NostalGame : Final Fantasy VIII

Reading time:
February 10, 2011

Apa yang Paling Saya Sukai dari Final Fantasy VIII?

Saya memang jatuh cinta dengan game ini sejak pertama kali melihatnya. Ketika baru memiliki konsol PlayStation, Final Fantasy VIII merupakan salah satu game RPG pertama yang saya mainkan. Waktu itu, saya belum begitu familiar dengan sistem permainan yang disebut Role Playing Game dan ketertarikan saya hanya dipicu oleh satu hal : Gosip!

Ketika masa sekolah dulu, semua teman gamer akan berkumpul sebelum jam masuk sekolah untuk membahas game-game yang sedang mereka mainkan. Well, tidak jarang juga yang kemudian meminta tips dan trik permainan. Nah, dari berbagai informasi itulah kemudian banyak yang mengemukakan dan sependapat bahwa game terbaik yang sedang mereka mainkan saat itu adalah Final Fantasy VIII. Ada yang bilang kalau kualitas grafisnya mantap, desain karakter yang keren, skill yang brutal, dan tentu saja monster summon yang memesona. Dan reaksi saya ketika itu, “Masa sih?!”

So, singkatnya – saya akhirnya memutuskan untuk membeli game dengan 4 disc pertama yang benar-benar menguras kantong saya. Reaksi pertama yang muncul saat saya mencoba game ini hanyalah tertegun dengan mulut yang ternganga sembari mengucapkan berbagai nama binatang dari mulut yang masih polos kala itu. Man, this is awesome!

Full Motion Video (FMV)

squall fight

seifer battle

Siapa yang bisa melupakan adegan pertarungan antara Squall dan Seifer di awal permainan Final Fantasy VIII? Kualitas FMV (Full-Motion Video) yang dihadirkan di kala itu memang merupakan yang terbaik di masanya, begitu halus dan dramatis. Apalagi disuguhi dengan soundtrack “Liberi Fatali” karya Nobuo Uematsu yang membuat segalanya menjadi mudah terbakar di ingatan. Dentingan gunblade yang keras, kelembutan wajah Rinoa yang halus, sosok Edea yang kelam, dan Seifer yang keren (saya sampai sekarang masih lebih menyenangi Seifer dibandingkan Squall). Dalam pikiran saya waktu itu, game ini akan tampil sangat keren.

squall rinoa dance

FMV memang menjadi nilai jual dari game ini. Berbagai FMV super keren dihadirkan di dalamnya, bahkan beberapa di antaranya disisipkan di tengah permainan dan mampu membuat jalinan plot yang hadir menjadi jauh lebih solid. Adegan ballroom dance antara Squall dan Rinoa, plus pertarungan antara Balamb dan Galbadia Garden menjadi adegan saya yang paling favorit.

Desain Karakter

squall leonheart white rinoa

Anda pasti berbohong jika mengatakan bahwa desain karakter di keseluruhan game Final Fantasy VIII adalah sebuah kegagalan. Anda boleh bertanya kepada setiap pemilik Playstation generasi pertama, baik yang merupakan penggemar RPG maupun yang tidak, apakah mereka mengenal sosok Squall atau tidak. Saya yakin sebagian besar darinya pasti mengatakan iya. Kemampuan Squaresoft saat itu untuk mendesain berbagai karakter memorable di game ini memang pantas diacungi jempol.

quistis seifer almasy

Dari begitu banyak karakter yang dihadirkan di dalamnya, saya hanya jatuh cinta pada dua karakter saja. Yang pertama tentu saja Seifer, si bocah sombong pemberontak yang tampil cool dan kejam ini memang selalu menarik hati saya secara pribadi. Apalagi rivalitasnya dengan Squall membuat plot cerita semakin kompleks. Karakter kedua yang saya puja adalah Quistis Trepe. Orang lain mungkin menyanjung Rinoa hingga ke ubun-ubun mereka, but for me, Quistis adalah cinta pertama saya. Seorang guru seksi, berkacamata, menggunakan cambuk, berbadan proporsional, cantik, kuat dalam bertarung, dan cerdas benar-benar seorang gadis yang sempurna. Can you ask for more?

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Bodi Acer Nitro V 16S AI Form Factor Clamshell Material…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 28, 2026 - 0

Review HP OMEN 16 (AP0999AX): Super Kencang Tapi Tetap Adem! Cocok Jadi Alternatif OMEN MAX?

Bodi HP OMEN 16 (AP0999AX) Form Factor Clamshell atau laptop…
January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…

Gaming

February 13, 2026 - 0

God of War Trilogy Remake Sedang Dalam Pengembangan

State of Play February 2026 umumkan God of War Trilogy…
February 13, 2026 - 0

Konami Reveal Castlevania: Belmont’s Curse, Kembali ke 2.5D Side Scrolling

Setelah sekian lamanya franchise ini tidak rilis game baru, akhirnya…
February 13, 2026 - 0

God of War Sons of Sparta Rilis Mendadak Setelah State of Play February 2026

God of War Sons of Sparta yang selama ini hanya…
February 13, 2026 - 0

Gameplay Silent Hill: Townfall Diperlihatkan Untuk Pertama Kalinya

Setelah bungkam semenjak diumumkan pada 2022, Konami akhirnya perlihatkan gameplay…