Burlesque: Mimpi, Perjuangan, dan Pembuktian Diri

Kilauan lampu dan gemerlap kostum memenuhi panggung Burlesque Lounge. Deretan wanita berkaki jenjang menari dan memainkan peran mereka masing-masing, berusaha menghibur penonton yang datang ke klub itu khusus untuk menyaksikan penampilan mereka. Itu merupakan sepotong adegan di film terbaru Hollywoof arahan Steven Antin yang diperankan oleh jejeran bintang dunia: Cher, Christina Aguilera, Stanley Tucci, Kristen Bell, ditambah penampilan spesial juara “Dancing with the Stars” Julianne Hough. Film ini mengangkat perjuangan sebuah klub Burlesque yang terletak di jantung Kota Los Angeles. Pemilik klub tersebut, Tess (Cher) berusaha mempertahankan klub yang telah dijalaninya selama puluhan tahun. Di sisi lain, seorang wanita desa, Ali (Christina Aguilera) pergi ke Los Angeles untuk mengejar mimpinya: menjadi penyanyi dan penari profesional. Ia menemukan Burlesque Lounge dan jatuh hati pada tempat tersebut sejak kedatangan pertamanya. Tekad dan mimpinya semakin membumbung, membuatnya dengan cepat terkenal sebagai artis burlesque terbaik. Namun, Ali harus bersiap jika nantinya klub yang membesarkan namanya akan berganti dengan kompleks gedung pencakar langit. Dua wanita kuat, Ali dan Tess, tentu saja tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Film drama bernuansa musikal ini memberikan aura berbeda di awal tahun 2011. Setelah di tahun sebelumnya Hollywood dipenuhi film-film canggih berformat 3D, Burlesque menyuguhkan sebuah pertunjukkan musikal di layar kaca! Sangat jenius dan (tentu saja) fantastis. Ide brilian tersebut muncul dari benak musisi, aktor, sekaligus sutradara Steven Antin. Selama perjalanannya, burlesque mengalami perkembangan dan mengalami pergeseran persepsi dari sebuah pertunjukkan humor teatrikal menjadi sebuah pertunjukkan seksual yang terkesan vulgar dan terkadang disamakan dengan striptease. Steven pun tertantang untuk membuat sebuah pertunjukkan burlesque yang orisinil dan menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia, satu-satunya cara adalah melalui film.

Untuk mendapatkan sebuah pertunjukkan yang memukau, Steven membutuhkan seorang bintang yang benar-benar dapat menyedot perhatian penonton. Pilihannya pun jatuh kepada Christina Aguilera, penyanyi dengan suara berkarakter yang tidak hanya pintar menyanyi, namun juga membuat lagu,menari, dan berakting. Lalu, sekarang, apa yang tidak bisa dilakukan oleh Christina? Tak tanggung-tanggung, Steven Antin memberikan sebuah peran utama kepada Christina yang sebelumnya belum pernah terjun ke dunia perfilman. Saya menyukai trik yang dilakukan Steven untuk memaksimalkan penampilan Christina di film ini. Peran Ali merupakan sebuah peran yang bisa dibilang cukup mudah. Jati diri Ali sendiri hanya muncul di saat-saat tertentu, kebanyakan saat berada di luar klub. Sedangkan, di film ini, Ali lebih banyak menghabiskan waktunya di klub: menari dan bernyanyi. Itu berarti, Christina sebenarnya berakting menjadi dirinya sendiri saat sedang berada di atas panggung. Namun, saat menjadi Ali, Christina melakukannya cukup baik, bahkan sangat baik untuk ukuran pendatang baru.
Selain itu, pemeran Tess jatuh kepada Cher, aktris legendaris yang pernah meraih Academy Awards. Penampilan Cher seakan tidak pernah lekang oleh waktu. Wanita berumur 65 tahun tersebut tetap tampil prima dan elegan. Ia pun sempat tampil membawakan satu lagu, lengkap dengan kostum dan penari dan.. dia tetap terlihat gorgeous!

Salah satu yang menonjol dari burlesque adalah kostumnya yang penuh dengan kilauan. Untuk film ini, Swarovski tak tanggung-tanggung meminjamkan kristal-kristal mereka untuk ditempelkan di kostum dan ornamen panggung lainnya. Sebanyak sekitar 80.000 kristal dengan berat mencapai 1,3 ton menghiasi baju dan panggung. Very shimmering! WOW!
Bagi Anda yang menyaksikan film ini untuk melihat penampilan Christina Aguilera, mungkin akan terpuaskan dengan seluruh penampilan yang bisa dibilang outstanding. Namun, jangan berharap terlalu banyak untuk segi kekuatan cerita karena plot sendiri hanya sebagai “pemanis” di film ini. Satu hal yang saya sayangkan dari film ini adalah klimaksnya yang lemah sehingga tidak ada “greget” yang bisa saya rasakan untuk film ini. Mungkin, bisa dibilang, ini adalah pertunjukkan yang dibuat versi filmnya. Buktinya, film ini mendapatkan 10 nominasi di delapan ajang penghargaan, tujuh di antaranya di kategori Best Song dan Best Original Song.
Tanggal rilis:
15 Januari 2011
Genre:
drama
Durasi:
120 menit
Sutradara:
Steven Antin
Pemain:
Cher, Christina Aguilera, Kristen Bell, Cam Gigandet, Stanley Tucci, Eric Dane
Studio:
De Line Pictures














