Review Samsung Galaxy Tab 10.1: Tablet Android Honeycomb Pertama dari Samsung

Reading time:
October 4, 2011

Tidak henti-hentinya Samsung mengeluarkan produk mereka yang memakai sistem operasi Android. Salah satunya adalah produk tablet yang baru saja kami dapatkan, Samsung Galaxy Tab 10,1. Samsung Galaxy Tab 10,1 merupakan salah satu penerus dari Samsung Galaxy Tab pertama yang memiliki ukuran layar 7 inci. Saat ini, Samsung Galaxy Tab 10,1 kerap disebut sebagai Samsung Galaxy Tab 2. Walaupun mungkin kedua tablet memiliki pasar yang berbeda.

Samsung Galaxy Tab 10.1

Samsung Galaxy Tab 10,1 yang kami dapatkan merupakan revisi kedua setelah produk pertamanya ditarik dari pasaran. Hal tersebut dikarenakan Samsung menganggap Apple iPad 2 memiliki dimensi yang lebih tipis. Pada revisi yang kedua ini, memang dimensi yang dimiliki Samsung Galaxy Tab 10,1 lebih tipis dari para pesaing yang menggunakan Android pula. Oleh karena itu pula, Apple menuntut Samsung atas pelanggaran hak ciptanya. Walaupun begitu, saat kami lihat, memang tablet Android yang satu ini memiliki tampilan yang sangat apik.

Samsung Galaxy Tab 10.1 Tampak Belakang

Tablet ini memiliki tingkat responsifitas yang tinggi berkat System on Chip yang dipakainya, NVIDIA Tegra 2 250. SoC ini memakai prosesor dual core berkecepatan tinggi, ARM Cortex A9, dengan kecepatan 1 GHz. Storage internal pada sampel yang kami dapatkan ini memiliki ruang lega sebesar 16 GB. Untuk RAM-nya, Samsung memasangkan memori berkapasitas ekstra besar di tablet ini, sebesar 1 GB. Dimensi yang dimiliki tablet ini adalah 256.7 x 175.3 x 8.6 mm dengan bobot sekitar 565 gram.

Android Honeycomb

Samsung Galaxy Tab 10.1 HomeScreen Utama

Sistem operasi Honeycomb sudah dioptimalkan untuk digunakan pada layar beresolusi tinggi dan berdimensi besar. Hal ini membuatnya berbeda dengan apa yang ada pada Froyo atau Gingerbread. Pada Honeycomb, Anda dapat melihat taskbar layaknya sebuah sistem operasi desktop.

Seperti standar tablet Android Honeycomb lainnya, Samsung Galaxy Tab 10,1 memiliki lima buah homescreen yang dapat dihias menurut kehendak Anda. Berbeda dengan Froyo, Anda dapat berpindah home screen dengan menekan bagian pinggir kiri dan kanan layar, sebagai alternatif gesture geser ke kiri dan kanan. Di Froyo atau Gingerbread, mungkin hal ini bisa dilakukan dengan menekan tombol titik yang ada pada bagian pinggir bawah atau atas layar saja. Berikut ini adalah ke empat homescreen yang sudah dihiasi widget oleh Samsung, selain homescreen utamanya.

Samsung Galaxy Tab 10.1 HomeScreen 1 Samsung Galaxy Tab 10.1 HomeScreen 2 Samsung Galaxy Tab 10.1 HomeScreen 4 Samsung Galaxy Tab 10.1 HomeScreen 5

Pada bagian kiri bawah terdapat tiga buah soft button. Pada tombol yang paling kiri, merupakan soft button back untuk kembali ke halaman sebelumnya. Soft button kedua merupakan home, agar Anda bisa kembali ke layar utama saat sedang ada di dalam sebuah aplikasi. Sedangkan yang ketiga merupakan tombol recent apps, merupakan sebuah fungsi yang menyimpan histori mengenai beberapa aplikasi yang baru saja dijalankan. Untuk mengakses menu, Anda dapat menekan soft button Apps yang ada disebelah atas kanan layar.

Samsung Galaxy Tab 10.1 Menu
Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 24, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia!

Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo, yang kolaborasi…
June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Laptop 18-Core ini bodinya tipis dan beratnya enteng banget cuman…
June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…

Gaming

June 25, 2026 - 0

Valve Dorong SteamOS Untuk Ubah PC Gaming Jadi Console

Valve memperluas SteamOS ke PC gaming dengan rangkul NVIDIA demi…
June 25, 2026 - 0

Valve Ungkap Alasan Tingginya Harga Steam Machine

Valve menjelaskan alasan Steam Machine dibanderol di atas $1000, menyoroti…
June 25, 2026 - 0

Unreal Engine 5.8 Siapkan Optimisasi Performa yang Besar

Epic Games sebutkan Unreal Engine 5.8 akan menjadi versi paling…
June 25, 2026 - 0

Rumor: PS6 Diklaim Akan Gunakan Frame Generation Berbasis AI

Bocoran terbaru menyebut PS6 akan mengandalkan AI, Super Resolution, dan…