Review Motherboard Gigabyte Z77X-UP7: Si Orange Legenda Overclocking Telah Kembali
The Board

Color scheme dari yang membuatnya cukup unik diantara board-board lainnya yang hadir dipasaran. Kombinasi warna hitam dan orange secara tidak langsung menjadi warna “resmi” dari kelas overclocking. Walau tidak menyandang overclocking dalam namanya,sekali melihat warna yang diusung para enthusiast pun sudah mengerti segmentasi dari Z77X-UP7.

Layout board ini terlihat tak berbeda jauh board seri overclocking lainya dari Gigabyte. Jika dibanding langsung dengan X79-UD7 dan “kakak tertua”nya X58A-OC terlihat bahwa untuk board kelas ini Gigabyte memiliki filosofi design yang kurang lebih sama. Peletakan komponen difokuskan pada fungsi, urusan kosmetik menjadi nomor dua.
Kalau dilihat secara teliti memang terlihat beberapa perubahan dilakukan untuk memperbaiki layout secara umum. Beberapa komponen telah berpindah tempat, lainnya bahkan merupakan komponen baru. Sepanjang review ini kita akan bahas satu persatu mengenai perubahan ini.
Backpanel

Walau menyandang gelar motherboard untuk overclock, bukan berarti I/O yang diusung oleh Z77X-UP7 menjadi minimalis seperti X58A-OC. Gigabyte sadar bahwa banyak power user yang juga mencari motherboard overclocking karena mencari jaminan bahwa komponen yang digunakan adalah the best of the best. Tentu pengguna tipe ini masih membutuhkan I/O yang lengkap. Karena itulah untuk I/O yang hadir di Z77X-UP7 terbilang cukup berlimpah bagi sebuah motherboard overclocking
Port yang disediakan:
- 1x PS/2 Keyboard/Mouse Port
- 1x HDMI Port
- 1x Display Port (DP) Port
- 1x VGA (D-Sub) Port
- 1x DVI-D Port
- 4x USB 3.0/2.0 Ports
- 2x RJ-45 Port (LAN)
- 6x audio jacks
- 1x Optical S/PDIF Out Connector
Peningkatan pesat dalam performa internal GPU dari Intel membuat Gigabyte tidak bisa mengabaikan ketersediaan output untuk onboard display. Perusahaan asal Taiwan ini menyikapinya dengan menghadirkan pilihan output yang cukup lengkap. Walaupun pada prakteknya para overclocker yang menggunakan board akan sangat jarang output tersebut karena rata-rata mereka menggunakan graphic card yang terpisah.
Terlihat bahwa seluruh USB port yang disediakan board ini adalah USB 3.0. Untuk memastikan keyboard atau mouse USB dikenali pada saat menginstall Windows, pastikan Anda menggunakan port USB yang berada dibawah port PS/2.
PCI Express/PCI Slot

Tak banyak motherboard yang menggunakan chipset Z77 mengusung fitur 4-way multi GPU, motherboard ini adalah salah satunya. Bagi motherboard Gigabyte fitur ini hanya hadir pada motherboard seri high-end baik dari seri overclocking atau pun gaming.Alasannya adalah chipset Intel Z77 tidak mendukung konfigurasi menggunakan empat buah graphic card secara native.
Untuk mendapatkan fitur 4-way SLI atau CrossFireX produsen motherboard harus menambahkan sebuah chip bernama PEX 8747. Chip ini bertindak sebagai regulator antara CPU dengan GPU dan menggandakan lalu lintas data antara keduanya.Permasalahannya adalah harga chip ini cenderung mahal, sehingga banyak produsen yang enggan menyertakan chip ini kecuali bagi produk high-end mereka seperti Z77X-UP7. Alasan lainnya tentunya adalah jarang sekali pengguna yang memerlukan setup dengan konfigurasi 4-way graphic card. Perkecualian hadir pada overclocker yang berlomba mengejar kecepatan tertinggi.
Total PCIe slot yang dimilikinya:
- 4x Slot PCI-Express X16 (Orange)
- 1x Slot PCI Express X8 (Hitam)
- 2x Slot PCI-Express X1 (Hitam)
SATA

Board ini menyediakan 10 port SATA: 4 port SATA II (Hitam) dan 2 port SATA III (Putih) menggunakan koneksi dari PCH Z77. Sementara 4 port SATA III lainnya (Abu-Abu) dikontrol oleh chip tambahan dari Marvell 88SE9172.

