Seorang Pria Ditahan Polisi Karena Melempar Lelucon di Twitter

Media sosial dapat membuka berbagai wawasan dan opini pribadi. Anda diberi kebebasan untuk mengutarakan pendapat atau apapun di akun media sosial milik Anda. Namun hendaknya Anda perlu berhati-hati dalam menuliskan sesuatu, karena di dalam media sosial pun terdapat hukum yang berlaku. Tulisan yang Anda buat harus bisa Anda pertanggungjawabkan, jika tidak maka Anda yang akan terkena batunya sendiri.
Seorang pria di China yang bernama Zhai Xiaojun ditangkap oleh polisi setempat karena tweet lelucon miliknya dianggap sebagai penyebarluasan informasi aksi teroris. Padahal, Xiaojun hanya bercanda dan mengutarakan ide tentang skenario film “Final Destination” selanjutnya di Twitter miliknya tersebut. Xiaojun berpendapat bahwa plot dari film horror tersebut bertopik tentang bagaimana semua orang tumbang atau mati pada sebuah pesta delegasi.
Tweet yang dipermasalahkan adalah tweet pada tanggal 5 November 2012 lalu yang berisi sebagai berikut:
“Final Destination 6 has arrived. The Great Hall of the People collapses and the over 2000 people at the meeting are dead, except for seven of them. But afterwards, the seven die one after another in bizarre ways. Is it a game of God, or the wrath of Death? How will 18, the mysterious number, unlock the gate of Hell? Premieres globally on November 8th to bring you an earthshaking experience!”.
Tweet tersebut diposting bersamaan dengan minggu berlangsungnya kongres dan celakanya, pemerintah mengira bahwa tweet Xiaojun tersebut adalah informasi tentang aksi teroris yang akan menyerang rapat kongres.
Saat ini, polisi sedang meginterogasi Xiaojun sementara warga Beijing berpikir bahwa alasan penangkapan Xiaojun ini tidak masuk akal, sehingga sekitar lebih dari 400 orang menandatangani petisi pembebasa Xiaojun.















