Review Corsair Dominator Platinum 2133Mhz 16GB Kit: Speed Meets Elegance

Reading time:
September 12, 2012

Stability

Memori yang cepat tapi tidak stabil tentunya bukan hal yang Anda inginkan. Kami juga berpikir hal yang sama, sehingga kami menyertakan pengujian stabilitas memori dengan menjalankan aplikasi LinX 0.6.4. Program ini bertujuan untuk menguji stabilitas PC dengan cara ‘menyiksa’ CPU dan sistem memori kita dengan perhitungan floating-point yang rumit. Kami menjalankan tes ini dengan selama kurang lebih 3 – 5 loop, dan men-setting RAM Usage ke maksimal, supaya semua area dari RAM yang tersisa bisa diuji.

Note : Definisi ‘stabil’ disini adalah berbasiskan pengujian internal kami, dimana jika ada suatu RAM kit melewati 3-5 loop tes LinX ini, maka RAM tersebut cukup stabil untuk dipakai sehari-hari. Setiap user memiliki definisi kestabilan yang berbeda-beda, ada yang menggunakan SuperPi 32M, ada yang ‘memaksa’ sistemnya menjalankan Linx selama 4-6 jam, ada yang menggunakan MemTest86+, dan lain sebagainya.

DomiPT2133 LinxPass
*klik untuk memperbesar*

Seperti semua memori yang datang ke lab kami, Corsair Dominator Platinum bisa menjalankan uji kestabilan LinX (seperti yang terlihat ada screenshot diatas), hanya saja ada sedikit catatan dari kami: Ada beberapa kombinasi CPU dan Motherboard tertentu kadang menyebabkan ketidak-stabilan saat Dominator Platinum digunakan. Setelah kami telusuri, masalahnya terletak pada relasi antara VDimm dan kualitas  CPU Memory Controller (IMC). Ada beberapa IMC yang agak ‘lemah’, dan baru bisa beroperasi stabil ketika VDimm dinaikkan ke sekitar 1.55V.

Sistem testbed utama kami (3930K+ MSI Xpower II) tidak mengalami masalah kestabilan sama sekali pada VDimm 1.5V(standar XMP). Namun ada satu kombinasi antara 3960X dan mobo Intel DX79SI yang baru beroperasi stabil ketika diberikan VDimm 1.55V. Jadi, kalau anda  menggunakan Dominator Platinum dan mengalami masalah seperti ini, Anda cukup sedikit menaikkan VDimm-nya saja.

Overclocking

Disclaimer :  Overclocking adalah hal yang kadang tidak disupport sepenuhnya oleh para produsen hardware, dan ada kemungkinan dapat memberikan efek negatif bagi hardware Anda (ketidakstabilan, bahkan kerusakan permanen hardware) jika dilakukan dengan tidak benar. Do it at your own risk!

Seri RAM ‘Dominator’ dari Corsair terkenal dengan overclockability-nya. Maka dari itu, kami menguji sejauh mana RAM Dominator Platinum bisa berlari.

Test 1 : DDR3-2333, 10-12-12-30

Saat overclocking dengan timing XMP(9-11-10-30), kami selalu mendapati kegagalan booting ketika mencoba menaikkan frekuensi RAM lebih dari 2200Mhz. Dengan menaikkan BCLK ke 125Mhz, melonggarkan timing ke 10-12-12-30 dan VDimm 1.65V, kami berhasil mendapat clockspeed DDR3-2333. Sayangnya timing yang longgar ini memberi pinalti performa yang menyebabkan skor benchmark pada konfigurasi ini lebih rendah dari XMP.

DomiPT2133 2333Timing DomiPT2133 2333AIDA DomiPT2133 2333Pi32M

Test 2 : DDR3-2400, 11-13-13-35

Tidak puas dengan konfigurasi DDR3-2333, kami terus mencari clock yang lebih tinggi lagi, yakni 2400Mhz. Lagi-lagi clock tinggi ini harus dibayar dengan timing yang sangat loose, yakni 11-13-13-35. Disini, hampir tidak ada benchmark yang bisa kami jalankan dengan stabil, meskipun VDimm sudah kami naikkan ke 1.75V.

DomiPT2133 2400Timing

 

Pada akhir uji overclocking kami, kami mendapati ternyata konfigurasi XMP (2133Mhz, 9-11-10-30) sudah memberikan performa yang paling baik. Dominator Platinum bisa berjalan diatas DDR3-2300Mhz+, namun  membutuhkan timing yang longgar (CL10 /11), sehingga ujung-ujungnya menurunkan performa overall.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Bodi ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA) Form Factor Clamshell Material…
February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Bodi Acer Nitro V 16S AI Form Factor Clamshell Material…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 28, 2026 - 0

Review HP OMEN 16 (AP0999AX): Super Kencang Tapi Tetap Adem! Cocok Jadi Alternatif OMEN MAX?

Bodi HP OMEN 16 (AP0999AX) Form Factor Clamshell atau laptop…

Gaming

February 21, 2026 - 0

Studio Game Xbox Tak Kena Restrukturisasi Pasca Pergantian Pimpinan

Pimpinan Xbox menjawab kekhawatiran akan terjadinya PHK di studio game…
February 21, 2026 - 0

Xbox Mendadak Ganti Pimpinan, Phil Spencer Pensiun & Sarah Bond Keluar

Tampuk pimpinan tertinggi Xbox mendadak guncang, dengan pensiunnya CEO &…
February 21, 2026 - 0

Ubisoft Kembangkan 2 Game Far Cry & Beberapa Game Assassin’s Creed Baru

Pimpinan Ubisoft konfirmasi adanya pengembangan 2 game Far Cry baru…
February 21, 2026 - 0

PlayStation 5 Raih Penjualan Hardware Tertinggi di Amerika Per Januari 2026

Persaingan antara console PlayStation 5 dan Nintendo Switch 2 untuk…