A Discworld Novel: the Colour of Magic

Reading time:
January 4, 2011

a discworld novel

Cerita fantasi! Siapa yang tidak tertarik menyimak kisah-kisah di luar nalar manusia, mengenai dunia yang sama sekali lain dari dunia yang kita jalani saat ini? Mari kembali menengok kesuksesan J.R.R. Tolkien dengan salah satu masterpiece-nya, Lord of the Ring. Di dalam novel tersebut, Tolkien membangun sebuah dunia yang berisi berbagai bangsa yang bahkan memiliki bahasa yang berbeda. Hal yang sama juga dilakukan oleh J.K. Rowling yang me-refresh pandangan dunia terhadap konsep penyihir dan dunianya lewat novel serial fantastis, Harry Potter.

Sebagai penggemar kisah fantasi, saya bersorak ketika Elex Media Komputindo mengirimi saya novel yang satu ini, A Discworld Novel: the Colour of Magic. Novel karangan Terry Pratchett ini bukanlah novel baru. Novel ini pertama kali diterbitkan pada 1983 dan merupakan buku pertama dari seri Discworld Novel. Kisah dalam novel pertama ini berpusat pada Rincewind, penduduk kota Ankh-Morpork, seorang penyihir gagal yang bahkan tidak berhasil menyelesaikan pendidikannya di Universitas Tak Terlihat. Petualangan Rincewind terjadi berkat pertemuannya dengan Twoflower, seorang pendatang dari Kota Bes Palargic, salah satu kota yang terkenal dengan kemajuan peradabannya di Discworld. Mereka melewati banyak petualangan, mulai dari mendaki pegunungan Troll, menghadapi kemistisan Kuil Bel-Shamharoth, sampai bergulat dengan pegunungan penuh imajinasi naga di Wyrmberg. Puncak petualangan mereka terjadi saat mereka berada di sebuah kapal yang akan diluncurkan untuk mencari tahu jenis kelamin Kura-Kura A’Tuin Perkasa, kura-kura raksasa yang “membawa” Discworld menyusuri alam semesta. Jika mereka mencapai Tepian Dunia, mereka terancam tidak akan bisa kembali dan hilang selamanya!

Kisah gubahan Terry Pratchett yang satu ini nyaris sama dengan kisah fantasi yang dijabarkan oleh J.R.R Tolkien. Terry membagi Discworld ke dalam beberapa bagian dengan bangsa yang memiliki keunikan masing-masing. Namun, karya-larya Terry sangat khas dengan gaya penceritaannya yang santai dan humoris namun satir. Sayangnya, di buku terjemahan Indonesianya, sisi humor tersebut tidak tersampaikan dengan baik karena bahasa terjemahannya yang terlalu rumit.

Terry juga memasukkan unsur kekinian ke dalam dunia imajinasinya. Misalnya saja, pekerjaan Twoflower yang seperti agen asuransi dan benda ajaib yang dapat membekukan momen yang lebih dikenal dengan kamera. Penduduk Discworld yang kebanyakan penyihir menganggap dua hal tersebut adalah sesuatu yang aneh, bagian dari salah satu mantra sihir yang sangat hebat. Selain itu, imajinasi Terry yang berlimpah membuatnya menciptakan begitu banyak karakter sehingga kisah ini terkesan ramai dan kompleks. Banyak karakter baru yang terus bermunculan sepanjang petualangan Rincewind-Twoflower, membuat saya harus beolak-balik kembali ke halaman sebelumnya untuk mengurutkan adegan dan mengingat kembali karakter-karakter tersebut.

Buku ini memang sudah cukup “berumur”. Namun, ceritanya masih tetap dapat dinikmati oleh generasi muda. Untuk Anda yang gemar mengoleksi buku bertema fiksi-fantasi, buku ini layak dipertimbangkan. Saran saya, sediakanlah banyak waktu untuk membaca buku ini karena Anda akan terlalu sibuk menyelami petualangan Rincewind-Twoflower dan mengingat satu per satu karakter yang ada di dalamnya. Enjoy the adventure!

Penulis:
Terry Pratchett
Terbit:
Oktober 2010
Kategori:
Fiksi, fantasi
Harga:
Rp49.800
Jumlah halaman:
320 halaman
Penerbit:
Elex Media Komputindo

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…
February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Ini adalah Laptop High Performance terbaru dari Acer, yang tak…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…

Gaming

February 21, 2026 - 0

Studio Game Xbox Tak Kena Restrukturisasi Pasca Pergantian Pimpinan

Pimpinan Xbox menjawab kekhawatiran akan terjadinya PHK di studio game…
February 21, 2026 - 0

Xbox Mendadak Ganti Pimpinan, Phil Spencer Pensiun & Sarah Bond Keluar

Tampuk pimpinan tertinggi Xbox mendadak guncang, dengan pensiunnya CEO &…
February 21, 2026 - 0

Ubisoft Kembangkan 2 Game Far Cry & Beberapa Game Assassin’s Creed Baru

Pimpinan Ubisoft konfirmasi adanya pengembangan 2 game Far Cry baru…
February 21, 2026 - 0

PlayStation 5 Raih Penjualan Hardware Tertinggi di Amerika Per Januari 2026

Persaingan antara console PlayStation 5 dan Nintendo Switch 2 untuk…