Analis Melihat Apple Dilema Soal Harga iPhone 5C

Beberapa analis berharap, Apple dapat memperkenalkan iPhone 5C yang didesas-desuskan sebagai perangkat smartphone dengan harga lebih murah dari yang biasa mereka tawarkan untuk perangkat barunya. Analis memprediksikan, iPhone 5C akan dibanderol sekitar US$ 450 per unitnya. Kendati demikian, Analis melihat, Apple tengah dilema menyoal harga yang cocok untuk iPhone yang dibalut casing plastik itu.
“Dari segi harga non-subsidi, saya tidak melihat iPhone 5C akan mendapatkan harga di bawah US$ 400. Saya pikir Apple akan condong ke arah US$ 450. Walaupun mereka bisa pasang harga US$ 400, itu jika mendapat kesepakatan kontrak dengan China Mobile,” kata Sameer Singh, analis di Tech-Thoughts.com. China Mobile, operator seluler terbesar di Cina sebenarnya masih belum mencapai kesepakatan dengan Apple untuk mengontrak iPhone.
Ben Thompson yang biasa menganalisis berbagai topik teknologi termasuk smartphone, melalui blognya Stratechberry menafsirkan, iPhone 5C juga akan condong ke harga US$ 450. Prediksi itu lebih tinggi dari yang sebelumnya sempat Ia katakan, seperti halnya Singh, yakni di angka US$ 399.
Menurut Singh, Apple tengah dilema dalam menentukan harga cocok untuk iPhone 5C. Perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs ini tidak bisa bersaing dengan smartphone bersubsisi operator lainnya yang berada di bawah harga US$ 200 untuk pasar negara berkembang. Sebab, itu akan mengurangi margin keuntungan dari biaya produksi perangkat tersebut bila Apple terpaksa menjatuhkan harga di bawah US$ 200.
Baginya, memproduksi sebuah smartphone murah, hanya akan merusak citra merek Apple dan bertentangan dengan kemauan eksekutif lainnya, termasuk Tim Cook dan mendiang Steve Jobs. Bahkan, mantan CEO Apple tahun 90-an, John Sculley beberapa waktu lalu mengungkapkan rasa kecewanya dengan sikap Apple yang mulai condong menelurkan perangkat murah.
Bila perusahaan yang berbasis di Cupertino itu tidak dapat secara efektif bersaing di tingkat harga terendah, maka Apple bakal beresiko kehilangan pendapatannya di perangkat iPhone 5C. Menurutnya, Apple mesti bersaing dengan smartphone lainnya, terutama dari kubu Android dan Windows Phone yang menawarkan fitur high-end di kisaran harga US$ 400-an. Analis juga skeptis, harga US$ 450 tersebut akan membantu Apple bersaing lebih efektif di pasar smartphone non-subsidi maupun kontrak.
Saat ini, Apple menjual tiga model iPhone di tiga titik harga berbeda. iPhone 5 dibanderol dengan harga US$ 650 sementara dengan kontrak operator menjadi US$ 199. Lalu iPhone 4S harga awalnya US$ 550 dan versi kontrak US$ 99, serta iPhone 4 seharga US$ 450 dan kontraknya US$ 0 alias gratis. Harga tersebut, menurut Computer World untuk pasar Amerika Serikat saja.
Singh mengatakan, dilema Apple menaruh harga US$ 450 untuk iPhone 5C, dikhawatirkan akan merusak penjualan iPhone 4 yang juga sama-sama berada di harga tersebut. Otomatis, Apple mesti mengorbankan iPhone 4, bila memang iPhone 5C dapat mendongkrak penjualan perangkat smartphone-nya. Padahal, senjata penjualan Apple hingga saat ini bukanlah iPhone 5 melainkan iPhone 4, smartphone lawas yang hadir sejak 2010 silam.
Rencananya, Apple akan mengungkapkan iPhone 5C pada 25 Oktober mendatang. Tanggal tersebut bersamaan dengan perilisan iPhone 5S yang merupakan generasi terbaru versi sebelumnya.
Sumber: ComputerWorld















