Extreme Overclocking dengan Asus Maximus V Extreme

Reading time:
June 3, 2013

Preparation

Insulasi Atas
Insulasi kneaded eraser bagian atas
Insulasi Bawah
Insulasi kneaded eraser bagian bawah

Sebelum melakukan Extreme Overclocking seperti biasanya kami menyiapkan motherboard-nya terlebih dahulu. Kami mulai dengan melakukan insulasi diatas dan dibelakang motherboard dengan menggunakan kneaded eraser. Kami melakukan ini agar komponen disekitar CPU tidak basah karena kondensasi. Tutup socket RAM dengan menggunakan “Duct Tape” lalu potong sesuai dengan socket DIMM yang diinginkan dengan menggunakan cutter.

Insulasi RAM Socket
Insulasi RAM Socket dengan duck tape

Let the Game Begins

Setelah selesai melakukan insulasi, kami langsung merakit dan menyalakan sistem dan masuk ke BIOS, memanggil aturan default melalui “Load Optimize Default”, menuangkan LN2, dan menunggu hingga suhu mencapai -100oC.

BONG 100oC

Pada saat suhu mencapai -100oC, kami melakukan setting sebagai berikut:

  • AI Overclocker Tuner: Manual
  • BCLK: 106.0
  • CPU Multiplier: 40x
  • CPU Voltage: 1.35 V
  • DRAM Frequency: 2261.6 MHz
  • DRAM Voltage: 1.75 V
  • VCCSA: 1.25 V
  • VCCIO: 1.25 V

Setelah reboot, kami kembali ke BIOS dan mendinginkan processor ke suhu yang lebih rendah, -170oC. Pada kesempatan kali ini kami akan menggunakan BIOS OC PROFILE yang telah tersedia. Tidak seperti biasanya, pada BIOS Maximus V Extreme ini telah disediakan beberapa option Overclocking Standard yaitu : “Load Gamers’ OC Profile”, “Load Ivy Bridge LN2 Extreme OC Profile 1”, dan “Load Ivy Bridge LN2 Extreme OC Profile 2”.

BIOS Load Profile
BIOS Load Profile

Karena saat ini kami akan mencoba untuk extreme overclocking, maka kami akan mencoba untuk menggunakan fitur ini terlebih dahulu. Kami mulai mencoba “Load Ivy Bridge LN2 Extreme OC Profile 1” lalu kami mendapatkan setting seperti berikut:

  • AI Overclocker Tuner: Manual
  • BCLK: 106.0
  • CPU Multiplier: 56x
  • CPU Voltage: 1.75 V
  • DRAM Frequency: 2261.6 MHz
  • DRAM Voltage: 1.75 V
  • VCCSA: 1.25 V
  • VCCIO: 1.35 V

NB: Setting ini diharapkan dijalankan dalam keadaan temperatur CPU Anda berada pada suhu +/- 170oC dan mengubah jumper LN2 Mode menjadi Enable.

Sedangkan pada option “Load Ivy Bridge LN2 Extreme OC Profile 2kami mendapatkan Setting seperti berikut:

  • AI Overclocker Tuner: Manual
  • BCLK: 106.0
  • CPU Multiplier: 56x
  • CPU Voltage: 1.85 V
  • DRAM Frequency: 2261.6 MHz
  • DRAM Voltage: 1.75 V
  • VCCSA: 1.25 V
  • VCCIO: 1.35 V

NB: Setting ini diharapkan dijalankan dalam keadaan temperatur CPU Anda berada pada suhu – 170oC dan mengubah jumper LN2 Mode menjadi Enable.

Perlu diperhatikan bahwa setting yang diberikan disesuaikan dengan keadaan CPU Ivy Bridge yang tidak semua CPU memiliki kemampuan Overclocking yang sama sehingga setting yang diberikan memiliki tingkat Volt yang berbeda pada CPU Voltage.

Disaat kami mencoba melihat setting RAM timing, tampaknya setting ini tidak mengubah setting apapun.

RAM timing settings
RAM timing settings

Mengapa hal itu terjadi? Hal itu ternyata dikarenakan BIOS Asus Maximus V Extreme ini juga memberikan setting RAM timing yang telah disimpan dan dibagi sesuai kategori chip dan jenis timing (Tight/Loose).

BIOS load profile RAM Timing
BIOS load profile RAM Timing

Setelah memperhatikan setting yang tersedia, kami boot dengan setting Load Ivy Bridge LN2 Extreme OC Profile 1 tanpa mengubah RAM timing.

OC Test1: SuperPi 32M Tanpa SPI Tweak

Setelah masuk ke desktop Windows XP, kami menjalankan SuperPi mod1.5 XS, dengan tetap menjaga suhu pada -170oC. Benchmark berjalan dengan mulus tanpa error dan kami mendapatkan hasil 5 m 39.485 s.

