Dynosphere, Mobil Elektrik Tahun 1932 dengan Satu Roda

Reading time:
February 2, 2012

Jika Anda berpikir bahwa kendaraan elektrik merupakan teknologi yang baru dilahirkan dan dikembangkan pada abad ke-21, Anda salah besar! Sejarah teknologi ini dapat ditarik balik hingga tahun 1932 ketika sebuah kendaraan bernama Dynosphere menghiasi industri otomotif. Kendaraan ciptaan JH Purves ini pun mengusung desain yang jauh lebih unik dibanding jajaran kendaraan elektrik modern.

Dynosphere

Dynosphere tidak dilengkapi dengan dua ban layaknya sebuah sepeda motor, tetapi juga tidak menggunakan empat ban seperti mobil konvensional. Kendaraan retro ini hanya menggunakan satu ban dengan tempat duduk untuk pengemudi dan sistem kontrol kendaraan yang terletak di tengah ban tersebut. Jalopnik membandingkan desain mobil ini dengan mainan roda yang sering digunakan sebagai pelengkap kandang hamster.

Walaupun mengusung desain yang unik, tampaknya Dynosphere tidak dibangun untuk pengalaman berkendara yang nyaman, baik dari segi kontrol arah kendaraan ataupun dalam menghadapi cuaca yang buruk. Untuk membelokkan arah kendaraan, pengemudi harus mencondongkan tubuh ke samping sembari berharap kendaraan ini tidak jatuh.

Kendaraan berbobot 450 kilogram ini hadir dalam dua varian, model yang ditenagai oleh bahan bakar bensin dan model elektrik yang hanya dapat menampung satu penumpang. Sayangnya, Dynosphere tidak dikembangkan lagi dan hanya menjadi onggokan sejarah dalam industri otomotif.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 8, 2026 - 0

Review ASUS Vivobook S14 OLED (S5406SAL): Baterai Awet, Bodi Ringkas, Multitasking Lancar

Nyari laptop yang baterainya tahan seharian? Kalian harus tonton pembahasan…
July 7, 2026 - 0

2 Tahun Laptop Snapdragon: Makin Kencang atau Makin Mengecewakan?

Eh, kalian sadar tidak? Laptop Snapdragon X Series itu udah…
July 6, 2026 - 0

Review Acer Swift Go 14 AI Pro Edition: Ringan, Ringkas, Baterai Awet dan Bisa Gaming?

Laptop se-tipis, se-ringan dan se-cantik ini bisa main game Triple-A?…
July 4, 2026 - 0

Laptop Windows RAM Cuma 8 GB? Bisa Buat Apa? feat. Infinix XBOOK 15

Harga RAM naik tinggi banget dan sepertinya susah turun dalam…

Gaming

July 8, 2026 - 0

Nintendo Ubah Desain Switch 2 di Eropa Mulai Musim Panas 2026

Nintendo akan menghadirkan Switch 2 versi baru di Eropa mulai…
July 8, 2026 - 0

Xbox Akui Game Pass Tak Tumbuh Sesuai Harapan

Pimpinan tertinggi Xbox menyebut pertumbuhan layanan Game Pass tidak memenuhi…
July 8, 2026 - 0

Nintendo Diprediksi Jadi Benteng Terakhir Game Fisik di Industri Console

Analis memprediksi Nintendo akan menjadi produsen console terakhir yang mempertahankan…
July 8, 2026 - 0

Sony Buka Peluang Naikkan Harga PlayStation Plus Lagi

Sony mungkin akan menaikkan harga PlayStation Plus lagi di masa…