Salah satu fitur yang mulai identik dengan motherboard Intel Keluaran Gigabyte adalah disertakannya slot mSATA. Hampir semua line-up motherboard Gigabyte yang menggunakan chipset Z77 memiliki slot mSATA. Fungsi utama dari slot ini adalah untuk menampung media penyimpanan data dalam bentuk sebuah SSD mSATA.
SSD tersebut bisa difungsikan sebagai storage penyimpan Operating System ataupun sebagai pendukung sistem cache yang diusung oleh Intel Smart Response Technology (ISRT). Sayangnya Gigabyte menghubungkan slot mSATA ini kepada slot ke 5 dari port SATAII dari board ini. Selain harus mengorbankan salah satu port SATA, kelemahan lainya yang mungkin adalah apabila menggunakan SSD mSATA yang telah mengusung kecepatan SATAIII, kecepatannya akan turun karena tertancap pada SATAII.
Header Dan Onboard Button

Salah satu perbedaan layout yang kami singgung diatas terjadi pada penempatan header dan onboard button. Telihat pada bagian bawah board yang biasanya hanya dihuni header telah dipenuhi oleh beberapa onboard button yang biasanya diposisikan lebih keatas. Walaupun layout sedikit berubah bukan berarti header yang disediakan jadi berkurang. Board ini masing mengusung sebuah header COM (yang sebetulnya jarang dipakai) dan dua buah header USB 2.0.

Dalam perlengkapan motherboard ini disertakan sebuah front panel USB 3.0, di port ini header tersebut akan dihubungkan.

Butuh lebih banyak USB 3.0? Board ini juga menyediakan sebuah header USB 3.0 lagi. Kali ini letaknya lebih bagian atas board, tepatnya disekitar slot memory.

Umumnya peletakan tombol reset berdekatan dengan tombol power, tetapi pada board ini sedikit berbeda. Tombol reset diletakkan dipojok kanan bawah dari board. Kemungkinan besar ini dilakukan agar insiden “salah pencet” tidak terjadi. Kejadian seperti ini akan berakibat fatal terutama pada kegiatan overclock extreme dimana batas kesalahan yang dapat ditolerir sangatlah tipis.

Selain mengusung fitur yang sudah menjadi standard Gigabyte yaitu Dual EUFI BIOS, board ini menambahkan fitur agar Anda dapat memilih BIOS mana yang digunakan. Fitur sangat berguna untuk menyimpan dua jenis BIOS yang berbeda. Manfaatnya sangat terasa bagi para overclocker yang sangat senang mencoba versi BIOS untuk mencari pilihan yang tepat untuk overclocking.
Fitur lainnya yang hadir adalah kemampuan mematikan fasilitas recovery pada Dual EUFI BIOS. Seperti kita bahwa kegagalan dalam overclock akan secara automatis menjalankan prosedur auto recovery dari BIOS backup kedalam BIOS utama, walau sangat berguna pada pengguna tetapi pagi overclocker fitur ini cukup menyebalkan karena akan berarti kehilangan setting pada BIOS utama.
Kedua fitur diatas dapat diaktifkan melalui dua buah onboard button yang terletak diantara header front panel dengan POST code reader.
Komponen

Area socket dikelilingi oleh pendingin VRM yang berbasis heatpipe. Tentunya dengan menggunakan pendingin tipe tersebut “kesehatan” dari komponen yang didinginkan akan lebih terjamin.

Dengan konfigurasi 32+3+2 yang masing diperuntukan bagi CPU, Intel HD Graphics dan VTT menjadikan board ini memiliki fasa terbanyak dipasaran.

Memory slot yang disediakan oleh motherboard ini sebanyak 4 buah dalam konfigurasi dual channel. Kapasitas maksimal yang dapat ditampung adalah 32 GB. Pembedaan warna slot memory pada motherboard tentunya memudahkan pemasangan memory tanpa harus berkonsultasi pada buku panduan terlebih dahulu.

