Senapan Ini Menggunakan Linux untuk Akurasi Tembak yang Maksimal

Reading time:
January 10, 2013

Linux merupakan fondasi terbentuknya salah satu sistem operasi mobile terbesar di dunia, Android. Tidak sedikit pula pengguna komputer yang masih mengandalkan sistem operasi tersebut. Kini, Linux menemukan rumah baru dalam jajaran senapan berburu pabrikan startup TrackingPoint.

TrackingPoint PGF

Perusahaan yang berbasis di kota Austin, Texas, itu memproduksi Precision Guided Firearms (PGF). Lini produk tersebut terdiri atas tiga senapan berburu yang mengombinasikan senapan, mekanisme pelatuk yang sudah dimodifikasi, teropong bidik digital, dan peluru khusus.

Teropong bidik berbasis Linux di PGF menawarkan segudang informasi yang membantu memaksimalkan akurasi tembakan. Dari orientasi arah senapan hingga posisi bidikan ditampilkan dalam teropong tersebut.

Sebelum menembak, pengguna dapat menandai target menggunakan tombol khusus di dekat pelatuk. Teropong akan menampilkan sebuah titik di tubuh target dan memperhitungkan jarak, suhu dan kelembaban, usia laras, arah peluru akan menusuk, dan beragam parameter lainnya.

Ketika arah bidikan sudah sempurna, pengguna hanya perlu menarik pelatuk. Namun, peluru tidak langsung meluncur. Tampilan bidikan akan berubah dari merah menjadi biru, kemudian pengguna harus menyesuaikan arah bidikan kembali, baru setelahnya peluru akan meluncur.

Mekanisme tersebut digunakan untuk mengantisipasi gerakan tubuh saat menarik pelatuk dan menahan hentakan senapan. Dengan mengeliminasi pergeseran bidikan akibat dua hal tersebut, arah tembakan menjadi lebih akurat.

Sistem PGF juga bekerja layaknya kotak hitam dalam pesawat. Setiap bidikan akan direkam secara otomatis. Dengan adanya WiFi dan sebuah aplikasi iOS, pengguna bisa memanfaatkan iPhone atau iPad sebagai monitor kedua, serta mengirim rekaman tembakan ke jejaring sosial.

TrackingPoint PGF with case

Senapan PGF dijual dengan harga mulai dari US$17.000. Paket penjualan tersebut sudah termasuk sebuah iPad yang dilengkapi aplikasi TrackingPoint.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 20, 2026 - 0

Epic Games Akan Rombak Store Launcher Supaya Lebih Cepat

Epic Games siapkan perombakan besar untuk Epic Games Store, dan…
June 20, 2026 - 0

Sony Mulai Andalkan AI untuk Masa Depan PlayStation

Sony mengungkap rencana penggunaan AI untuk pengembangan game, PS Store,…
June 19, 2026 - 0

Tanggal Rilis GTA 6 Hilang dari Situs Rockstar, Picu Kekhawatiran Akan Delay

Akibat hilangnya tanggal rilis GTA 6 dari situs Rockstar Games…
June 19, 2026 - 0

Pasar Game Global Cetak Rekor Pendapatan di Tengah Gelombang PHK

Pendapatan pasar game global tembus $201,6 miliar pada 2025, di…