tertinggal cukup jauh di belakang. Namun, hal ini bisa dimaklumi karena harganya memang paling terjangkau di antara semua VGA peserta. VGA Radeon tampak bersinar di sini. HD 4670 berhasil menempel cukup dekat dengan GT 240 GDDR5, sementara HD 5670 melesat di depan dengan 53,6 FPS, sekitar 25% lebih tinggi dari VGA di urutan kedua dalam hal kecepatan, GeForce GT 240 GDDR5. Tanpa PhysX, GT 240 GDDR3 lagi-lagi tampil di belakang HD 4670, si gaek yang ternyata masih lumayan bertenaga dibanding pesaing-pesaingnya yang lebih baru.

Batman: Arkham Asylum

batman

Satu lagi game yang lebih modern. Batman: Arkham Asylum adalah game action-adventure yang dibuat menggunakan engine Unreal 3 yang banyak dipakai oleh game-game modern lainnya. Mirip dengan Crysis, engine ini lebih bergantung pada kinerja VGA daripada performa sistem secara keseluruhan. Untuk menguji, kami menyetel semua setting tampilan pada posisi maksimal dan me-non aktifkan feature PhysX. Pengujian dilakukan dengan opsi benchmark yang terdapat di dalam game.

Ternyata, walaupun tanpa menjalankan PhysX, game ini berjalan lebih kencang di VGA berbasis GPU NVIDIA GeForce. Ini sifat yang lumrah untuk game dengan engine Unreal 3, karena engine yang bersangkutan memang dioptimalisasi untuk GeForce. GeForce GT 240 GDDR5 dan Radeon HD 5670 tampil cemerlang, jauh meninggalkan peserta lainnya di belakang. Lagi-lagi HD 5670 berjalan dua kali lebih cepat dari GT 220. Selisih antara GT 240 GDDR3 dengan saudaranya yang dilengkapi GDDR5 juga terlihat besar, sekitar 40%. Padahal, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, beda harga antara kedua varian tersebut relatif tipis.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Bodi ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026 Form Factor Clamshell Material…
June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Bodi Form Factor Clamshell tapi dengan engsel layar yang bisa…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik. Material Polikarbonat dengan…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Bodi Acer TravelMate X4 14 AI Form Factor Clamshell atau…

Gaming

June 23, 2026 - 0

Rumor: Xbox Project Helix Diklaim Bisa Sentuh Harga $1200

Spekulasi baru akan harga console next-gen Xbox Project Helix kembali…
June 23, 2026 - 0

Steam Machine Umumkan Harga Resmi, Model Termurah di Atas $1000

Kekhawatiran gamer yang menantikan Steam Machine akhirnya terjadi juga, ketika…
June 22, 2026 - 0

Honkai: Nexus Anima Siapkan Closed Beta Baru, Hadirkan Karakter dan Sistem Baru

HoYoverse akan menggelar closed beta dari game monster collection baru…
June 22, 2026 - 0

SteamOS 3.8 Resmi Meluncur, Beri Dukungan Awal untuk Steam Machine

SteamOS 3.8 resmi dirilis dengan dukungan awal untuk Steam Machine,…