Catatan Harian Si Boy: Me-refresh Kembali Ingatan Akan “The Legendary Boy”

Reading time:
June 29, 2011

Bagi Anda yang melewati masa remaja sekitar tahun 80—90an, tak mungkin jika tidak mengenal karakter yang satu ini. Boy, pria tampan, kaya, dan saleh yang satu ini menjadi idola setiap wanita yang mengenalnya. Walaupun awalnya kisah Boy hanya disampaikan dalam bentuk sandiwara radio, ketenarannya membuatnya diangkat ke layar lebar. Daya tarik Si Boy membuat film Catatan Si Boy (CSB) (1987) laris manis di pasaran yang kemudian mendorong munculnya empat sekuel hingga tahun 1991. Si Boy pun semakin berada “di atas angin” karena tidak hanya mendapatkan respon positif dari penonton, namun juga mendapatkan apresiasi terbesar di ajang penghargaan Festival Film Indonesia (FFI).

Catatan Harian si Boy

Setelah era gemilang Onky Alexander, Ayu Azhari, Meriam Belina, Didi Petet, dan Btari Karlinda, kali ini giliran Ariyo Bayu, Carissa Puteri, Poppy Sovia, Abimana Satya, dan Albert Halim yang melanjutkan sepak terjang si Boy di era modern. Si Boy kembali dengan permasalahan hidup yang jauh berbeda dan—tentu saja—dengan cara penyelesaian yang berbeda pula.

CABO scn photo 3

Tapi, tunggu dulu. Jika Anda berpikir ini adalah film remake, berarti Anda salah besar! Catatan Harian Si Boy (CHSB) dapat dikatakan sebagai sekuel keenam dari CSB sebelumnya yang mengalami banyak perkembangan cerita. CHSB memfokuskan cerita ke kehidupan Satrio (Ariyo Bayu), seorang pemuda yang gemar melakukan balap liar di jalanan. Saat berada di kantor polisi—untuk yang kesekian kalinya karena hobinya tersebut, Satrio bertemu dengan Natasha (Carissa Puteri) yang sedang menemani pacarnya, Nico (Paul Foster), yang melaporkan penyerangan dan pencurian mobil. Karena satu dan lain hal, Satrio dan teman-temannya, Nina (Poppy Sovia), Andi (Abimana Satya), Herry (Albert Halim), dan Puteri (Tara Basro), harus mengantarkan Natasha pulang ke rumah. Dari kejadian tersebutlah mereka saling mengenal. DI hari-hari selanjutnya, Safrio dkk dan Natasha menjadi teman baik. Satrio pun mengetahui bahwa ibu Natasha, Nuke, sedang kritis di rumah sakit. Berdasarkan cerita Natasha, Nuke terus-menerus memegangi sebuah diari milik seorang pria bernama Boy, yang merupakan cinta sejati Nuke sejak dulu. Natasha pun berusaha keras mencari pemilik diari tersebut untuk dipertemukan dengan ibunya. Mendengar cerita tersebut, Satrio berikrar akan membantu Natasha mencari Boy. Walaupun harus berhadapan dengan banyak pihak yang menghalangi proses pencarian tersebut, termasuk pacar Natasha, Paul, yang tidak suka dengan kedekatan Natasha dengan Satrio.

CABO scn photo 2

Dapatkan Natasha dan Satrio menemukan Boy hanya dengan berbekal sebuah diari? Apakah Boy yang mereka cari masih tetap Boy yang ada di buku itu? Atau, Boy sudah melupakan buku hariannya dan Nuke?

The New Boy

Kemunculan CHSB benar-benar menggelitik kenangan para penggemar CSB akan karakter Boy yang diperankan Onky Alexander. Nah, sutradara CHSB, Putrama Tuta, sedari awal memang tidak ingin membuat sebuah film remake. Membuat film remake dari sebuah karya besar bukanlah hal yang mudah karena berujung kepada pembandingan yang biasanya didasarkan atas “trademark” yang sudah terbentuk sejak awal film ini dibuat. “Jadi, saya menggali ide baru yang tetap masih berkaitan dengan Boy. Muncullah ide untuk menghadirkan ‘The New Boy’ yang hidup di era modern. Boy yang satu ini memiliki jenis karakter yang berbeda dari Boy yang lalu,” ujar Putrama Tuta saat konferensi pers dan preview perdana CHSB, Selasa (21/6), di XXI Epicentrum Walk, Jakarta.

