Feature Favorit di Smartphone: Video Recording
Dengan beragam teknologi yang disuguhkan di dalam smartphone zaman sekarang, feature apa yang paling sering Anda gunakan? Apakah aplikasi bisnis, email, atau kamera digital yang mulai mengusung teknologi sensor terkini dengan resolusi yang mulai mendekati kamera saku? Qumu, sebuah perusahaan penyedia platform video bisnis, mengumumkan hasil survei yang dilakukan pada bulan September 2011 lalu mengenai penggunaan smartphone oleh masyarakat di Amerika Serikat.

Qumu melakukan survei online dengan bantuan dari Harris Interactive terhadap 2.361 orang Amerika yang berusia 18 tahun ke atas. Dari hasil survei tersebut, didapatkan 50% di antaranya menggunakan smartphone untuk merekam video secara diam-diam. Ketika ditanya video apa saja yang direkam, 23% memilih untuk merekam orang-orang yang berpakaian aneh dan memalukan. Ini merupakan jumlah tertinggi dibanding skenario lainnya.
Skenario lain meliputi:
- merekam acara olahraga (20%),
- seseorang tersandung jatuh (15%),
- pelayan restoran yang seksi (10%),
- pria yang memotong rumput tetangga sambil bertelanjang dada (9%),
- cheerleaders (7%), rekan kerja yang mengambil donat (7%),
- kebiasaan berdandan yang menjijikan (6%),
- pasangan berciuman (5%),
- skenario lainnya (8%)
Selain menanyakan mengenai kebiasaan merekam video, Qumu juga mendapatkan data mengenai tipe video apa yang dianggap lucu untuk disebarluaskan secara online di tempat kerja. Dengan angka pemilih yang mencapai 30%, video yang menampilkan seorang rekan kerja yang sedang dikerjai menjadi pilihan utama.
Berikut video-video yang dianggap lucu:
- Video yang menirukan gerak-gerik atasan (27%),
- pegawai eksekutif level atas yang dipaksa membuatkan kopi (23%),
- seorang pegawai yang tertidur saat bekerja (21%),
- rekan kerja yang berciuman (13%),
- pesta kantor yang berakhir dengan tindakan yang tidak senonoh (12%),
- seseorang yang makan secara membabi buta di dapur kantor (11%)
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga suka merekam video-video aneh dengan menggunakan smartphone? Atau justru Anda yang biasanya menjadi korban rekaman video tersebut? Silakan share pengalaman Anda dengan kami!














