Video Game Mengorganisasikan Kembali Otak Anda

Reading time:
September 27, 2010
playing game

Video game memang memberikan efek dua sisi mata koin, negatif dan positif di dalamnya. Tidak ada yang dapat memungkiri bahwa video game memang mampu melatih kemampuan berbahasa, motorik halus, bahkan kemampuan koordinasi mata-tangan yang lebih baik. Tetapi ternyata penelitian membuktikan bahwa efek positif video game tidak hanya pada kemampuan yang terlihat di luar saja. Video game memberikan gamer sesuatu yang lebih.

Para ahli yang sering melakukan penelitian terhadap efek video game sendiri mengakui bahwa video game memang meningkatkan kemampuan koordinasi mata-tangan. Kebiasaan gamer yang melihat terus-menerus ke arah layar televisi sementara tangan terus bergerak menekan tombol pada kontroler saat bermain game diyakini menyebabkan peningkatan kemampuan itu.

Untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh para gamer sehingga peningkatan kemampuan koordinasi ini terlihat jelas, para peneliti dari Centre for Vision Research at York University in Canada berusaha mencari penyebabnya. Dan tidak tanggung-tanggung, mereka melakukan penelitian selama bertahun-tahun.

Mereka membuat dua kelompok subjek yang masing-masing berisikan 13 orang yang menjadi sampel penelitian. Satu kelompok diminta untuk bermain game minimal empat jam seminggu selama tiga tahun terakhir, sementara kelompok yang lain tidak bermain game. Setiap sampel dari 26 orang ini (dua kelompok) ini kemudian diminta untuk masuk ke dalam mesin fMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging Machine) dan diminta untuk menyelesaikan soal-soal visualmotor yang cukup sulit.

Lauren Sergio, professor Faculty of Health at York University menjelaskan bahwa dengan mesin fMRI ini, peneliti dapat melihat bagian otak mana yang aktif ketika mengerjakan tugas visualmotor yang sulit ini. Semua ini dilakukan untuk melihat bagaimana kemampuan yang didapat dari pengalaman bermain video game dapat diadaptasikan di dalam tugas yang berbeda. Lalu apa hasilnya?

Secara mengejutkan, penelitian menemukan bahwa kelompok sampel yang TIDAK bermain game memperlihatkan aktivitas otak yang lebih di bagian parietal cortex, bagian otak yang diasosiasikan dengan koordinasi mata-tangan. Sementara kelompok yang SUDAH berpengalaman bermain game, memperlihatkan aktivitas otak yang meningkat di prefrontal cortex yang terletak di otak bagian depan.

prefrontal

Intinya? Ternyata otak gamer itu adalah otak yang special! Dengan terus mengerjakan tugas visualmotor yang didapatnya dari bermain game, otak gamer mengubah cara otak mengelola aktivitas visual motornya, berbeda dengan otak biasa. Dan tentu saja membantu menghasilkan koordinasi visual-motor yang lebih maksimal.

Penelitian ini membawa harapan baru bagi para penderita Alzheimer yang sering kesulitan untuk melaksanakan fungsi visualmotorik nya. Jika bermain game menjadi salah satu terapi yang menjanjikan, kenapa tidak?

alzheimer and game

Jika Anda seorang gamer, sama seperti halnya saya, dengan bangga kita bisa teriakkan : We are Special!

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…
September 23, 2026 - 0

Review ADVAN Air Neo: ADVAN Punya Laptop Super Ringan?

Ini adalah laptop Ultra Thin – Ultra Light terbaru dari…

Gaming

October 11, 2026 - 0

ASUS Luncurkan Mini PC RTX Spark, Bisa Main Game AAA Dengan Daya Hemat

ASUS luncurkan mini PC berbasis RTX Spark, ProArt GR1X, yang…
October 11, 2026 - 0

Atari Kembali Rilis 800XL Home Computer Klasiknya Dengan Upgrade Modern

Atari kembali membawa Home Computer klasiknya, 800XL, membawa upgrade modern,…
October 11, 2026 - 0

Sony Menjual Paten Terkait Teknologi VR Mereka ke Meta

Sony resmi menjual paten terkait VR mereka ke Meta, dikhawatirkan…
October 11, 2026 - 0

Razer Kembali Hadirkan Lini Mouse Gaming Ikoniknya via Basilisk V4

Razer kembali berikan update baru untuk lini mouse gaming ergonomis…