Klik untuk memperbesar dan klik tombol pada kanan atas untuk FULL SIZE VIEW
Klik untuk memperbesar lalu klik tombol pada kanan atas untuk FULL SIZE VIEW

OC Test2: SuperPi 32M dengan SPI Tweak

Setelah selesai menjalankan SuperPi 32M, kami kembali masuk kedalam BIOS dan mengganti option SPI Tweak dari Disable menjadi Enable lalu kembali melakukan boot kedalam Windows XP. Kami kembali menjalankan SuperPi 32M dan berharap mendapatkan hasil yang lebih baik dan juga lebih efisien dengan tetap menjaga suhu pada -170oC dan kami mendapatkan hasil 5m 39.422s.

Klik untuk memperbesar dan klik tombol pada kanan atas untuk FULL SIZE VIEW
Klik untuk memperbesar lalu klik tombol pada kanan atas untuk FULL SIZE VIEW

Sayangnya, fitur SPi Tweak ini hanya mengoptimalkan skor kami sekitar 70-80ms(miliseconds).

Kesimpulan

TOP View MVE

Maximus V Extreme ini mempunyai fitur-fitur yang membantu overclocker dalam melakukan extreme overclock, salah satu yang menurut kami sangat membantu adalah OC Key. Sangat disayangkan, untuk menggunakan OSD, overclocker butuh menekan ROG Connect berkali-kali untuk beralih antara tampilan OSD dan sistem operasi. Untungnya hal itu bisa sedikit dimudahkan berkat ROG Connect Extender yang disediakan. Walaupun begitu, disamping kewajiban untuk menekan tombol ROG Connect tersebut, OC Key sangat mempermudah kami dalam melakukan Tuning on-the-fly. Pergeseran BCLK dan CPU Multiplier dapat dilakukan selayaknya di BIOS, begitu pula dengan pengaturan voltase dapat langsung disesuaikan seiring naiknya BCLK atau CPU Multiplier. Saat overclocking pada motherboard ini kami dapat mengoptimalkan RAM Timing kami yang bagi kami ini adalah timing yang cukup ketat dan dapat berjalan santai pada sistem ini.

PSC Tight Timing
Klik untuk memperbesar lalu klik tombol pada kanan atas untuk FULL SIZE VIEW

Selain pencapaian kami pada RAM timing, ada satu lagi pencapaian kami yang tidak terdokumentasi, yaitu BCLK 114.8Mhz pada CPU kami. Maximus V Extreme menyajikan kemudahan dalam mengejar Optimal Setting secara real time, dan motherboard ini memiliki kemampuan untuk mengatur hal-hal advance sebagai contoh BCLK Skew, CPU I/O Skew, DMI Skew, PLL Skew, PCIE Drive Strength, PCH CLK Driving, dan banyak opsi lainnya. Opsi advance ini bertujuan untuk mengatur signal-signal yang dikirimkan antar komponen yang ada pada Motherboard Maximus V Extreme.

BIOS Maximus V Extreme yang sudah disiapkan dengan option overclocking standard yang membantu overclocker yang baru melakukan extreme overclocking melalui standard Asus. Bagi Anda yang merupakan seorang overclocker sekaligus seorang gamer, seseorang yang mempunyai jiwa sportif dan kompetitif dalam mencapai target, Maximus V Extreme dapat memberikan tantangan tersendiri dalam mencapai limit maximum dari hardware dan skill Anda dalam melakukan gaming dan overclocking. Seperti Visi dari Asus ROG “ROG-branded products always promise you: Absolute leading performance for those keen on winning power Innovative user controls deliver true game-ruling innovation Stylish gamer-focused design merges the excitement of gaming with a unique fashion sense”!

Sampai jumpa di berbagai review extreme overclocking kami yang lainnya bersama JagatOC Team, hanya di JagatReview!

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Bodi Acer Nitro V 16S AI Form Factor Clamshell Material…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 28, 2026 - 0

Review HP OMEN 16 (AP0999AX): Super Kencang Tapi Tetap Adem! Cocok Jadi Alternatif OMEN MAX?

Bodi HP OMEN 16 (AP0999AX) Form Factor Clamshell atau laptop…
January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…

Gaming

February 5, 2026 - 0

Kenaikan Harga Switch 2 Jadi Pertimbangan Nintendo

Nintendo akan pertimbangkan dengan matang sebelum menaikkan harga Switch 2…
February 5, 2026 - 0

Perusahaan Game Jepang Alami Penurunan Nilai Saham Massal

Pasar gaming Jepang ternyata ikut terdampak oleh penurunan nilai saham…
February 5, 2026 - 0

GTA 5 Telah Terjual Sebanyak 225 Juta Copy Hingga Saat Ini

Minat gamer akan GTA 5 ternyata masih belum padam, terbukti…
February 5, 2026 - 0

Electronic Arts Nikmati Peningkatan Keuntungan Berkat Battlefield 6

Kesuksesan penjualan Battlefield 6 menjadi pendorong keuntungan besar untuk Electronic…