HTC WildFire: Versi Murah HTC Desire
Seandainya sebuah handphone dapat melahirkan bayi, HTC Wildfire adalah anak dari HTC Desire. HTC sendiri membuat produk ini untuk melengkapi jajaran produknya di entry level. Produk ini memiliki spesifikasi dan feature di bawah HTC Desire. Walaupun begitu, bukan berarti Wildfire dapat diremehkan begitu saja. Untuk lebih jelas, berikut review dari produk ini.

Walaupun device ini bukan tergolong ke dalam high end, bukan berarti dapat diremehkan begitu saja. Berbagai feature menarik tetap disertakan di dalamnya. Ketika produk ini diluncurkan pada Mei 2010 lalu, para penggemar HTC menyambutnya dengan gembira. HTC sendiri meluncurkan WildFire untuk mengisi jajaran produknya di entry level.
Dilihat dari segi desain, produk ini merupakan persilangan antara HTC Desire dengan Nexus One. Bagian atas device ini nampak seperti HTC Desire, sementara bagian bawahnya menyerupai gaya Nexus One. Di bagian bawah terdapat “home”, “menu”, “back”, dan “search”. Menu ini tidak disajikan dalam bentuk tombol melainkan menyatu dengan layar. Di bawah keempat menu tersebut terdapat optical trackpad. Pada bagian kanan device ini tidak terdapat satu tombol apa pun, sedangkan di sisi sebelah kiri terdapat tombol volume up dan down serta micro-USB konektor.



Di bagian belakang device ini terdapat kamera dan LED flash, sedangkan di bagian atas terdapat satu buah tombol on/off dan audio jack 3,5 konektor. Device ini datang ke laboratorium Jagat Review dengan perlengkapan satu buah USB head charger, earphone, dan kabel data. Kesan pertama yang muncul saat device ini keluar dari sarangnya adalah: sederhana. Device ini memiliki dimensi yang lebih kecil jika dibandingkan dengan HTC desire ataupun Nexus One. Dengan dimensi 106,8 x 60,4 x 12 mm dan berat 118 g, produk ini cukup tipis dan nyaman untuk digenggam maupun disimpan di dalam saku Anda.
Software dan Interface
Sebagaimana produk HTC lainnya, Wildfire juga dilengkapi dengan SenseUI. Kemudahan dan berbagai feature baru terus dikembangkan dan ditanamkan ke dalam software ini guna meningkatkan kemudahan pemakaian SenseUI. HTC sendiri menjanjikan kemudahan kustomisasi sehingga Anda dapat memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan dengan tampilan yang menarik sesuai dengan keinginan Anda.
HTC sendiri menggawangi device ini dengan Android 2.1. Berbagai aplikasi populer, seperti Facebook, Flickr, Twitter integration, YouTube, Google Talk, Picasa, telah terintegrasi dalam device ini. Selebihnya, Anda dapat men-download berbagai aplikasi baik yang gratis ataupun berbayar di Android Marketplace. Untuk browser, Anda dapat menggunakan browsing yang disediakan di dalam perangkat ini dan kerjanya pun cukup memuaskan. Anda juga dapat membuka satu halaman dengan konten Adobe Flash dengan catatan Anda memiliki tingkat kesabaran yang tinggi karena prosesnya membutuhkan waktu yang cukup lama.
Feature, Spesifikasi, dan Konektivitas
Untuk menambah daya tarik device ini, HTC menanamkan berbagai feature unggulannya, seperti Multi-touch input method, Accelerometer sensor for UI auto-rotate, Touch-sensitive controls, Proximity sensor for auto turn-off, Optical trackpad, dan Turn-to-mute and lift-to-dim-out a call. Untuk sebuah handphone entry level, feature-feature tersebut rasanya sudah cukup menarik.
Produk ini dipersenjatai dengan Qualcomm MSM 7225 528 MHz processor dan 384 MB RAM; 512 MB ROM. Sementara itu, untuk microSD, device ini mendukung sampai dengan 32 Gb. Sayangnya, untuk memasang memori atau mengganti simcard, Anda harus membuka backcase. Hal ini memang dirasa cukup merepotkan, apalagi jika Anda memiliki lebih dari dua memori atau simcard dan Anda termasuk orang yang cukup sering menggantinya.
Display dari device ini mempergunakan TFT capacitive touchscreen, 16M colors dengan resolusi 240 x 320 pixels, dan ukuran layar 3.2 inches. Bagi kami, resolusi tersebut terasa sangat kurang. Selain itu, display layar tersebut tidak begitu prima saat digunakan di luar ruangan apalagi saat kondisi matahari sangat terik.
