NostalGame: Resident Evil
Intinya Adalah Bertahan Hidup!
Tepat sekali! Tujuan utama dalam game ini adalah bertahan hidup! Walaupun zombie yang ditemui dalam game ini terkesan lamban dan berjalan tertatih-tatih, serangan mereka sangat berbahaya. Selain itu, sangat sulit untuk dapat membunuhnya dengan menggunakan pistol, senjata yang Anda miliki di awal permainan. Biasanya, sebuah pistol dapat membawa 15 atau 12 peluru 9 mm PB. Nah, untuk membunuh satu zombie, biasanya dibutuhkan sekitar empat hingga delapan peluru. Bahkan, sering kali zombie yang telah rubuh belum tentu mati. Bila Anda mendekati zombie yang hanya “pura-pura” mati, zombie tersebut dapat menerkam kaki karakter yang dimainkan! Anda tahu butuh berapa kali “gigitan” untuk membunuh Jill dan Chris? Sekitar lima hingga tujuh gigitan. Ketika zombie memeluk karakter yang dimainkan, saya harus menekan tombol dengan cepat berulang kali untuk lepas dari cengkeramannya. Bila saya menekannya dengan malas? Umur saya tidak akan berumur panjang!

Kalau begitu, kenapa tidak ditembak saja semua zombie dari jauh? Jangan biarkan zombie lambat tersebut mendekati dan meraba Jill seenaknya. Bila Anda memainkan game pada tahun 2000-an mungkin hal itu mudah saja dilakukan. Namun, Resident Evil memiliki cara sendiri untuk membuatnya menjadi game dengan definisi “survival” sejati: peluru adalah hal yang sangat langka dalam game ini! Pernahkah Anda merasa sangat bahagia ketika menemukan sebuah magazine peluru pistol yang hanya berisikan 15 peluru? Hal itu sangat saya rasakan pada game ini! Oleh karena itu, bertarung bukan solusi untuk melewati sebuah daerah dengan zombie di dalamnya. Bila daerah itu memiliki ukuran yang cukup luas dan dapat dilewati dua orang, saya pasti menghindari zombie tersebut. Harus saya akui, saya merasakan sensasi ketakutan tersendiri saat melewati zombie. Inilah yang menjadikan Resident Evil game thriller yang baik!
Lalu, bagaimana bila saya memang terpaksa melawan musuh? Menembak musuh dengan menggunakan senjata sebenarnya cukup mudah dilakukan. Bidik musuh dengan menekan tombol R1, arahkan senjata ke musuh, dan tekan tombol X untuk menembak. Saya juga dapat mengarahkan bidikan ke atas dan bawah melalui tombol arah. Pada zaman itu, kamera yang digunakan Resident Evil adalah statis. Jadi, kamera berada di satu sudut saja dan terkadang berada di posisi yang tidak menguntungkan pemain. Oleh karena itu, saya harus mencari sudut kamera yang enak untuk menyerang musuh dengan mudah. Kekurangan ini cukup dapat dimaklumi karena keterbatasan teknologi yang dimiliki PlayStation pertama.

Untuk membuat suasana lebih mencekam, game ini menggunakan batasan benda yang dapat dibawa dalam waktu yang bersamaan! Jadi, saya harus mempertimbangkan benda yang akan dibawa, ditinggal untuk diambil lain waktu, dan disimpan di peti. Untungnya, peti dalam game ini terhubung dengan peti lain yang berada di ruangan yang berbeda. Tidak seperti Resident Evil Zero pada Nintendo GameCube yang tidak terhubung! Benda yang bisa dibawa antara Jill dan Chris juga berbeda, yaitu enam benda untuk Chris dan delapan untuk Jill. Hal ini membuat saya harus memikirkan dengan baik, sebanyak apa senjata yang dibawa beserta pelurunya, benda penyembuhan, dan benda yang diperlukan untuk menyelesaikan teka-teki.
Keberadaan teka-teki untuk melanjutkan permainan adalah hal yang utama dalam game ini. Hampir semua pintu yang dikunci dan benda penting untuk cerita harus didapatkan melalui penyelesaian teka-teki. Bukan hanya itu, teka-teki yang tidak diselesaikan dengan baik terkadang harus dibayar dengan nyawa! Misalnya, Anda dapat menemukan sebuah Shotgun yang digantung di sebuah ruangan. Shotgun adalah senjata yang sangat efektif untuk melawan zombie dari jarak dekat. Oleh karena itu, saya sudah pasti mengambilnya tanpa berpikir panjang! Namun, ketika saya mengambilnya, penyangga senjata tersebut di dinding terangkat. Siapapun pasti berpikir adegan tersebut hanyalah dimulainya sebuah teka-teki baru ‘kan? Ternyata, ketika saya keluar dari ruangan tersebut dan memasuki ruangan dengan atap tinggi, semua pintu terkunci otomatis dan atap ruangan ini mulai turun dan mengancam akan menjepit saya! Jebakan tersebut membuat saya melihat layar “Game Over!”

Jebakan dan teka-teki menjadi santapan yang sering ditemui dalam game ini. Petunjuk untuk menyelesaikan teka-teki terkadang tidak hanya dapat dilihat di daerah sekitar karakter saja. Bahkan, saya harus memeriksa benda yang ditemui dengan menggunakan opsi “Check” di layar inventaris. Terkadang, pemecahan teka-teki hanya dapat ditemukan dengan memeriksa benda yang ditemukan dengan teliti. Nah, sekarang coba Anda jawab; apakah ada game “canggih” zaman sekarang yang memiliki kedalaman seperti ini?














