Inilah Berbagai Metode Terbaru Penyebaran Malware pada Smartphone

Reading time:
May 30, 2013

Semakin canggih sebuah teknologi dibuat, maka semakin gencar pula penyebaran virus dan malware yang ada. Bukanlah hal yang baru jika perkembangan virus dan benda-benda yang merugikan tersebut akan terus meningkat seiring dengan teknologi yang kita miliki saat ini. Tak terkecuali smartphone di mana aplikasi yang dapat diunduh pun memiliki resiko malware.

hackwithlight

Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan oleh University of Alabama (UAB) di Birmingham, penyebaran malware pada perangkat mobile ini tidak hanya sekedar dari aplikasi yang diunduh, melainkan dari berbagai cara lain yang lebih beresiko tinggi. Cara yang dimaksud dari laporan milik UAB tersebut menyebutkan bahwa penyebaran virus malware pada perangkat mobile dapat dilakukan lewat saluran suara atau musik, cahaya, dan medan magnetik.

Proses penyebaran malware yang ditemukan ini merupakan sebuah pemicu akan malware yang sesungguhnya sudah tertanam di dalam perangkat gadget sejak awal. Peneliti menemukan bahwa malware tersebut dapat terinstal di dalam gadget secara langsung maupun tidak langsung, dan proses tersebut akan memicu timbulnya malware dari berbagai pesan tersembunyi di balik suara musik maupun cahaya. Musik dan cahaya tersebut bisa datang dari mana saja, bahkan pada televisi sekalipun. Metode ini sangat bergantung kepada perangkat gadget yang selalu dalam keadaan terhubung dan selalu berada di lingkungan penuh sensor audio dan visual dari jarak kurang lebih 55 kaki. Pesan tersembunyi ini takkan diketahui oleh pemilik perangkat gadget, tetapi gadget tersebut dapat mengenalinya.

Sharms Zawoad, salah satu peneliti dari UAB yang mempresentasikan laporan ini pada sebuah konfrensi di Cina, menyatakan bahwa metode ini merupakan metode yang akan terus berkembang seiring waktu. Kunci utama dari laporan ini adalah supaya para pengembang perangkat mobile sadar akan bahaya serangan malware pada perangkat mereka dan memberikan perlindungan yang lebih baik dari sekarang dari metode baru tersebut.

(via University of Alabama)

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 28, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios Neo 16S AI: Prosesor Baru, Lebih Efisien, Bodi Tipis, Tetap Powerful!

Ini adalah laptop gaming dengan prosesor Panther Lake pertama yang…
June 24, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia!

Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo, yang kolaborasi…
June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Laptop 18-Core ini bodinya tipis dan beratnya enteng banget cuman…

Gaming

July 2, 2026 - 0

Sony Akan Tutup PlayStation Store Untuk PS3 dan PS Vita Secara Bertahap

Sony resmi menutup PlayStation Store untuk PS3 dan PS Vita…
July 2, 2026 - 0

PlayStation Resmi Hentikan Produksi Disc Game Baru Mulai Januari 2028

Sony resmi mengumumkan produksi disc fisik untuk seluruh game baru…
July 2, 2026 - 0

Nintendo Naikkan Harga Switch 2 di Korea Selatan

Nintendo resmi menaikkan harga Switch 2 di Korea Selatan sebesar…
July 1, 2026 - 0

PS5 Diklaim Kuasai Hingga 80% Penjualan Game Single Player AAA

Data industri mengklaim PS5 menyumbang hingga 80% penjualan game single…