Utah State University Kembangkan Alat Pengisi Daya Dinamik
Berlomba-lomba menciptakan perangkat wireless untuk meningkatkan kenyamanan bagi konsumen tidak hanya dilakukan di industri teknologi. Hal serupa juga menjad isu penting dalam industri otomotif yang semakin diramaikan dengan rangkaian kendaraan elektrik. Sejumlah peneliti pun mulai mengembangkan cara pengisian daya ulang wireless yang tidak hanya dapat dilakukan pada saat mobil dalam kondisi diam, tetapi juga ketika sedang melintas di jalan raya.

Itulah yang dilakukan oleh Jeff Muhs bersama dengan tim penelitinya di Energy Dynamics Laboratory, Utah State University (USU). Untuk saat ini, USU memfokuskan penelitiannya kepada pengisian daya baterai wireless yang tidak bergerak dan akan meluncurkan rute bus elektrik di sekitar kampus. Bus tersebut akan melintasi rute sepanjang 2,4 km dan berhenti di masing-masing ujung rute untuk mengisi daya baterai.
Selain meneliti alat pengisi daya baterai stasioner, perhatian USU juga tertuju kepada alat pengisi daya baterai dinamik. Alat ini akan memungkinkan para pemilik kendaraan elektrik untuk mendapatkan daya tambahan ke dalam baterai pada saat melintasi jalan-jalan tertentu. Berdasarkan penjelasan Jeff kepada Autoblog, pada dasarnya semua kendaraan elektrik membutuhkan rata-rata daya sebesar 20kW.
Jeff menjelaskan bahwa penggunaan koil berdaya 20kW mengharuskan mereka untuk menaruh lebih banyak koil di sepanjang jalan. Untuk menjawab masalah tersebut, USU akan menggunakan koil berdaya 100kW sehingga daya yang masuk ke dalam mobil dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai sekaligus memberi asupan tenaga untuk laju kendaraan. Kehadiran teknologi serupa tentunya dapat membantu menjawab masalah jarak tempuh baterai kendaraan elektrik.


















