Samsung Berencana Jual Liquavista ke Amazon
Pada tahun 2011 lalu, Samsung yang dikenal sebagai pembuat panel layar datar terbesar di dunia, membeli perusahaan Belanda bernama Liquavista yang memproduksi Electrowetting Display (EWD) atau e-ink. Waktu itu, sepertinya nasib e-ink akan mujur dan bisa diminati sebagai alternatif display selain display warna yang dikembangkan Samsung. Namun, kini Samsung berniat menjual perusahaan tersebut karena akuisisi yang dilakukan 2 tahun lalu itu dianggap tidak memenuhi harapan. Dikabarkan Samsung tengah membicarakan penjualan Liquavista dengan Amazon dan kemungkinan akan dilepas dengan harga di bawah $100 juta.

Menurut laporan Bloomberg, selain karena tidak memenuhi harapan, alasan lain Samsung ingin melepas Liquavista adalah karena ketergantungan Samsung pada OLED sebagai teknologi display yang lebih superior. Padahal, sejak akuisisi tersebut Samsung telah menunjukkan kemajuannya dengan EWD pada berbagai acara teknologi dan bahkan menjanjiikan produksi masal tahun ini.
Liquavista sendiri didirikan tahun 2006 dan berpusat di Eindhoven, Belanda. Perusahaan tersebut spesialis memproduksi tipe teknologi display yang dikenal sebagai electrowetting yang banyak digunakan pada e-reader dimana pasarnya kini didominasi oleh Amazon dengan Kindle. Samsung sendiri telah mengikuti pergeseran preferensi konsumen pada smartphone dan tablet yang sebagian besar menggunakan LCD.
Pembicaraan penjualan dengan Amazon tersebut nampaknya dimaksudkan agar situs jual beli online yang berkembang dengan menjadi produsen berbagai gadget tersebut bisa memanfaatkan teknologi yang dimiliki Liquavista pada produk Kindle dan semacamnya di masa depan. Juru bicara Samsung sendiri menyatakan kesedihannya pada masa depan produk yang menggunakan display e-ink melampaui e-reader, dan kini nampaknya harapan mereka hanya ada pada smartphone YotaPhone yang saat ini beredar sebagai smartphone dual display, salah satunya menggunakan e-ink. Menurut periset dari IHS, pengapalan e-book reader diramalkan akan turun 27% menjadi 10.9 juta unit pada tahun 2013 ini, sedangkan di tahun 2016 akan turun lagi menjadi 7.1 juta unit atau kurang dari sepertiga dari volume puncak di tahun 2011.