Gigabyte memperkenalkan istilah baru pada motherboard seri terbaru mereka terutama masuk kedalam lini UP series. Istilah tersebut adalah Power Stage. Di “jantung” Power Stage tersebut adalah chip yang diproduksi International Rectifier (IOR) dengan tipe 3550M.
Power Stage itu sendiri adalah gabungan dari berbagai komponen seperti MOSFET driver, high side MOSFET dan low side MOSFET. Sebelum diperkenalkannya Power Stage, seluruh komponen tersebut komponen yang terpisah. Keuntungan dari penggunaan dari design ini adalah kerja MOSFET menjadi lebih dingin dan lebih efisien.

Untuk memastikan bahwa hardware yang tertancap pada motherboard ini tidak kekurangan daya, maka sebagai sumber daya tambahan Z77X-UP7 mengusung dua buah konektor power 8 pin.

Untuk menjaga agar slot PCI-Express 16x tidak kekurangan daya (terutama pada saat overclock atau pun menjalankan konfigurasi graphic card berganda) terdapat sebuah konektor power yang mengambil daya dari sebuah konektor power SATA.
Fitur Tambahan
Bluetooth 4.0 / WiFi Expansion Card

Gigabyte menyertakan bukan hanya sebuah card yang memiliki kemampuan wireless LAN, tetapi juga memiliki kemampuan Bluetooth 4.0. Anda dapat dengan mudah menghubungkan jaringan ke komputer tanpa harus berurusan dengan kabel. Dengan hadirnya koneksi Bluetooth 4.0 akan memudahkan ketika harus menghubungkan peripheral seperti smartphone atau keyboard-mouse yang menggunakan koneksi tersebut.

Berbeda dengan solusi Wi-Fi GO yang dihadirkan oleh ASUS, Gigabyte lebih memilih menyertakan card tambahan yang dapat dipasangkan di slot PCI-Express X1. Walau terlihat memakan tempat tetapi dengan menggunakan solusi ini Gigabyte juga berhasil mengintegrasikan solusi Bluetooth kedalam card ini. Ditambah kemungkinan ekspansi yang cukup mudah dalam paket penjualan dikemudian hari tentunya juga menjadi pertimbangan.
OC Touch

OC Gear adalah fitur yang diperuntukan khusus untuk para overclocker. Fitur ini memungkinkan melakukan overclocking seperti menaikkan multiplier atau BCLK secara langsung tanpa harus masuk kedalam BIOS terlebih dahulu. Kemampuan untuk overclocking realtime sangat berharga sekali terutama ketika sedang mengejar world record.
Sayangnya pada saat mencoba fitur ini kami menemukan masalah yang cukup mengganggu. Umumnya yang dilakukan adalah mengoverclock melalui BIOS lalu pelan-pelan menaikkan parameter multiplier atau BCLK dengan menggunakan onboard button. Sayangnya tindakan tidak diijinkan oleh Gigabyte. Dibawah ini adalah kutipan dari manual book motherboard ini:

Untuk dapat menggunakan OC Gear Anda harus memastikan seting BIOS pada Optimized Default . Ini berarti Anda harus memulai dari setting bawah dan pelan-pelan naik keatas, Anda tidak bisa memasukkan setting overclock terlebih dulu lalu pelan-pelan menaikkan nya dengan OC Gear. Ini membuat fitur OC Gear menjadi tidak praktis digunakan karena rumit dan memakan waktu.

Seperti kita ketahui prosesor Intel memiliki sedikit masalah ketika menghadapi extreme overclocking. Masalah tersebut adalah cold bug. Untuk mengatasi masalah tersebut motherboard ini menyediakan sebuah LN2 switch. Fungsinya adalah menurunkan multiplier ke 16 agar sistem dapat kembali booting ketika menghadapai cold bug.

Motherboard ini juga menyediakan voltage measurement point untuk memudahkan pengukuran voltase menggunakan multi meter. Pengukuran dapat dilakukan secara langsung menempelkan probe multi meter pada point-point diatas.

Atau menggunakan aksesories yang disertakan Gigabyte untuk memberi kemudahan menghubungkan multi meter kepada voltage measurement point .














