Microsoft Kembangkan Teknologi Pengenalan Suara yang Lebih Pintar

Dengan menggunakan metode sederhana yang menirukan fungsi otak, peneliti di Microsoft mengklaim mereka dapat menggandakan kecepatan teknologi pengenalan suara di Bing.
Untuk bersaing dengan Apple dan Google terutama di pasar mobile, Microsoft memfokuskan departemen riset mereka untuk membantu menyempurkankan teknologi pengenalan suara. Dengan teknologi ini, pengguna dapat berbicara langsung ke gadget mereka untuk menulis SMS ataupun untuk melakukan pencarian di web.
Para peneliti di Microsoft mengklaim bahwa mereka telah menemukan suatu metode sederhana untuk meningkatkan akurasi dari proses pengenalan suara serta mempercepat hasil komputasi pencarian dengan meniru pola kerja otak manusia.
Dengan menerapkan apa yang disebut sebagai jaringan neural dalam ke teknologi pengenalan suara, para peneliti Microsoft ini mengklaim bahwa para pengguna di AS yang membuat suatu SMS atau melakukan pencarian dengan menggunakan suara mereka akan mendapatkan hasil pencarian dua kali lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan teknologi Microsoft sebelumnya. Bahkan tingkat akurasinya meningkat hingga 15 persen.
Bahkan tingkat kesalahan pun diklaim dapat berkurang. Pada percobaan internal Microsoft, mereka menemukan bahwa dengan teknologi baru ini kesalahan deteksi kalimat lewat suara menurun dari 16 persen ke titik 13,5 persen. Tingkat kesalahan ini memang bervariasi, tergantung dari sejumlah faktor seperti kebisingan di sekitar ataupun kualitas mikrofon di gadget bersangkutan.
Untuk mencapai penyempurnaan teknologi seperti ini, Microsoft mengganti model akustik pada teknologi pengenalan suara mereka. Dalam salah satu riset teknis mereka, lima orang peneliti di Microsoft menemukan bahwa dengan menggunakan jaringan neural dalam untuk pengenalan suara akan membantu meminimalkan variasi suara yang biasa menghalangi pengenalan suara.
Microsoft telah mengaplikasikan teknologi mereka ini di pusat-pusat data mereka di AS mulai April kemarin, dan berencana menyelesaikan penerapan teknologi ini dalam beberapa minggu ke depan. Mereka tidak menjelaskan kapan teknologi ini dapat digunakan di luar AS.











