Computex 2013 Booth Raid: Qualcomm
Sebenarnya salah jika kami menyebutnya Booth Raid. Hal tersebut dikarenakan Qualcomm tidak membuka booth pada TICC, TWTC, ataupun Nangang. Tim Jagatreview harus berjalan sekitar 1 Kilometer dari TWTC untuk datang ke W Hotel Taipei, tempat Qualcomm membuka pagelaran mereka pada Computex 2013 kali ini.


Pada booth Qualcomm, mereka secara umum memamerkan perangkat reference mereka yang bertenagakan Qualcomm Snapdragon 800. Prosesor terkencang dari Qualcomm tersebut saat ini sudah dapat digunakan untuk berbagai macam fungsi. Salah satunya adalah melakukan recording pada resolusi 4K. Nantinya, semua perangkat yang menggunakan Snapdragon 800 akan dapat melakukan perekaman video pada resolusi besar ini. Prosesor ini juga mampu melakukan decoding pada resolusi yang sama.

Pada booth selanjutnya, Qualcomm menunjukkan bahwa prosesor mereka sudah mampu menjalankan instruksi HTML5 / WebGL dengan cepat. Hal ini ditunjukkan dengan benchmark FishTank dari Microsoft. Dengan 20 ikan, perangkat reference Qualcomm menunjukkan kecepatan rendering 60 fps. Qualcomm juga memperlihatkan sebuah demo di mana para developer dapat melakukan pemindahan beban kerja dari salah satu core yang ada pada prosesor Snapdragon 800. Hal ini membuat core yang tidak mendapatkan beban kerja akan mati. Tentunya hal ini akan berimbas kepada penghematan daya.



Selanjutnya, Qualcomm bekerja sama dengan vendor software pihak ketiga mengembangkan sebuah sensor kamera yang disebut Array Camera untuk pengambilan gambar dengan mendeteksi adanya kedalaman atau depth dari sebuah gambar. Dengan begitu, obyek yang dipilih mampu diolah tanpa harus melakukan selecting layaknya pada aplikasi pengolah gambar. Obyek tersebut dapat dipindah ke gambar lain agar seolah-olah memiliki gambar latar yang berbeda atau melakukan efek blur pada obyek tertentu. Teknologi kamera lainnya adalah penggunaan dua kamera secara bersamaan pada sebuah perangkat. Beban kerja dari feature ini tidak akan berimbas pada CPU core, tetapi pada sebuah Video core yang telah disematkan pada SoC Snapdragon 800.

Selain itu, Qualcomm juga sedang melakukan pengujian terhadap teknologi voice command mereka yang langsung tertanam secara hardware. Oleh karenanya, Qualcomm mengklaim bahwa hal ini akan jauh menghemat baterai walaupun feature ini selalu menyala. Sayangnya, pada demo yang ditunjukkan kepada kami, feature ini hanya baru mengenal kata “Hi, Dragon”.

Selanjutnya kami diperlihatkan sebuah konsep rumah masa depan dengan nama Internet of Everything. Konsep ini memperlihatkan bahwa semua perabot rumah tangga nantinya akan dapat terhubung dengan sebuah router dan mampu dikendalikan lewat sebuah smartphone. Hal tersebut mulai dari mesin pembuat kopi, penghangat ruangan, TV, Home Theater, sampai dengan lampu. Sayangnya, tidak sesuai dengan namanya, konsep ini belum dapat berjalan saat dilakukan remote dari internet.

Terakhir, kami diperlihatkan sebuah SoC dengan prosesor Snapdragon 800 yang sedang menjalankan game. Uniknya, SoC ini tidak menggunakan heatsink sama sekali. Hal tersebut tentu sebuah terobosan baru karena selain memiliki tingkat suhu yang rendah, dapat membuat perangkat smartphone dan tablet di masa depan menjadi lebih tipis.