Sesaat setelah selesai menyaksikan film ini, saya merasa terlalu menganggap remeh film ini di awal. Mengapa? Pertama, CHSB terlihat seperti film yang mendompleng nama besar CHB dan, kedua, film ini diproduksi dan disutradarai oleh pihak yang belum berpengalaman menciptakan film. Namun, ternyata, pandangan saya tersebut salah besar! Putrama Tuta berhasil membawa kembali spirit Si Boy yang dulu sempat hangat di kalangan remaja Indonesia. Di film ini, Boy yang diwakili oleh karakter Satrio memang tidak sama dengan Boy sebelumnya. Esensi dan poin yang ingin dicapai Putrama Tuta dari film ini memang bukan membuat masyarakat sibuk membandingkan Boy dahulu dan sekarang. Putrama ingin menyampaikan pesan bahwa siapa pun dapat menjadi Boy. Siapa pun memiliki jalan hidup dan keunikannya tersendiri dalam menghadapi hidup dan masalah-masalahnya. Tentunya, tidak mungkin memberikan gambaran hidup Boy di era 80—90an di era 2000an sekarang ini. Inilah yang menjadi daya tarik film ini.

CABO scn photo 1

Seperti yang sudah saya katakan di atas, film ini dapat dikatakan sebagai sekuel keenam CSB. Walau begitu, sang sutradara lebih nyaman menggunakan judul yang sedikit berbeda dari aslinya. Itu agar memberikan kesan orisinalitas dan tidak dianggap sebagai film yang hanya ingin mendompleng kesuksesan film-film CSB sebelumnya. Satu hal yang menjadikan film ini begitu spesial adalah kemunculan karakter-karakter yang ada di CSB, seperti Boy, Emon, Ina, dan Nuke. Lebih spesialnya lagi, karakter-karakter tersebut dimainkan oleh aktor/aktris yang sama! Yay! Para penggemar setiap CSB pastinya akan bernostalgia habis-habisan saat menyaksikan film ini!

Secara pribadi, saya sangat menikmati film ini. Kerangka cerita dan konflik yang ada pun mengalir dengan sangat baik. Akting para pemainnya juga dapat dikatakan prima. Bahkan karakter Satrio, Nina, dan Andi terlihat sangat menonjol dan diperankan dengan sangat baik oleh Ariyo Bayu, Poppy Sovia, dan Abimana Satya. Oh ya, satu lagi, film ini juga menyajikan sebuah adegan yang belum pernah ada di film-film Indonesia lainnya: drifting! Menurut saya, adegan tersebut sedikit banyak mengingatkan saya dengan Fast to Furious—walaupun dengan level yang jauh berbeda. Enjoy!

Tanggal rilis:
1 Juli 2011
Genre:
Drama
Durasi:
98 menit
Sutradara:
Putrama Tuta
Pemain:
Ariyo Bayu, Carrisa Puteri, Poppy Sovia, Abimana Satya, Albert Halim, Onky Alexander, Didi Petet, Btari Karlinda, Leroy Osmani
Studio:
Tuta Media

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…
February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Ini adalah Laptop High Performance terbaru dari Acer, yang tak…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…

Gaming

February 21, 2026 - 0

Studio Game Xbox Tak Kena Restrukturisasi Pasca Pergantian Pimpinan

Pimpinan Xbox menjawab kekhawatiran akan terjadinya PHK di studio game…
February 21, 2026 - 0

Xbox Mendadak Ganti Pimpinan, Phil Spencer Pensiun & Sarah Bond Keluar

Tampuk pimpinan tertinggi Xbox mendadak guncang, dengan pensiunnya CEO &…
February 21, 2026 - 0

Ubisoft Kembangkan 2 Game Far Cry & Beberapa Game Assassin’s Creed Baru

Pimpinan Ubisoft konfirmasi adanya pengembangan 2 game Far Cry baru…
February 21, 2026 - 0

PlayStation 5 Raih Penjualan Hardware Tertinggi di Amerika Per Januari 2026

Persaingan antara console PlayStation 5 dan Nintendo Switch 2 untuk…