Bagi Anda yang gemar bersosialisasi di dunia maya, device ini menyediakan HSDPA, 7,2 Mbps dan Wi-Fi 802,11 b/g. Untuk konektivitas ke PC, tersedia bluetooth 2.1 dengan A2DP serta microUSB v2.0. Sayangnya, resolusi yang sangat kecil menyebabkan device ini tidak dapat digunakan untuk streaming video. Sedangkan untuk streaming audio, device ini tidak mengalami masalah.
Multimedia, Kamera, dan Game
Kamera yang tersedia sebesar 5 MP dengan resolusi 2592 x 1944 pixels dan dilengkapi autofocus. Gambar yang diperoleh saat pemotretan di ambil di dalam dan luar ruangan cukup memuaskan. Produk ini juga dapat menghasilkan gambar yang optimal dengan bantuan LED Flash saat kondisi lowlight. Feature tambahan yang tersedia pada device ini adalah Smile Detection dan geo-tagging. Sayangnya, device ini tidak dilengkapi tombol kamera sehingga Anda harus membuka menu terlebih dahulu untuk menggunakan kameranya.
Kualitas suara yang dihasilkan oleh device ini memang kurang, tapi hal ini masih dapat dimaklumi mengingat device ini bukan handphone musik. Earphone yang tersedia pada paket penjualan dapat dikoneksikan dengan audio jack 3.5mm dan mendukung audio berekstensi MP3/AAC+/WAV/WMA9. Untuk recording audio, device ini menyediakan voice memo. Kualitas suara yang dihasilkan pada saat recoording cukup jernih. Saat mendengarkannya menggunakan speaker, Anda akan mendapatkan suara yang cukup kencang.
File video yang didukung oleh device ini adalah MP4/H.263/H.264/WMV9. Pemutaran video dengan resolusi 720P tidak dapat dilakukan oleh device ini, sedangkan pemutaran file berekstensi MP4 tidak ada masalah. Untuk media recording, produk ini hanya mampu menawarkan @15fps video recording (352 x 288 pixels) yang jelas kurang memuaskan. Salah satu kekuarangan lainnya adalah device ini tidak mendukung DivX atau XviD video.
Sebagai sarana hiburan tambahan, HTC menyertakan Stereo FM radio with RDS. Game bawaan dari device ini adalah teetering, namun Anda bisa menambahkan game-game berskala kecil lainnya. Sangat disayangkan, device ini tidak dapat digunakan untuk menjalankan game beresolusi tinggi.
Pengujian dan Power
HTC melengkapi device ini dengan batterai Li-Ion berkapasitas 1300 mAh. Untuk sebuah handphone dengan Android OS, rasanya kapasitas yang disertakan sangat kurang sekali. HTC sendiri mengklaim device ini dapat bertahan selama 7 jam 20 menit (2G)/sampai dengan 8 jam 10 menit (3G) untuk talktime. Sementara itu, untuk standby time, produk ini mampu bertahan selama 480 jam (2G)/sampai dengan 690 jam (3G).
Pada saat device ini menjalankan serangkaian pengujian yang dilakukan oleh Jagat Review, kemampuan yang dihasilkan pada saat menjalankan video dengan ekstensi mp4 dapat bertahan selama 3 jam. Sementara untuk menjalankan audio file berekstensi mp3, produk ini dapat bertahan selama 13 jam. Bagi Anda yang gemar bernavigasi, device ini menyediakan A-GPS support dan bila dipadukan dengan Google Maps, Anda dapat mempergunakan device ini selama 1 jam penuh.
Untuk mentransfer sebuah file dari PC ke device ini memakan waktu selama 14,33 detik dengan file sebesar 63 Mb. Sementara itu, proses booting mulai dari kondisi mati hingga device ini dapat siap digunakan memakan waktu selama 02,22,93 menit. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk mematikan device ini memakan waktu 05,04 detik.
Wildfire dibanderol dengan harga berkisar Rp3.400.000,-. Sepintas, harga ini terlihat mahal, tetapi bila dilihat dari segi feature dan spesifikasi yang ditawarkan, harga tersebut masih masuk ke dalam kategori masuk akal, bahkan lebih murah dari HTC Desire. Selain itu, jika dibandingkan dengan para pesaingnya, harga device ini masih terjangkau.
Kesimpulan
Satu-satunya kelemahan dari device ini adalah resolusi display yang kecil. Ini sangat memengaruhi kemampuan device ini sendiri. Untuk video dan game, Wildfire kurang dapat diandalkan. Dari segi konektivitas, device ini baru dapat menonjolkan kinerjanya. Bagi Anda yang ingin memiliki sebuah Android phone dengan budget terbatas, device ini dapat dijadikan pilihan.















