Apacer ARES DDR3-2400CL9 4 GB: Bandwidth Ekstra bagi Sandy Bridge

Reading time:
March 23, 2011

Test Setup

Berikut ini adalah setup sistem yang kami gunakan:

  • Prosesor: Intel Core i7 2600K @ 3800 Mhz ( 36 x 105.3)
  • Motherboard: Gigabyte P67A-UD4-B3, F2 Official BIOS
  • Memori: Apacer ARES DDR3-2400 Mhz CL9 2×2 GB Kit
  • Graphic Card: MSI GTX460 Hawk Talon Attack 1 GB GDDR5
  • Storage: Hitachi 500 GB SATA
  • Power Supply: Antec True Power Quattro 1200 W OC version
  • Heatsink: Thermalright Venomous-X
  • Monitor: LG 24”, 1920×1080
  • OS: Windows 7 Ultimate 64-bit
  • Driver VGA: nVIDIA Forceware WHQL 266.58

Dalam pengujian, kami mematikan semua feature power saving pada CPU dan juga OS untuk menjaga hasil agar tetap konstan. SSD yang kami gunakan juga selalu di-secure erase sebelum proses instalasi OS untuk memastikan performanya tetap maksimal dan tidak mengganggu pengujian.

Prosesor Core i7-2600K kami fixed-kan di speed 3800 Mhz. Ini merupakan batas atas frekuensi turbo boost default yang ada di prosesor i7 2600K sehingga hasilnya tidak terlalu berbeda dengan hasil user biasa yang menjalankan sistemnya di kondisi default.

Sebagian besar voltage yang kami gunakan pada pengujian adalah voltage AUTO atau default, kecuali:

  • VCore (CPU Voltage): diset ke 1.225 V dengan Loadline Calibration Enabled.
  • VccIO (CPU I/O Voltage): diset ke 1.15 V (atau 1.2 V jika dibutuhkan atau tetap pada AUTO).
  • VDimm (DRAM Voltage): Jika ada XMP, kami menggunakan VDimm dari XMP. Jika tidak ada, kami menggunakan voltage yang tertera pada spesifikasi produk.

Pada akhirnya, kami juga menyertakan performa RAM DDR3-1333 CL9-9-9-24 1T 2×2 GB sebagai baseline performance untuk perbandingan karena sebagian besar user PC menggunakan konfigurasi tersebut di keadaan default.

XMP (Xtreme Memory Profile)

Dulu, para user harus men-setting RAM mereka secara manual, mulai dari frekuensi kerja RAM, latency (timing), sampai voltage. Namun, dengan makin berkembangnya teknologi, para produsen hardware membuat proses setting ini menjadi lebih mudah dengan memperkenalkan teknologi XMP (Xtreme Memory Profile). Dengan menggunakan platform dan memori yang men-support XMP, user dapat menjalankan memori mereka dengan speed, timing, dan voltage yang ditentukan produsen dengan hanya me-load XMP ini di BIOS motherboard yang digunakan.

Apacer ARES-2400Mhz CL9 dilengkapi satu profile XMP, yaitu DDR3-2400 Mhz, dengan timing 9-11-9-27 2T. Berikut adalah timing lengkapnya (menggunakan BIOS Gigabyte P67A-UD4-B3):

BIOS XMPDEF 3s
ARES XMP timings

*Klik untuk memperbesar*

Catatan Pengujian– Harap Dibaca dengan Seksama

Karena RAM ini cukup spesial, testing kali ini penuh dengan tantangan!

Menjalankan RAM yang di-rating di DDR3-2400 di platform Sandy Bridge bukanlah hal yang mudah. Itu berarti kami harus menjalankan CPU di BCLK 112.5 Mhz (yang hampir mustahil dicapai) (Anda dapat membaca lebih jauh mengenai limitasi DRAM Speed ini pada artikel terdahulu di sini). Kami memutuskan untuk menjalankan RAM ini di kecepatan DDR3-2246 Mhz, yang bisa dicapai dengan BCLK hanya 105.3 Mhz. Dengan BCLK ini, kami dapat mempertahankan CPU Speed di kecepatan yang sama dengan pengujian baseline sehingga peningkatan performa yang terjadi bukan hasil dari naiknya CPU Speed.

Jadi, konfigurasi yang kami gunakan kali ini adalah sebagai berikut:

  • BCLK: 105.3 Mhz (Pada BIOS 105.5 Mhz, actual value 105.3 Mhz)
  • RAM Speed: DDR3-2246 Mhz
  • Timing: Set by XMP (9-11-9-27 2T)
  • Voltage – CPU: 1.225 V,
  • Voltage – CPU I/O: AUTO (1.076 V)
  • Voltage – DRAM: set by XMP ( 1.65 V). (semua voltage yang lain AUTO)

Setting BIOS – XMP

Karena pengaturan XMP kali ini tidak standar, kami menyertakan foto Setting BIOS kami di sini sebagai referensi.

*klik untuk memperbesar*

BIOS XMPDEF 1s BIOS XMPDEF 2s BIOS XMPDEF 3s BIOS XMPDEF 4s
Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Bodi ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026 Form Factor Clamshell Material…
June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Bodi Form Factor Clamshell tapi dengan engsel layar yang bisa…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik. Material Polikarbonat dengan…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Bodi Acer TravelMate X4 14 AI Form Factor Clamshell atau…

Gaming

June 23, 2026 - 0

Rumor: Xbox Project Helix Diklaim Bisa Sentuh Harga $1200

Spekulasi baru akan harga console next-gen Xbox Project Helix kembali…
June 23, 2026 - 0

Steam Machine Umumkan Harga Resmi, Model Termurah di Atas $1000

Kekhawatiran gamer yang menantikan Steam Machine akhirnya terjadi juga, ketika…
June 22, 2026 - 0

Honkai: Nexus Anima Siapkan Closed Beta Baru, Hadirkan Karakter dan Sistem Baru

HoYoverse akan menggelar closed beta dari game monster collection baru…
June 22, 2026 - 0

SteamOS 3.8 Resmi Meluncur, Beri Dukungan Awal untuk Steam Machine

SteamOS 3.8 resmi dirilis dengan dukungan awal untuk Steam Machine,…