Hands-On Review: AirLive N.Plug Wireless Router – Kemampuan Tinggi dalam Ukuran Kecil
Setelah mengamati opsi-opsi pengaturan pada menu “Wireless”, kami beralih ke menu berikutnya, yaitu “System”. Seperti namanya, menu ini banyak berisi opsi-opsi pengaturan yang terkait dengan sistem yang diusung oleh N.Plug, antara lain: LAN Inteface termasuk juga DHCP Server, proteksi terhadap Denial of Service (DoS), backup dan restore konfigurasi, serta Quality of Service (QoS).


Menu lain yang ada di tool manajemen perangkat berbasis web N.Plug, “Status” berisi berbagai informasi menyenai status operasional dari perangkat tersebut. Sedangkan menu terakhir, “Reboot”, berisi tombol yang dapat digunakan untuk melakukan reboot pada perangkat.

Setelah mencoba N.Plug dalam mode “router”, kami melanjutkan pengujian penggunaan dengan mengubah mode operasi ke “access point”. Pengubahan mode operasi dapat dilakukan dengan menggunakan switch yang ada di bagian atas perangkat.

Terakhir, kami juga mencoba mengoperasikan N.Plug dalam mode “repeater”. Mode ini memungkinkan N.Plug beroperasi sebagai wireless repeater untuk jaringan-jaringan wireless yang ada di sekitarnya.

Kesimpulan
Walaupun memiliki ukuran yang kecil, jauh lebih kecil dari ukuran umum wireless router, perangkat N.Plug dari AirLive ini ternyata mampu menghadirkan berbagai fitur yang tidak kalah lengkap! Jumlah port Ethernet yang tersedia di perangkat ini hanya 2 buah, tetapi mengingat peran dari perangkat ini yang sepertinya lebih ditujukan untuk jaringan berskala kecil, hal tersebut tentunya tidak terlalu menjadi masalah.

Berbagai mode operasi yang dimiliki N.Plug juga merupakan kelebihan tersendiri, terlebih lagi dengan ukurannya yang cukup kecil, perangkat tersebut mampu menghadirkan berbagai fungsi menarik.
Kelebihan:
- Berbagai mode operasi yang bisa digunakan
- Memiliki fitur lengkap ala wireless router berukuran standar walaupun memiliki ukuran yang kecil
- Tersedianya antena eksternal
Kekurangan:
- Jumlah port Ethernet yang terbatas















