[PR] Microsoft Indonesia Lakukan Terobosan Baru Cara Bekerja
Jakarta, 13 Juni 2013 – Hari ini, ratusan staf Microsoft Indonesia berpartisipasi pada kampanye “Office Out-of-Office” atau “Office OOF” dengan tidak hadir –secara fisik– di kantor, namun tetap aktif bekerja dari berbagai lokasi yang tersebar di seluruh Jakarta. Berkat tool kolaborasi Microsoft Lync, SharePoint, dan platform produktivitas berbasis cloud Yammer dan Office 365 dari laptop dan Windows Phone, semua staf Microsoft Indonesia tetap terhubung dan bekerja dari tempat-tempat seperti kafe, kantor klien, pameran, bahkan di bus.
![[PR] Microsoft Indonesia Lakukan Terobosan Baru Cara Bekerja 1 kantor Microsoft kosong](https://jagatreview.pages.dev/wp-content/uploads/2013/06/kantor-Microsoft-kosong-500x333.jpg)
Kegiatan ini menggambarkan tren yang dicatat oleh data Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2012 tentang peningkatan jumlah gadget di Indonesia yang mencapai 240 juta unit atau melebihi jumlah penduduk Indonesia. Selain itu Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) juga mencatat bahwa 65 persen pengguna internet Indonesia lebih sering terhubung ke dunia maya melalui perangkat mobile mereka.
Tren ini menunjukkan bahwa para pekerja maupun individu kini menjadi lebih mobile, karena memiliki pilihan untuk tetap aktif bekerja di manapun ada koneksi ke internet.
![[PR] Microsoft Indonesia Lakukan Terobosan Baru Cara Bekerja 2 Andreas Diantoro](https://jagatreview.pages.dev/wp-content/uploads/2013/06/Andreas-Diantoro-500x307.jpg)
Andreas Diantoro – Presiden Direktur Microsoft Indonesia, mengatakan, “Kerja tidak lagi didefinisikan sebagai tempat yang kita datangi setiap hari. Kerja kini diartikan sebagai apapun aktivitas yang kita lakukan, hasilkan, dari manapun, kapanpun.”
“Microsoft telah menerapkan gaya bekerja yang fleksibel, dengan memanfaatkan teknologi Microsoft seperti Lync, SharePoint, Yammer dan Office 365 untuk berinteraksi, berinovasi, dan tetap produktif. Lync, salah satu komponen Office 365, merupakan bagian tak terpisahkan dari aktivitas kami sehari-hari agar tetap terhubung satu sama lain, dengan pelanggan maupun partner, di manapun kami berada. Kini, dengan terhubungnya Lync dengan SKYPE, semua pengguna Lync juga akan tersambung dengan ratusan juta pengguna SKYPE,” lanjut Andreas.
“Momentum Out-of-Office Day ini merupakan bagian dari upaya kami mempromosikan dan memperkenalkan budaya kerja baru yang hebat, melalui interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi, serta pengalaman yang ingin kami bagi bersama mitra dan pelanggan kami, serta perusahaan lain di Indonesia, seperti AirAsia Indonesia dan Mitra Integrasi Informatika,” kata Andreas.
Bekerja Fleksibel dan Lebih Efisien dengan Office Baru
![[PR] Microsoft Indonesia Lakukan Terobosan Baru Cara Bekerja 3 tim microsoft sedang OOF](https://jagatreview.pages.dev/wp-content/uploads/2013/06/tim-microsoft-sedang-OOF-500x281.jpg)
“Tetap aktif saat berada di luar kantor dan terus terhubung dengan semua staf lain untuk menyelesaikan pekerjaan adalah pengalaman menyenangkan yang ingin kami bagi dengan seluruh pebisnis di Indonesia. Tool enterprise social seperti Lync, Yammer, dan SharePoint memungkinkan semua staf selalu dapat mengakses informasi dan mengikuti perkembangan, dengan tingkat keamanan dan privasi yang memenuhi standar bisnis,” kata Marta Jonatan – Direktur Human Resources, Microsoft Indonesia.
Microsoft telah mengkonversi standar pekerjaan di semua kantor mereka di seluruh dunia menjadi hot-desking. Setiap orang memiliki loker untuk menyimpan barang dan dokumen masing-masing, sementara kantor dirancang untuk menjadi paperless. “Kami sudah terbiasa bekerja secara hot-desking; tidak ada tempat duduk tetap bagi setiap orang,” lanjut Marta.
Selain peningkatan produktivitas melalui penggunaan tools yang memungkinkan karyawan bekerja dari luar kantor, perusahaan juga menghemat biaya ruang kantor, energi, dan infrastruktur. Staf juga dapat leluasa memilih berada di kantor, atau menghindari kemacetan lalu lintas dan memanfaatkan waktu mereka yang berharga bersama pelanggan, atau bahkan keluarga.
Gaya bekerja fleksibel serta fokus pada pemberdayaan, interaksi, dan antusiasme pekerja ini menjadikan Microsoft Indonesia terpilih sebagai Best Employer 2013 dari AON Hewitt dan Most Admired Company 2013 dari Warta Ekonomi.
Air Asia Indonesia Terbang ke Awan bersama Office Baru
Salah satu perusahaan yang juga telah mengadopsi cara bekerja modern ini adalah AirAsia Indonesia, bagian dari AirAsia, maskapailow cost terbaik di dunia sejak 2009. Dengan semakin populernya AirAsia di kalangan konsumen Indonesia, AirAsia berupaya menekan biaya operasi agar selalu dapat menawarkan penerbangan hemat yang fleksibel dengan layanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan penumpang Indonesia.
Dharmadi – Chief Executive Officer, AirAsia Indonesia, mengatakan, “Untuk tetap menjadi yang terbaik, AirAsia Indonesia terus berinovasi menghadapi persaingan yang kian ketat. Kami memercayakan Microsoft Office 365 menjadi salah satu infrastruktur utama pendukung kegiatan AirAsia Indonesia.”
Di lapangan, para pilot dan cabin crew dapat dengan cepat dan fleksibel mengakses jadwal terbang dari mana saja dan kapan saja. Mereka dapat berbagi informasi, mengakses email, dan berkomunikasi langsung melalui fitur voice maupun video dari Lync melalui perangkat mobile atau tablet, tanpa harus berada di kantor. Para karyawan dapat mengajukan permohonan perjalanan dinas secara mudah, dan supervisor mereka juga bisa dengan cepat menyetujuinya.
“Layanan berbasis cloud Office 365 telah membuat kami menghemat investasi TI seperti server dan storage. Artinya, ruangan yang dihemat dapat digunakan untuk keperluan lain,” jelas Dharmadi.
Implementasi Mudah, Tren Menjanjikan
Solusi New Office dengan Office 365 semakin diminati oleh bisnis dari berbagai skala, terutama untuk mengakomodasi kebutuhan pekerja mobile yang ingin dapat mengakses data mereka dari manapun.
“Banyak pelanggan kami membutuhkan solusi yang mampu menekan biaya namun tetap kompetitif. Dari pengalaman kami melakukan implementasi Office 365, terbukti solusi ini dapat membantu kami menjadi lebih efisien. Selain menghemat pengeluaran transportasi, kami juga memberikan staf kami tool terbaik agar tetap produktif,” kata Sjafril Effendi – Presiden Direktur Mitra Integrasi Informatika (MII).














