NetApp Bocorkan Rencana Peluncuran Solusi Big Data Baru

Reading time:
October 5, 2012

Big Data merupakan fenomena yang semakin marak dibicarakan, terutama dengan berkembangnya jumlah file digital yang dihasilkan oleh perusahaan di setiap sektor industri. NetApp memprediksikan jumlah data pada tahun 2020 akan mencapai 35 zettabytes yang 80% di antaranya berupa data tidak terstruktur.

“Big Data mengacu kepada rangkaian data yang ukurannya melampaui kemampuan alat penyimpanan biasa untuk menangkap, menyimpan, mengelola, dan menganalisis,” tutur Steven Law, Country Manager NetApp Indonesia. “Big Data tidak hanya datang dari jejaring sosial, tetapi menyentuh semua area, dari rekam medis, fotografi, hingga video yang kini berkualitas 1080p.”

Steven Law Country Manager NetApp Indonesia
Steven Law, Country Manager NetApp Indonesia.

Menurut NetApp, tiga faktor yang harus dihadapi perusahaan ketika berurusan dengan Big Data antara lain kompleksitas dan volume data, serta kecepatan bandwidth. “Tidak semua vendor siap menyuguhkan solusi built-in,” ujar Steven. Untuk itu, NetApp akan segera menghadirkan solusi khusus storage E-Series.

Berbeda dengan FAS-series, E-Series hanya dikhususkan untuk penyimpanan, tanpa tambahan kemampuan deduplikasi, provisioning, ataupun snapshot. “FAS lebih smart dibanding E-Series. Maka dari itu harga E-Series pun lebih murah,” jelas Yudi Wiradarma, Technical Consultant Team Lead di NetApp. Sayangnya, harga yang dimaksud pun belum bisa disebutkan saat ini. “Solusi yang ditawarkan NetApp mampu mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, dan menurunkan biaya kepemilikan,” tambah Steven.

“E-Series merupakan bagian dari solusi, bukan keseluruhan solusi yang akan menjawab masalah Big Data,” jelas Yudi. Perusahaan dapat memanfaatkan solusi E-Series untuk menangani masalah penyimpanan data dan mengombinasikannya dengan software yang sesuai dengan kebutuhan, misalnya untuk kebutuhan analitik, pengelolaan konten, atau bandwidth.

Dalam acara temu media yang digelar pada hari Kamis (4/10), NetApp menekankan bahwa dengan alat yang tepat, Big Data dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk berkembang. “Tidak hanya di TI, potensi Big Data dapat digunakan di industri keuangan, manufaktur, kesehatan, dan pemerintah,” ujar Steven.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

August 11, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 535: Harga Terjangkau Tapi Sekencang Apa?

Ini Laptop Gaming terjangkau dan terbaru dari Axioo, dengan GPU…
August 6, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 16 Valorant Edition: Desain Keren, Performa Kenceng, Suhu Super Adem!

Ini adalah laptop gaming terbaru dari HyperX, yang berkolaborasi dengan…

Gaming

August 27, 2026 - 0

Blizzard Hadirkan Overwatch Rush, Game Mobile Seru yang Siap Rilis di Indonesia

Blizzard hadirkan hero shooter Overwatch Rush, game mobile seru yang…
August 27, 2026 - 0

Trailer Petit Planet di Gamescom 2026 Pamerkan Cozy Life di Antara Bintang

Trailer Petit Planet di Gamescom 2026 memperlihatkan aktivitas cozy dan…
August 27, 2026 - 0

HoYoverse Ungkap Nodusfall di Gamescom 2026

HoYoverse perkenalkan game terbarunya, Nodusfall, di Gamescom 2026, perlihatkan game…
August 26, 2026 - 0

LG Rilis Gaming Monitor 1000 Hz Untuk Pecinta Angka FPS Ekstrim

LG hadirkan monitor gaming UltraGear 25G590B dengan refresh rate native…