Berkembangnya Kejahatan Gaming di Jepang

Reading time:
November 26, 2010

chaotic throne1

Jepang memang menjadi negara yang dapat dikatakan unik. Dengan kemajuan teknologi yang mampu dihasilkan dan disediakannya, rakyat Jepang mungkin menjadi salah satu warga negara yang paling terupdate dengan teknologi apapun – mulai dari infrastruktur, kehadiran gadget-gadget baru, teknologi sinema seperti kartun, hingga gaming. Tidak mengherankan kemudian, cara mereka menjalani hidup berbeda dibandingkan kebanyakan warga dunia.

Dengan cara hidup dan kebiasaan yang berbeda, bentuk kejahatan yang berada di dalam lingkungan masyarakat pun tampil berbeda. Bagaimana dengan kejahatan gaming di Jepang sendiri?

Gaming memang menjadi bagian yang seolah tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Jepang. Banyak game dibuat di sana, developer besar yang tumbuh dan berkembang di sana, bahkan pembuat console seperti Sony dan Nintendo berakar dari sana. Tidak mengherankan, game adalah prospek bisnis yang sangat menguntungkan, bahkan untuk sebuah potensi kejahatan. Lihat saja apa yang dilakukan oleh Yu Nishimura dan Kaori Tanaka ini.

chaotic throne

Jika di negara kita, kejahatan terhadap gaming masih bersifat acak dan tidak terorganisir, Jepang menghadirkan modus yang lebih terorganisir dengan target yang lebih jelas. Nishimura dan Tanaka mengembangkan sebuah situs untuk menarik para gamer online untuk mampir ke dalamnya. Dengan iming-iming merupakan situs yang menyediakan tips dan trik bermain yang lebih bagus, user yang tertarik masuk akan tercuri ID dan password karakternya. Yang lebih ajaibnya? Situs ini tidak terdeteksi oleh program antivirus apapun.

Nishimura dan Tanaka sendiri sudah berhasil mencuri lebih dari ratusan data gamer online. Kegunaannya? Mereka menjualnya kepada sembilan “penadah” tetap yang berlokasi di 8 wilayah berbeda dengan harga yang cukup menggiurkan. Setidaknya mereka sudah berhasil mengumpulkan total uang sekitar 12.000US$ dalam waktu tiga bulan saja. Untungnya tindak kejahatan ini berhasil dideteksi oleh polisi, Nishimura dan Tanaka pun berhasil ditangkap.

Jika para gamer online di Indonesia sering mengeluh tentang akun game yang  dibajak karena keteledoran mereka sendiri, gamer Jepang harus jauh lebih waspada untuk sekedar mencari informasi tentang game tersebut. Menyeramkan.

Source : Kotaku

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…
February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Ini adalah Laptop High Performance terbaru dari Acer, yang tak…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…

Gaming

March 10, 2026 - 0

Sony Dikabarkan Lakukan Dynamic Pricing Test di PlayStation Store

Harga game di PS Store dikabarkan perlihatkan adanya perbedaan, berkat…
March 10, 2026 - 0

Marathon Sertakan Nama Artis Dari Drama Plagiat di Credits

Akhirnya misteri seputar penyelesaian drama plagiat art yang sempat terjadi…
March 10, 2026 - 0

Studio Developer Until Dawn Remake Resmi Ditutup Pada Februari 2026

Efek dari kurang suksesnya Until Dawn Remake di 2024 lalu…
March 10, 2026 - 0

Kreator MindsEye Kembali PHK Karyawannya di Awal 2026

Studio yang ada di balik MindsEye kembali lakukan PHK massal…