Hands-On Review: AirLive N.Power – Fitur Melimpah dalam Tampilan Sederhana

Reading time:
August 6, 2011

Setelah melihat fitur-fitur yang ada di mode “Router”, kami mencoba mengubah mode operasi ke mode “AP”. Sayangnya, peralihan mode “Router” ke mode “AP” hanya bisa dilakukan dengan melalui proses “reboot”. Berdasarkan notifikasi yang muncul, proses “reboot” ini memerlukan waktu sekitar 1 menit, tetapi, pada kenyataannya, proses tersebut baru benar-benar selesai dilakukan dalam waktu sekitar 75 detik. Waktu yang bisa dikatakan cukup lama, mengingat proses “reboot” tersebut juga harus dilakukan setiap kali pengubahan pengaturan di router dilakukan, tidak hanya ketika kita mengubah mode operasi router.

AirLive N.Power 1311940592199
System Message 1312272028695 NEW R
Layar putih dengan tulisan merah inilah yang akan menemani Anda setiap kalo N.Power melakukan "reboot". Sayang sekali AirLive tidak memberi tampilan yang lebih menarik untuk "menemani" pengguna menunggu N.Power selesai melakukan "reboot".

Di mode “AP”, menu “Internet Settings” tidak lagi dapat ditemui. Pengaturan utama untuk mode ini seluruhnya terletak di menu “Wireless Settings”. Hampir tidak ada perbedaan dalam menu “Wireless Settings” ini ketika N.Power bekerja pada mode “Router” maupun “AP”.

AirLive N.Power 1311939551225 R
Inilah tampilan aplikasi manajemen router ketika N.Power berada dalam mode "AP".

Ketika beroperasi pada mode “AP”, N.Power juga akan menonaktifkan DHCP Server internalnya. Sebagai gantinya, bila fitur DHCP Server pada router pusat berada dalam keadaan aktif, maka N.Power akan meneruskan alamat IP yang dibagikan oleh router pusat ke perangkat-perangkat yang terhubung dengannya.

Beralih ke mode operasi berikutnya, “Client”. Mode operasi ini membuat N.Power menjadi “wireless client” yang dapat menyalurkan akses Internet dari suatu Wireless Access Point ke perangkat-perangkat lain yang terhubung kepadanya.

AirLive N.Power 1311942126720 R
Ketika berada dalam mode "Client", sebagian besar opsi yang ada di menu "Wireless Settings" dihilangkan.
AirLive N.Power 1312272572934 NEW R
Tombol "Site Survey" akan membawa kita ke tampilan untuk memilih Wireless Access Point dimana N.Power akan menghubungkan dirinya.

Sedangkan mode berikutnya, “WDS Bridge”, memungkinkan N.Power untuk menangani hubungan eksklusif antar Wireless Access Point. Dalam mode ini, jaringan nirkabel milik N.Power tidak akan bisa diakses oleh perangkat-perangkat lain selain Wireless Access Point yang MAC Address nya sudah tercatat dalam pengaturan WDS.

AirLive N.Power 1311942520120 R
Sama seperti mode "Client", sebagian besar opsi pengaturan di menu "Wireless Settings" juga tidak bisa ditemui pada mode ini.
AirLive N.Power 1312271911541 NEW R
Hanya perangkat yang MAC Address nya tercatat dalam sub-menu inilah yang bisa berhubungan secara nirkabel dengan N.Power di mode "WDS Bridge".

Secara keseluruhan, dari pengalaman kami mencoba keempat mode operasi N.Power, susunan menu di berbagai mode operasi dari perangkat tersebut bisa dikatakan cukup rapi. AirLive tampaknya merancang aplikasi manajemen mereka dengan banyak mempertimbangkan kenyamanan pengguna dalam melakukan konfigurasi pada N.Power.

Kesimpulan

Perangkat jaringan dengan berbagai macam kegunaan yang dilengkapi dengan aplikasi pengaturan yang cukup mudah digunakan, mungkin itulah kalimat yang bisa kami berikan untuk mendeskripsikan AirLive N.Power secara luas. Berbagai fitur yang disediakan AirLive di N.Power, mulai dari pilihan mode operasi, port USB 2.0, hingga dukungan untuk PoE mampu menjadi nilai lebih untuk perangkat tersebut. Sayangnya, AirLive tidak menyediakan adapter PoE dalam paket penjualan N.Power.

IMG 2520 R
AirLive N.Power ketika kami mengujinya di mode "AP".

Aplikasi manajemen yang disertakan AirLive dalam N.Power juga patut mendapat apresiasi positif. Aplikasi tersebut memungkinkan berbagai macam pengaturan dilakukan untuk perangkat tersebut. Namun, banyaknya pengaturan yang bisa dilakukan tersebut tidak membuat aplikasi tersebut menjadi sulit digunakan. Hanya saja, waktu “reboot” sekitar 75 detik yang harus ditunggu setiap kali perubahan pengaturan dilakukan pada N.Power bisa jadi sedikit membuat kesal, apalagi bila kita banyak melakukan pengubahan konfigurasi.

Kelebihan:

  • Dukungan untuk PoE.
  • Port USB 2.0.
  • Aplikasi manajemen yang lengkap dan cukup mudah digunakan.

Kekurangan:

  • Waktu “reboot” yang agak lama.
  • Tidak tersedia adapter PoE dalam paket penjualan.
Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Bodi Acer Nitro V 16S AI Form Factor Clamshell Material…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 28, 2026 - 0

Review HP OMEN 16 (AP0999AX): Super Kencang Tapi Tetap Adem! Cocok Jadi Alternatif OMEN MAX?

Bodi HP OMEN 16 (AP0999AX) Form Factor Clamshell atau laptop…
January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…

Gaming

February 17, 2026 - 0

Rilis PlayStation 6 Dikabarkan Bisa Tertunda Hingga 2029

Lonjakan harga RAM yang begitu tinggi saat ini dikabarkan membuat…
February 17, 2026 - 0

Mewgenics Siapkan Versi Console Setelah Sukses Besar di PC

Game terbaru dari kreator The Binding of Isaac, Mewgenics, dikabarkan…
February 17, 2026 - 0

Perangkat Virtual Boy di Switch 2 Dukung Game VR Switch yang Sudah Ada

Perangkat Virtual Boy baru untuk Nintendo Switch 2 ternyata tak…
February 17, 2026 - 0

Kreator Console Sega, Hideki Sato, Meninggal Dunia di Usia 77 Tahun

Tokoh legendaris di dunia gaming yang telah berjasa menelurkan console…