Konser L’arc En Ciel Jakarta: Penantian Puluhan Tahun yang Terbayarkan!
Contributor: Jey Nelson
Mungkin hari ini ada beberapa ribu orang Indonesia yang terbangun dengan perasaan masih tidak percaya dengan apa yang mereka alami semalam, 2 Mei 2012. Bukan, saya tidak membicarakan tentang kehujanan atau macet parah di daerah sekitar Senayan, bukan juga tentang notebook atau perangkat elektronik terbaru, tetapi semalam adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh ribuan fans Indonesia yang sudah menunggu kedatangan L’arc~en~Ciel ke Indonesia. Kemarin malam, sekitar 9000 orang yang memenuhi Lapangan D, Senayan, menjadi saksi kedatangan salah satu band legenda J-Rock yang terbentuk pada tahun 1991 tersebut.

Gaung kedatangan L’arc~en~Ciel sendiri sepertinya memang kalah pamor jika dibandingkan dengan liputan antri tiket Super Junior dan konser megah 3 harinya, tapi tentu saja band rock ini punya kelas tersendiri di mata para die-hard fans mereka yang sudah rela mengantri dari pagi untuk menunggu gate utama dibuka. Perjuangan mereka bisa diibaratkan seperti film Resident Evil dimana promotor adalah orang-orang dari Umbrella Corporation dan kami – para penonton – adalah orang-orang yang ingin keluar dari Racoon City. Ketika gate dibuka jam 4, suasana sedikit berubah menjadi panas karena antrian masuk tidak diatur dan promotor membatasi orang-orang yang masuk untuk screening awal Gate 1. Salut kepada para die-hard fans yang mau secara sukarela mengorbankan kesempatan mereka untuk masuk duluan untuk membantu mengatur crowd yang sudah mulai saling dorong-mendorong dan mendinginkan suasana.
Setelah perjuangan menunggu sembari dag-dig-dug karena langit sudah menunjukan gelagat turun hujan, tepat sekitar jam 18:30 gate untuk menuju ke festival dibuka dan para penonton, beberapa juga sudah tidak muda lagi, seakan lupa akan segala-galanya, mulai mengambil tempat paling baik untuk menyaksikan konser. Jam 20:00 lebih sedikit, video pembukaan konser diputar dan para fans yang sudah mulai bosan menunggu langsung on-fire ketika melihat Hyde di 3 layar OLED super besar yang menjadi salah satu alat pendukung dalam L’arc~en~Ciel World Tour 2012. Rasa haus, bosan, dan capai serentak hilang ketika intro “Ibara no Amida” dimainkan oleh Ken disusul dengan kemunculan Hyde, Tetsu, dan Yukihiro. Fans-fans wanita langsung sontak berteriak “HYYYYDEEEEEEEEEEE!!!!!!!”, memang pesona Hyde tidak akan dilupakan oleh para wanita. Di usianya yang sudah kepala 4, Hyde tampil dengan rambut dreadlock ala Jack Sparrow serta wajah yang sama sekali tidak terlihat menua dibandingkan dengan Ken dan Tetsu.

Lagu kedua, Chase, diambil dari album terbaru mereka, Butterfly, disusul dengan Good Luck My Way yang sukses membuat crowd berjingkrak-jingkrak dan melakukan Sing-Along di reff-nya. Setelah lagu Good Luck My Way, Hyde lalu menyapa para penggemarnya dengan bahasa indonesia ala turis Jepang, spontan para fans wanita (khususnya) berteriak-teriak histeris ketika Hyde melontarkan kecupan. Gitar diambil dan ketika intro lagu “Honey” dimainkan, para fans seakan kembali melupakan segalanya, berteriak-teriak histeris, dan melakukan sing-along bersama Hyde di salah satu lagu wajib para fans Laruku ini. Melihat para fans masih “high” di lagu Honey, Laruku tidak memberikan kesempatan bernafas ketika intro “Drink it Down” yang juga merupakan soundtrack game Devil May Cry dimainkan, kemudian disusul dengan “Revelation”.

Suasana panggung yang tiba-tiba gelap menjadi tanda-tanda sesi “ballad” dimulai, intro “Hitomi no Jyuunin” , “XXX”, dan “Fate” menjadi penyejuk bagi crowd yang sedari tadi berjingkrak-jingkrak tanpa henti. Gelombang koor lagi-lagi terjadi di lagu ini, disusul dengan track emosional lainnya, “Forbidden Lover”, yang membuat Hyde meneteskan air mata. Ketika lagu berakhir, Ken mulai memamerkan skill gitarnya dengan memainkan melodi mendayu-dayu yang ternyata merupakan pengantar ke intro “My Heart Draws a Dream”.

















