Red Hat Catatkan Prestasi di Bisnis Open Source

Reading time:
April 25, 2012

Red Hat, salah satu perusahaan yang cukup dikenal melalui distribusi sistem operasi Linux-nya, berhasil mencatatkan prestasi mengesankan di bisnis software open source. Perusahaan berbasis di North Carolina, Amerika Serikat, tersebut berhasil menjadi perusahaan open source pertama yang membukukan pendapatan hingga US$ 1 Miliar! Keberhasilan tersebut mereka catatkan di tahun fiskal ke 12 mereka, yang berjalan mulai Maret 2011 hingga Febuari 2012.

IMG 0391 R

Hari ini, bertempat di Grand Hyatt, Jakarta, Red Hat memberikan sedikit gambaran mengenai apa saja yang telah mereka lakukan untuk meraih kesuksesan tersebut. Salah satu bagian penting dari kesuksesan Red Hat tersebut adalah keberhasilan mereka dalam menjalin kerja sama yang erat dengan para penggunanya. Red Hat memiliki paket langganan untuk penggunanya yang telah mencakup berbagai hal, mulai dari teknologi dan update teknologi, sertifikasi, maintenance, dan support. Layanan langganan lengkap tersebut tentunya dapat mempererat kerja sama Red Hat dengan penggunanya dan terbukti dengan berhasil diperbaruinya kerja sama Red Hat dengan 24 dari 25 pengguna terbesarnya.

Selain kerja sama yang erat, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari kesuksesan mereka mendorong pengembangan berbagai produk yang berbasis open source. Solusi cloud, virtualisasi, middleware, storage, dan sistem operasi milik Red Hat semuanya menggunakan produk open source. Produk open source dapat dikembangkan dengan cepat dan efisien melalui komunitas. Hal tersebut membuat Red Hat dapat memberikan produk berkualitas tinggi tetapi berbiaya rendah untuk penggunanya.

IMG 0405 R
Damien Wong, General Manager untuk wilayah ASEAN, menjelaskan apa saja yang telah dilakukan dan dicapai oleh Red Hat.

Kesuksesan lain yang diraih Red Hat, yaitu sebagai perusahaan open source terbesar di dunia, juga membuktikan bahwa investasi perusahaan tersebut di bidang open source benar-benar sudah tepat dan menghasilkan suatu hasil yang positif. Red Hat juga berhasil membuktikan bahwa software open source juga memiliki kemampuan tinggi, bahkan 80% dari perusahaan di Fortune 500 pun mempercayai Red Hat dan produk open source-nya untuk mendukung operasional mereka.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 17, 2026 - 0

Devil May Cry 5 Catat Penjualan Terbaiknya Setelah 7 Tahun Rilis

Fenomena menarik terjadi pada Devil May Cry 5, yang catat…
June 17, 2026 - 0

PUBG Uji Mode Baru Berbasis AI Pendamping, Ally Duo

Menjelang usia ke-10, PUBG memperkenalkan Ally Duo, memungkinkan pemain bertarung…
June 17, 2026 - 0

Studio Double Fine Ikut Terancam Restrukturisasi Xbox

Restrukturisasi Xbox dikabarkan mengancam Double Fine, kini tengah berupaya mencari…
June 17, 2026 - 0

Ninja Theory Dikabarkan Terancam Ditutup Oleh Restrukturisasi Xbox

Gelombang restrukturisasi Xbox dikabarkan mengancam masa depan Ninja Theory, kreator…