Merek Dagang “SkyDrive” Microsoft Bakal Lenyap

Author
Ozal
Reading time:
August 2, 2013
microsoft_SkyDrive

SkyDrive yang merupakan layanan cloud storage milik Microsoft, sebentar lagi bakal terbang jauh ke awan alias hilang. Pasalnya, pengadilan Inggris memutuskan, nama SkyDrive telah melanggar hak merek dagang yang dimiliki perusahaan penyiaran, British Sky Broadcasting Group (BSkyB). Microsoft diminta pengadilan untuk menyingkirkan nama SkyDrive dan memilih nama baru dalam waktu cepat.

Pihak BSkyB pun memberikan “jangka waktu yang wajar” kepada Mirosoft untuk melakukan transisi merek ke nama lain yang tidak ada kata “Sky”. “Menurut kesepakatan, Microsoft tidak akan melakukan banding dan Sky akan mengijinkan Microsoft untuk terus menggunakan nama SkyDrive untuk jangka waktu yang wajar dalam masa transisi ke merek baru. Perjanjian tersebut juga mengandung keuangan dan istilah lain yang bersifat rahasia” tulis siaran bersama oleh Microsoft dan BSkyB, dilansir ZDnet.

Bagi Microsoft ini bisa dibilang sebagai masalah kecil tapi fatal, setelah Pihaknya menambahkan berbagai fitur baru dalam layanan Cloud mereka untuk sistem operasi Windows. Bentuk layanan SkyDrive memang tidak berubah, namun dikhawatirkan, branding baru layanan cloud Microsoft bakal sulit dikenal oleh masyarakat umum.

SkyDrive sendiri mesti bersaing dengan Dropbox, Google Drive, SugarSync, penyedia layanan awan lainnya. Layanan tersebut menawarkan penyimpanan file gratis sebesar 7GB dan bisa diakses di iOS, Android, Windows Phone, Windows 8, dan Windows 7.

Sementara BSkyB merupakan salah satu penyedia TV berlangganan terbesar di Inggris dan Eropa. Sky mulai menyediakan aplikasi mobile dan layanan streaming online dalam rangka memperluas pelanggannya. Pihaknya juga mempunyai layanan cloud storage, bernama Sky Store & Share yang diluncurkan pada akhir 2011 silam.

Bagi Microsoft, ini bukan kali pertama mereka tersandung masalah merek dagang. Pada 2012 silam, nama “Metro” yang merujuk pada user interface baru di Windows dan Windows Phone juga mesti dilenyapkan. Pasalnya merek “Metro” telah dimiliki duluan oleh perusahaan retail, Metro AG.

Sumber: ZDNet

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…
February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Ini adalah Laptop High Performance terbaru dari Acer, yang tak…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…

Gaming

March 14, 2026 - 0

CD Projekt Red Pastikan Tidak Ada DLC Baru untuk Cyberpunk 2077

CD Projekt Red berikan konfirmasi pasti bahwa mereka tidak memiliki…
March 14, 2026 - 0

Turnamen League of Legends Game Changers Rising & Nova Series Dipastikan Lanjut di 2026

Kompetisi esports wanita di League of Legends mendapat dorongan besar…
March 14, 2026 - 0

Kreator ARC Raiders Ungkapkan Penggunaan AI Dalam Fase Development

Pimpinan Embark Studio mengungkap penggunaan AI dalam fase pembuatan ARC…
March 14, 2026 - 0

Call of Duty Warzone Akan Tambahkan Solo Mode di Black Ops Royale

Kreator Call of Duty Warzone mengumumkan akan adanya tambahan mode…