Satu Juta Ponsel di China Terinfeksi Virus Zombie

Reading time:
November 13, 2010

Ponsel memang berkembang menjadi gadget pintar yang mampu mengelola hampir semua fungsi yang dilakukan oleh komputer. Semua fungsi tersebut tentu saja dibangun dengan menggunakan perangkat keras mumpuni untuk mengelola semua informasi yang masuk, dan tidak ketinggalan tentu saja sistem operasi yang memungkinkan pengguna untuk menambahkan aplikasi dan menggunakan aplikasi-aplikasi yang berkualitas. Dan kelemahan yang timbul? Tentu saja virus yang dibangun untuk dapat beradaptasi dengan sistem operasi tersebut dan menyerangnya. Semakin pintar sistem operasi dan lemah perlindungannya, semakin mudah virus masuk untuk berbagai kepentingan.

Perkembangan virus sendiri memang mencengangkan, dengan jumlah ribuan tercipta setiap hari. Semua perangkat elektronik yang menggunakan sistem operasi menjadi cukup rawan untuk diserang. Solusi yang terbaik adalah menggunakan software anti-virus yang berada di pasaran sebagai salah satu jalan keluar terbaik. Tetapi bagaimana jika apa yang Anda anggap sebagai anti-virus sebenarnya merupakan virus itu sendiri?

zombie

China lah yang sedang mengalami masalah virus seperti ini. Sekitar 1 juta user pengguna ponsel di China terperangkap dan menginstall apa yang mereka anggap sebagai sebuah anti-virus yang ternyata adalah sebuah virus yang mampu mencuri data mereka. Virus yang diberi nama codename “Zombie” ini akan mengirimkan data-data Anda kepada hacker dan memungkinkan mereka untuk mengirimkan link URL dalam bentuk pesan tertulis yang biasanya merupakan pay-per-click ads. Dan jika Anda melakukan klik terhadap link tersebut, maka otomatis ponsel Anda juga akan ikut terinfeksi.

Total kerugian yang dihadirkan oleh virus ini mencapai sekitar 2 juta yuan (US$ 300.000) karena pesan spam yang dilemparkan setiap ponsel yang terinfeksi oleh virus Zombie ini. Dan cukup banyak perusahaan yang mulai merasakan dampak ekonomi akibat menyebarnya virus ini. Tidak ada kejelasan mengenai sistem operasi apa yang secara khusus diserang, tetapi setidaknya membuat kita harus bertindak lebih waspada sebelum memasukkan anti virus yang tidak bernama di gadget dengan sistem operasi kita.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Ini adalah ASUS Zenbook S 16 OLED keluaran 2026. Desainnya…

Gaming

April 25, 2026 - 0

Update Besar Slay the Spire 2 Picu Gelombang Review Negatif

Kehadiran update besar untuk Slay the Spire 2 justru memicu…
April 25, 2026 - 0

Xbox Fokus Perkuat Game Pass Dengan Tekankan Harga dan Fleksibilitas

Xbox tetapkan Game Pass sebagai prioritas layanan utama, dengan fokus…
April 24, 2026 - 0

Avalanche Studios Buka Rekrutmen untuk Proyek Game AAA Baru

Kreator dari seri Just Cause, Avalanche Studios, membuka rekrutmen untuk…
April 24, 2026 - 0

Xbox Tinggalkan Branding Microsoft Gaming & Siap Evaluasi Eksklusivitas

Xbox resmi kembali ke branding lama mereka, sambil siapkan untuk…