Pengembangan Alat Pacu Jantung Tanpa Baterai Sedang Dilakukan
Normalnya, alat pacu jantung menggunakan tenaga baterai untuk bisa bekerja. Setiap beberapa tahun sekali, alat pacu jantung tersebut harus diganti dengan yang baru lewat operasi. Untuk melakukan operasi ini, tentunya membutuhkan biaya yang tidaklah murah. Karena itu, peneliti dari Universitas Michigan saat ini tengah mengembangkan alat pacu jantung yang tidak membutuhkan baterai untuk dapat bekerja, melainkan menggunakan daya detak jantung pasien yang membutuhkan alat pacu jantung tersebut.

Teknologi yang terdapat pada alat pacu jantung ini dinamakan “Piezoelectricity”, atau disebut juga sebagai “pressure electricity”. Sesuai namanya, teknologi ini akan menciptakan materi energi listrik dengan menggunakan tenaga eksternal. Pada alat pacu jantung baru ini, tenaga eksternal tersebut dapat didapatkan dari getaran detak jantung sang pasien.
Alat pacu jantung ini belum resmi dikeluarkan dan masih dalam tahap pengembangan. Pada uji coba terakhir, alat pacu jantung ini masih belum bisa menciptakan total energi yang dibutuhkan untuk bisa bekerja optimal seperti alat pacu jantung yang menggunakan baterai sebagai sumber energinya.
Walau belum sempurna, pengembangan alat pacu jantung ini bisa menjadi tahap perkembangan teknologi yang efisien dan inovatif bagi para pasien yang membutuhkannya. Para pasien tidak perlu menjalani operasi rutin selama beberapa tahun untuk mengganti baterai alat pacu jantungnya, sebab alat ini dapat digunakan secara permanen dengan jangka waktu yang jauh lebih lama dari alat pacu jantung baterai.















