EMC: Twitter dan Jejaring Sosial Berperan Penting dalam Perkembangan Big Data
Berbicara mengenai Big Data tidak luput dari penggunaan jejaring sosial. Setiap update status dan foto yang diunggah berkontribusi kepada perkembangan fenomena tersebut. Dalam proyek The Human Face of Big Data, EMC mengambil lebih dari satu miliar tweets di seluruh dunia dari tanggal 28 Agustus—6 September 2012 untuk mengukur tren yang terjadi dalam beragam industri.

John Clifford, Senior Director Executive Briefing Center EMC Asia Pasific & Japan, mengambil contoh pemilihan presiden Amerika Serikat. “Jika presiden dipilih berdasarkan jumlah tweets, presiden Obama akan menjadi pemenangnya,” tutur John.
Hasil analisis tersebut dapat ditinjau lebih dalam dan spesifik melalui software kembangan Tableau, misalnya jumlah tweets dari masing-masing negara atau kata kunci dan isu yang diangkat dalam setiap tweet. Penggunaan kata kunci pun dapat digunakan untuk mengukur tingkat keamanan dan kondisi lalu-lintas masing-masing negara.
Dalam dunia olahraga, Scott Drummonds, Technical Director vSpecialist EMC Asia Pasific & Japan, mengambil contoh dari Major League Baseball. Popularitas masing-masing tim dapat dilihat melalui beragam tweet yang diluncurkan. Sebagai contoh, New York Yankees dan Boston Red Sox merupakan dua tim yang paling banyak dibicarakan di Twitter, sedangkan Washington Nationals yang meraih prestasi gemilang selama musim 2012 tidak banyak mendapat perhatian dari publik.
Sebagai contoh penggunaan Big Data di luar jejaring sosial, Scott memaparkan kondisi di Jepang pasca bencana pada bulan Maret tahun lalu. Data yang diambil dari sejumlah alat pengukur di sekitar Jepang mampu menghasilkan peta radiasi. Detail informasi yang didapatkan pun menunjukkan bahwa bahaya radiasi terjadi dalam radius 100 km dari reaktor nuklir Fukushima.
Untuk membantu masyarakat mengerti lebih jauh mengenai Big Data dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari, EMC mengajak pengguna perangkat berbasis iOS dan Android untuk mengunduh aplikasi The Human Face of Big Data. Aplikasi tersebut memungkinkan pengguna untuk mengetahui kesamaan pendapat dan pandangan mengenai beragam isu dengan para pengguna lain di seluruh dunia. Detail lebih lanjut dapat Anda temukan di sini.













