Review Eye-Fi: Koneksi WiFi dari Kamera ke iPad/Android
Performa
Kami menguji performa transfer dengan Canon Ixus dan Sony NEX-5. Keduanya sudah terbukti kompatibel dengan Eye-Fi yang berarti kamera akan terus menyala jika sedang mentransfer data. Untuk data lengkap mengenai kamera yang kompatibel dapat dicek di situs Eye-Fi.
Jika kamera Anda tidak memiliki slot SD, Eye-Fi telah menguji adapter CF ini dan menurut mereka dapat berfungsi pada Canon 5D Mark II dan Canon 7D.
Pengujian menggunakan Eye-Fi Connect X2 + firmware terkini, iPad generasi pertama + iOS 4.2.1, dan aplikasi Eye-Fi for iPad v2.01. Kami juga menguji kompatibilitas dengan Archos 101 yang berbasis Android.
Kecepatan
Kami menguji pemotretan di tiga ukuran gambar. Di tiap ukuran gambar, kami mencoba memotret lima kali dan mengukur waktu transfer. Waktu transfer dihitung dari sejak tombol shutter ditekan sampai gambar muncul di iPad dan waktunya dirata-rata. Ukuran file yang ditransfer juga merupakan rata-rata dari kelima percobaan.

Kami juga mencoba mengukur kecepatan transfer video, tetapi tak dapat menghasilkan pengukuran yang valid karena adanya issue dengan video transfer menggunakan tipe kamera yang kami coba, seperti yang tercantum dalam situs Eye-Fi.
Kami juga tidak menguji RAW karena format file itu hanya didukung oleh Eye-Fi Pro X2. Jika diekstrapolasi, satu file RAW berukuran 20MB yang dihasilkan Nikon D7000 akan membutuhkan waktu transfer 190 detik, atau sekitar 3 menit.
Jika Anda menggunakan Mobile X2 atau Connect X2 untuk pemotretan RAW, file RAW akan tersimpan dalam card tetapi tidak ditransfer. Jika Anda memotret RAW+JPEG, keduanya akan tersimpan tetapi hanya JPEG yang ditransfer.
Jika Anda menggunakan Pro X2, Anda dapat mengonfigurasi apakah Anda ingin mentrasfer RAW saja, JPEG saja, atau keduanya.
Kestabilan, Keamanan dan Daya Jangkau
Daya jangkau konektivitas Eye-Fi Direct Mode to iPad termasuk baik. Kami mencoba untuk memisahkan kamera dan iPad sejauh mungkin. Sampai jarak 10 meter dengan terhalang satu tembok, Eye-Fi masih dapat mengirimkan foto ke iPad. Namun, di jarak ini kecepatan transfer juga turun sehingga durasi transfer membengkak sampai 3x normal.
Stabilitas koneksi juga baik. Secara default, Eye-Fi akan mematikan sinyal setelah transfer untuk menghemat daya. Namun, Anda dapat mengubah setting sehingga koneksi akan terus menyala sehingga kamera akan terus menerus terhubung ke iPad. Hanya saja, modus ini membuat card dan kamera menjadi sangat panas.
Sama seperti koneksi wireless lain, keamanan koneksi trntu perlu diperhatikan. Tetapi Anda tak perlu khawatir. Setiap Eye-Fi Card memiliki id dan password unik sehingga foto Anda tak dapat dengan mudah diambil siapapun yang kebetulan memiliki perangkat tablet. Karena alasan keamanan inilah Eye-Fi menerapkan sistem authenticating berlapis yang cukup merepotkan di awal setup.
Tampilan
![IMG_0519[1] IMG 05191 e1303901479795](https://jagatreview.pages.dev/wp-content/uploads/2011/04/IMG_05191-e1303901479795-600x450.png)
Dalam iPad, foto dan video akan masuk ke folder Saved Photos, bukan ke folder Imported atau Events seperti jika menggunakan Camera Connection Kit. Tentu saja, ini berarti semua foto akan tercampur jadi satu tanpa bisa dipisahkan ke dalam folder-folder. Dalam aplikasi Eye-Fi Anda dapat melihat seluruh foto yang sudah ditransfer. Namun, dalam aplikasi Eye-Fi for iPad v2.01 masih ada sedikit masalah tampilan yang tidak benar saat perangkat diputar ke horizontal.
![IMG_0523[1] IMG 05231 e1303901942660](https://jagatreview.pages.dev/wp-content/uploads/2011/04/IMG_05231-e1303901942660-600x450.png)
Dalam settings, Anda dapat mengatur jika ingin foto-foto tersebut diunggah ke situs jejaring sosial secara otomatis. Anda juga dapat melihat info lokasi jika dalam foto terdapat geotag yang dimungkinkan dengan kamera GPS seperti Casio EX-H20G atau dengan layanan Geotagging dari Eye-Fi.
Kesimpulan
Dengan tersedianya Direct Mode, ada banyak sekali kemungkinan yang terbuka. Namun, perlu diingat, mode ini tidak dirancang untuk meng-copy satu-dua foto ke handphone teman yang kebetulan meminta. Meskipun bisa saja hal itu dimungkinkan, tetapi settingnya termasuk rumit.
Direct Mode lebih dirancang untuk pairing antara kamera dan tablet/smartphone milik kita sendiri. Jika Anda sedang berwisata atau dalam pemotretan untuk klien, Direct Mode dapat secara terus menerus meng-copy foto ke tablet Anda tanpa perlu berhenti memotret. Begitu selesai memotret, Anda dapat menyalakan tablet dan menikmati foto tanpa perlu menunggu.
Dengan adanya Eye-Fi, Anda tak lagi memerlukan tablet atau ponsel yang memiliki SD Card slot. Asalkan berbasis iOS atau Android, Anda pundapat mentransfer foto dari kamera Anda. Jika tablet Anda memiliki SD Card slotpun, Eye-Fi lebih nyaman digunakan.













