Autodesk University akan Menyambangi Indonesia pada Februari 2013
Penyedia solusi desain 3D terkemuka, Autodesk, tahun ini merayakan ulang tahunnya yang ke-30. Di saat yang sama, mereka telah merambah pasar Indonesia lebih dari satu dekade dengan menawarkan beragam solusi berupa software. Kini, Autodesk ingin agar sumber daya manusia di Indonesia untuk menguasai penggunaan produk mereka.
Untuk mencapai tujuan tersebut, bulan Februari 2013 akan hadir sebuah ajang bernama Autodesk University. Meskipun mengusung nama “university”, ajang tersebut hanya berupa workshop yang menghadirkan para ahli software kembangan Autodesk dan testimoni penggunanya.
Indonesia ternyata merupakan salah satu negara pertama di Asia—setelah India—yang mendapat kesempatan untuk menggelar ajang Autodesk University. “Kami tidak menggelarnya di Singapura, Malaysia, Thailand, atau Filipina, tetapi di Indonesia dan itu menunjukkan seberapa penting pasar Indonesia bagi [Autodesk],” tukas V. R. Srivatan, Managing Director Autodesk ASEAN.
Pentingnya sumber daya manusia di Indonesia bagi Autodesk telah mendorong terbentuknya komunitas pendidikan pada 24 Juli 2012. Melalui komunitas tersebut, Autodesk menggratiskan semua software kembangannya bagi para pelajar. Hingga saat ini, lebih dari 38 juta pelajar di Indonesia telah mengunduh dan menggunakan software milik Autodesk.
Selain mengajarkan penggunaan software, Autodesk juga memfokuskan diri untuk pengembangan pasar di Indonesia. Tiga industri utama yang akan disentuh termasuk manufaktur (khususnya otomotif), minyak dan gas, serta infrastruktur.

Autodesk pun menawarkan beragam solusi desain 3D yang membantu proses konstruksi bangunan, serta menyimulasikan sejumlah skenario bencana untuk menguji kerentaan desain. Solusi desain 3D juga dihadirkan untuk industri hiburan, tetapi Country Manager Autodesk Indonesia, Achirul Djamal, mengaku perfilman di Indonesia masih belum gencar menggunakan solusi tersebut.












