[Infographic] Big Data dalam Formula 1

Reading time:
November 19, 2012

Berkontribusi terhadap lonjakan jumlah data yang dikenal sebagai fenomena Big Data merupakan kegiatan sehari-hari setiap konsumen, khususnya yang aktif dalam media sosial. Namun, fungsi yang diraih menggunakan data tersebut bukanlah topik yang menarik bagi konsumen, bahkan mereka yang memiliki kedekatan dengan tren-tren di industri TI.

F1
*Image source: Autoblog.

Ternyata manfaat Big Data tidak hanya bisa dipanen oleh perusahaan teknologi. Industri otomotif, khususnya dunia motorsport pun dapat memanfaatkan lonjakan data tersebut. Sebagai contoh, ajang Formula 1 yang baru-baru ini diselenggarakan di kota Austin, Texas. Tidak sekadar mengetahui pembalap yang meraih posisi pertama di akhir putaran, data yang dihasilkan sepanjang ajang berlangsung mampu membantu masing-masing tim memperbaiki performa mobil dan pembalapnya.

Beragam revolusi terjadi dalam ajang F1, seperti penggunaan girboks sekuensial semiotomatis dan paddle-shift pada tahun 1989, keterlibatan teknologi KERS 20 tahun setelahnya, serta sistem drag-reduction pada tahun 2011. Kini, masing-masing mobil F1 dilengkapi 130 sensor yang mampu menghasilkan cukup banyak data untuk mengisi sejumlah buku telepon di akhir ajang balap yang berlangsung selama dua jam.

Data-data yang dipanen dari sensor tersebut antara lain performa maksimum mesin F1, jarak masing-masing lintasan balap, hingga total jarak yang ditempuh setiap pembalap per tahun. Sebagai contoh, kecepatan maksimum mobil F1 yang mencapai 350km/jam dalam putaran mesin 18.000 rpm yang menghasilkan tekanan sebesar 5G. Selain itu, terhitung sekitar 200.000 liter bahan bakar digunakan oleh setiap tim untuk menguji 50 pengaturan mesin di sirkuit dan kondisi cuaca yang berbeda.

Satu data yang paling menarik adalah total jarak yang ditempun masing-masing pembalap F1 dalam kurun waktu satu tahun, yaitu 160.000 km atau sama dengan mengitari bumi sebanyak empat kali. Untuk contoh lainnya, berikut infographic yang disuguhkan NetApp.

NetApp F1 Big Data1
*Klik untuk memperbesar gambar.
Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…
September 23, 2026 - 0

Review ADVAN Air Neo: ADVAN Punya Laptop Super Ringan?

Ini adalah laptop Ultra Thin – Ultra Light terbaru dari…

Gaming

October 15, 2026 - 0

Sony Rilis PS5 Midnight Black Khusus di Jepang Dengan Harga Lebih Murah

Sony meluncurkan PS5 Digital Edition Midnight Black khusus untuk gamer…
October 15, 2026 - 0

Valve Beri Modder Akses Untuk Buat Aksesori Steam Frame Sendiri

Valve merilis file CAD Steam Frame untuk umum, otomatis memberi…
October 14, 2026 - 0

Ajazz AM5 Hadirkan Mouse Kompetitif Dengan Body Magnesium

Mouse gaming kompetitif Ajazz AM5 hadir berbeda dari mouse lainnya,…
October 14, 2026 - 0

ATK Luncurkan Blazing Sky Phantom, Mouse Esports Berbahan Carbon Fiber

ATK GEAR luncurkan mouse gaming Blazing Sky Phantom, menawarkan bobot…