Pendapatan Facebook Naik 53 Persen

Kamis ini, Facebook mengumumkan kinerja perusahaan per kuartal dua tahun ini. Jejaring sosial terbesar di dunia tersebut berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 1,813 miliar, naik 53 persen dibanding tahun lalu pada kuartal yang sama sebesar US$ 1,184 miliar.
Ternyata, perolehan ini di atas ekspektaksi analis Wall Street. Mereka memprediksikan, pendapatan Facebook hanya mampu berada di kisaran US$ 1,618 miliar pada kuartal kedua ini. Pasalnya, banyak analis khawatir dengan kondisi Facebook menghadapi persaingan berat dengan layanan chat mobile yang sedang populer belakangan ini. Ditambah lagi, persaingan pengguna jejaring sosial dari kubu Twitter.
Tumbuhnya pendapatan total Facebook kuartal kedua tersebut disokong dari iklan yang berhasil menyumbang sekitar 88 persen. Facebook memperoleh keuntungan pendapatan iklannya sebesar US$ 1,6 miliar atau naik 61 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Dari angka tersebut, 41 persennya berasal dari iklan mobile yang mencapai US$ 656 juta atau naik 30 persen dibanding kuartal pertama tahun ini.

“Perusahaan ini berhasil membuat transisi ke format iklan mobile dan bekerja dengan sangat baik. Transaksi iklan Facebook bekerja dengan sangat baik. Keterlibatan (iklan) masih cukup kuat, sehingga tidak terdengar seperti orang yang benar-benar sedang dimatikan oleh iklan ekstra tersebut.” kata Sterne Agee, analis Arvind Bhatia yang dilansir dari Reuters.
Sementara itu, Facebook juga berhasil mencatatkan laba bersih mereka sebesar US$ 333 juta atau US$ 13 sen per lembar saham. Padahal tahun lalu, tepatnya di periode yang sama, Facebook mengalami kerugian bersih hingga US$ 157 juta atau US$ 8 sen per saham. Begitupun juga dengan perdagangan afterhours hari Rabu, saham Facebook melonjak 20 persen menjadi US$ 31,81 per lembar.
Selain itu pada akhir Juni kemarin, pengguna Facebook telah mencapi 1,15 miliar. Tiap harinya, ada sekitar 700 juta pengguna yang mengakses Facebook. Angka naik lebih dari 30 juta pengguna dari kuartal pertama tahun ini atau sekitar 665 juta pengguna.














