Bersiaplah untuk Superkomputer yang Mampu Memprediksi Masa Depan!

Reading time:
December 5, 2011

Sebuah rencana besar sedang dipersiapkan dengan matang oleh sekitar 30 peneliti di bidang IT di Eropa, yaitu perancangan sebuah superkomputer bernama Living Earth Simulator (LES). Komputer ini bukan komputer biasa karena nantinya ia memiliki kemampuan untuk menyimulasikan hal apa pun yang ada dan terjadi di bumi menggunakan semua data yang berasal dari Twitter maupun statistik pemerintah untuk memetakan pergerakan sosial dan memprediksikan krisis ekonomi selanjutnya. Ya, komputer ini mampu “melihat” tren yang sedang berkembang di masyarakat dan menganalisisnya untuk memprediksikan kondisi di masa depan hanya dengan mengumpulkan data yang ada di internet.

Dirk Helbing, salah satu pemimpin proyek ini menyatakan bahwa saat ini banyak permasalahan yang dihadapi masyarakat dunia, termasuk ketidakstabilan ekomoni dan sosial, peperangan, dan penyebaran wabah penyakit. Semua hal tersebut dipengaruhi oleh perilaku manusia tetapi di sisi lain banyak pihak yang tidak menyadari cara kerja kemasyaralatan dan perekonomian. Proyek LES diklaim akan mampu memprediksikan penyebaran wabah penyakit (contohnya flu burung), mengidentifikasi metode untuk menanggulangi perubahan iklim, dan bahkan “melihat” krisis ekonomi yang akan datang. Keseluruhan kemungkinan ini membuat LES akan menjadi hardware yang akan menampung data dengan jumlah yang luas biasa besar dan menganalisisnya dengan skala raksasa.

article 2069775 0F0C3C7800000578
Diharapkan LES dapat menggunakan segudang data yang ada di internet untuk memprediksi krisis ekonomi yang akan datang.

Proyek berbujet 900 juta poundsterling ini mendapatkan skeptisisme di kalangan beberapa peneliti yang melihatnya sebagai rencana yang tidak realistis dan terlalu ambisius. “Ranah sosial dan perilaku manusia terlalu sulit untuk dianalisis karena tren sosial tidak hanya kompleks namun juga berubah seiring berjalannya waktu. Kekompleksitasan dunia terlalu besar. Bahkan kami tidak dapat membuat pola cuaca untuk waktu lebih dari beberapa hari,” ujar Iain Begg, profesor Studi Eropa, Sekolah Ekonomi London.

Benarkah proyek ini terlalu mustahil untuk diwujudkan? Kita tunggu saja perkembangannya!

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Ini adalah ASUS Zenbook S 16 OLED keluaran 2026. Desainnya…

Gaming

April 20, 2026 - 0

Rumor: Xbox Diklaim Beri Batas Waktu untuk Cloud Gaming di Game Pass Tier Baru

Rumor terbaru mengungkap Xbox tengah menguji batas jam bermain bulanan…
April 20, 2026 - 0

Slay the Spire 2 Rilis Roadmap Tanpa Tanggal, Demi Menjaga Kualitas

Mega Crit membagikan roadmap Slay the Spire 2 tanpa berikan…
April 20, 2026 - 0

THQ Nordic Siapkan 7 Game Baru untuk Nintendo Switch 2

THQ Nordic ternyata tengah menyiapkan 7 game baru untuk Nintendo…
April 20, 2026 - 0

ARC Raiders Ubah Sistem Expedition, Timbulkan Pro Kontra di Komunitas

Embark Studios ubah sistem Expedition di ARC Raiders, menggantinya dengan…