Drive Angry: Saat Dendam Membara di Dada Buronan Neraka

Reading time:
March 3, 2011

Nicholas Cage menjadi penghuni neraka? Bagaimana bisa? Itu adalah secuplik adegan dari film terbaru yang dibintangi Nicholas Cage, Drive Angry. Film pertama Cage di tahun 2011 ini menjadi pembuka jalan bagi dunia perbioskopan Indonesia yang sempat terpuruk akibat penangguhan penayangan beberapa film di bawah naungan MPA.

Poster

Film ini berkisah mengenai perjalanan Milton (Nicholas Cage) mencari Jonah King (Billy Burke), ketua sebuah sekte sesat yang membunuh puterinya dan menculik cucunya untuk dijadikan persembahan kepada iblis. Dalam perjalanannya, Milton bertemu Piper, seorang wanita pemberani yang baru saja putus dari pacarnya. Diawali dari kebetulan, Milton dan Piper akhirnya terjebak dalam sebuah situasi yang membuat mereka harus terus berlari, berpacu dengan waktu. Milton harus mendapatkan Jonah King segera sebelum dirinya berhasil ditangkap oleh malaikat maut (yang lebih suka memperkenalkan dirinya sebagai “The Accountant” (William Fichtner) yang berniat membawanya kembali ke tempat yang seharusnya, neraka.

Saya cukup terkejut dengan keputusan Patrick Lussier untuk menggarap film ini dengan menggunakan peralatan khusus tiga dimensi. Berbeda dengan film-film lain yang diformat ke dalam 3D setelah selesai digarap, Drive Angry memang sudah direncanakan untuk rilis dalam bentuk 3D. Awalnya, saya sempat sedikit pesimis dengan kualitas 3D film ini, mengingat film-film besar, seperti Gnomeo and Juliet, The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader, dan lainnya memiliki performa 3D yang mengecewakan. Namun, perkiraan saya salah besar. Drive Angry memberikan sensasi 3D yang cukup mengagumkan, membuat penonton menikmati luncuran peluru dan ledakan yang terjadi di sepanjang film. Film ini mengingatkan saya pada Cloudy with the Change of Meatballs yang memberondongi penonton dengan “hujan” sesuatu. Jika CWTCOM menghujani penonton dengan spageti, bakso, dan pancake, Drive Angry menghujani penonton dengan ledakan, api, peluru, sampai anggota tubuh yang beterbangan. Seriously!

006 DA 06392

Yap, film bergenre action ini memang bisa dikategorikan sebagai slash movie karena banyak adegan sadis bertebaran di sepanjang film. Saya memang tidak pernah menyaksikan Saw 7 versi 3D, jadi saya tidak bisa membedakan kedua film ini. Namun, bagi saya yang mudah merasa ngilu, efek 3D yang digunakan film ini membuat saya harus memalingkan wajah atau memejamkan mata di adegan-adegan tertentu. Tentu saja menyaksikan adegan sadis dengan efek 3D bukanlah hal yang menyenangkan, setidaknya itu menurut saya. Perhatian keras, film ini sangat tidak dianjurkan untuk disaksikan oleh anak berumur di bawah 17 tahun.

034 DA 02348

Film ini mungkin unggul di segi teknik 3D—walaupun saya tidak mendukung penggunaan teknologi ini dalam adegan sadis, namun tidak di segi jalan cerita. Film ini memiliki minim detail mengenai konsep keseluruhan dari ide ceritanya. Saya membutuhkan waktu hingga beberapa saat sebelum film ini berakhir untuk menyadari bahwa Milton adalah buronan neraka. Masalah mengapa ia menjadi penghuni neraka dan cara dia meloloskan diri dan turun ke bumi masih misteri hingga credit terakhir film selesai ditampilkan. Begitu juga latar belakang mengenai karakter Piper yang begitu kuat namun sayangnya tidak ada penjelasan mendetail mengenai asal-usul wanita pemberani tersebut. Sangat disayangkan karena karakter ini justru dibawakan dengan sangat baik oleh Amber Heard, artis muda seksi yang baru memulai karirnya tahun 2004 dan mendapatkan dua penghargaan untuk penampilannya di Zombieland (2009).

Film ini semakin memantapkan pandangan saya mengenai penampilan Nicholas Cage beberapa tahun belakangan ini. Jika diperhatikan, sejak 2009, Nicholas Cage mengalami penurunan performa. Hal tersebut dapat dilihat dari sederetan penampilannya di beberapa film yang tidak berhasil meraih nominasi di ajang bergengsi semacam Academy Awards atau BAFTA Awards. Bahkan, penampilannya di film-film berkualitas, seperti Next, National Treasure, dan Kick Ass, tidak membuatnya tampak secemerlang pemain lainnya yang main bersamanya di film yang bersangkutan.

Tanggal rilis:
13 Maret 2011
Genre:
action
Durasi:
104 menit
Sutradara:
Patrick Lussier
Pemain:
Nicholas Cage, Amber Heard, William Fichtner
Studio:
Millenium Films

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Ini adalah Laptop High Performance terbaru dari Acer, yang tak…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…

Gaming

February 20, 2026 - 0

Skyrim Versi Nintendo Switch 2 Beri Update Untuk Perbaiki Frame Rate

Pemain Skyrim di Nintendo Switch 2 akhirnya bisa bernafas lega…
February 20, 2026 - 0

Unreal Tournament 2004 Kembali Rilis Untuk PC Modern

Komunitas OldUnreal merilis Unreal Tournament 2004 secara gratis dengan izin…
February 20, 2026 - 0

Harga Handheld Console Asus ROG Xbox Ally X di Jepang Meningkat Tinggi

Gamer di Jepang dikejutkan dengan kenaikan mendadak harga handheld console…
February 20, 2026 - 0

Nintendo Kembali Buru Emulator Yuzu di GitHub

Nintendo kembali mengirim DMCA ke GitHub untuk menghapus repository emulator…