Review Shadow of the Damned: Basmi Iblis Neraka Demi Seorang Wanita!
Kesimpulan

Dengan menawarkan visualisasi dan konsep action berbalut horor, Shadow of The Damned harus diakui menghadirkan pengalaman bermain yang cukup menyenangkan. Peran Shinji Mikami memang membuat gameplay kental dengan rasa Resident Evil (khususnya dua seri terakhir), namun tidak di sisi puzzle yang ada. Hadir sederhana, Anda dapat bergerak dari chapter ke chapter tanpa banyak halangan berarti, membuat progres bermain bergerak cepat. Neraka akan menjadi tempat bermain Anda yang cukup menghibur.
Jika Anda merupakan gamer yang menyukai tantangan, maka Shadow of The Damned sama sekali tidak direkomendasikan. Anda akan menemukan game ini berjalan dengan cukup mudah, bahkan dalam setting kesulitan normal sekali pun. Semua musuh dan Boss yang dihadirkan (bahkan Boss terakhir juga) dapat dikalahkan dengan beberapa langkah sederhana. Semua kelemahan tereksploitasi dengan cukup jelas, membuat Anda langsung memahami mana yang harus diserang dan dihancurkan telebih dahulu.
Lantas, apakah Shadow of The Damned pantas untuk menyita sedikit waktu hidup Anda? Saya akan mengakuinya: PANTAS. Mengapa? Karena game ini menghadirkan pengalaman bermain yang menyenangkan dalam balutan aksi yang cukup intens. Namun, jangan pernah berharap game ini akan menawarkan sensasi yang menakutkan, karena pada dasarnya, Shadow of The Damned adalah sebuah game third person shooter yang tak berbeda dengan game action lainnya. Ini bukanlah game hrror!
Kelebihan:

- Gameplay yang fun.
- Desain senjata yang keren.
- Setting yang menarik mata.
- Puzzle dan musuh yang sederhana.
- Gore, blood, sex, and violence.
Kekurangan:

- Kurang menantang.
- Lelucon Hostpur yang mengacaukan esensi cerita.
- Waktu gameplay singkat.
Cocok untuk gamer: Penggemar game action, third person shooter
Tidak cocok untuk gamer: Penggemar genre horror, di bawah umur, pemuja iblis













