Stuxnet Ancam Indonesia
Stuxnet atau Tmphider adalah nama ancaman baru tersebut. Para ahli keamanan di Symantec menamakan ancaman tersebut dengan kode W32.Stuxnet.
Stuxnet akan menciptakan beberapa file baru saat menjangkiti komputer Anda. File-file baru tersebut adalah ~WTR4141.tmp, ~WTR4132.tmp, Mrxcls.sys, dan Mrxnet.sys. Anda tidak akan dapat menemukan file yang diciptakan malware tersebut di sistem Anda, karena Stuxnet dapat menyembunyikan semua file yang berakhiran “.Ink” dan semua file yang berawalan “-WTR” yang diakhiri dengan ekstension “.tmp”.
Malware ini memiliki beberapa fungsi yang berbeda. Para ahli keamanan di Symantec saat ini sedang terus menganalisis dampak terburuk apa yang mungkin terjadi. Namun, saat ini mereka bisa meyakinkan kalau ancaman yang dilakukan oleh Stuxnet sangat serius. Stuxnet telah mengakses salah satu program industri dari Siemen, Step 7. Malware tersebut menyerang Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) program tersebut. Dari SCADA, penjahat cyber bisa mengontrol komputer korban, bahkan mengambil data penting yang ada.
Memang saat ini, program tersebut baru terlihat menyerang aplikasi khusus industri, tetapi masih ada kemungkinan malware ini menyerang komputer rumahan. Jadi, berhati-hatilah!
Saat ini, sebagian besar populasi Stuxnet ada di India, yaitu dengan jumlah persentase 39.77%. Indonesia menempati negara kedua yang paling banyak dihampiri oleh Stuxnet dengan besar persentase 32.76%.
Beberapa kasus serangan malware dapat dicegah dengan cara mematikan fungsi Auto Play di sistem OS berbasis Windows. Namun, sayangnya Stuxnet tidak menyerang melalui celah keamanan yang ada di feature Auto Play. Serangan Stuxnet lebih banyak menyebar melalui USB Flash Disk. Jadi, bagaimana cara untuk menghindarkan Anda dari ancaman malware tersebut? Cara termudah adalah mengupdate Windows Anda. Saat memberikan patch baru, biasanya Microsoft akan menutup celah-celah keamanan Windows. Cara lain adalah dengan mengupdate antivirus Anda. Antivirus-antivirus dengan update terbaru sebagian besar sudah mengenali malware ini.



















