Hands-On Review: AirLive Air3G II – Router 3G dengan Berbagai Kemudahan
Setelah puas mencoba akses Internet dengan modem, kami beralih ke akses Internet melalui kabel Ethernet.


Satu hal menarik yang kami temui di Air3G II, AirLive ternyata melengkapi router 3G ini dengan fitur “Combo WAN” yang memungkinkan penggunaan dua sumber akses Internet, modem dan Ethernet. Terdapat dua mode yang bisa dipilih pada “Combo WAN”, “Load Sharing” dan “Failover”. Mode “Load Sharing” memungkinkan Air3G II untuk membagi beban akses Internet ke kedua sumber, sedangkan mode “Failover” akan membuat salah satu sumber menjadi back-up untuk sumber lain.


Beralih ke pengaturan untuk “Wireless”. Air3G II hanya menawarkan opsi-opsi pengaturan standar wireless network, seperti penamaan SSID, pemilihan channel, wireless mode, dan opsi keamanan. Selain itu, tersedia pula fitur wireless network lain seperti WiFi Protected Setup (WPS) dan Wireless Distribution System (WDS).


Setelah bermain-main dengan pengaturan “Wireless”, kami mencoba menjelajahi berbagai fitur lain yang tersedia di tools manajemen Air3G II. Pertama, kami menjelajahi submenu “Forwarding Rules”.
Kemudian, kami beralih ke submenu “Security Settings”. Di submenu ini, kami menjumpai berbagai pengaturan untuk meningkatkan keamanan jaringan, antar lain filter paket, filter domain, serta filter MAC Address.

Di submenu berikutnya, “Advanced Settings”, terdapat pengaturan-pengaturan lanjut, seperti DDNS, QoS, dan fitur monitoring perangkat jaringan dengan SNMP.




Submenu terakhir, “Toolbox”, merupakan tempat berkumpulnya fitur-fitur manajemen perangkat, seperti upgrade firmware, backup dan restore konfigurasi, serta fungsi untuk mengembalikan router ke kondisi default.
Secara keseluruhan, tools manajemen yang dimiliki Air3G II memang terlihat sederhana namun cukup lengkap. Pengubahan pengaturan yang dilakukan melalui tools manajemen tersebut tidak membutuhkan waktu restart yang lama, hanya sekitar 30 detik saja. Sayangnya, kami sering menjumpai interface tools manajemen tersebut yang tiba-tiba tidak bisa digunakan. Bila hal itu terjadi, tidak ada jalan lain selain melakukan refresh halaman tools manajemen yang bisa saja membuat kita harus kembali mengulang pengaturan-pengaturan yang sudah kita buat.













