Review Prosesor Intel Core i5 4670: Haswell Non-K Dengan Performa Ekstra
Platform Pengujian
- Prosesor: Core i7 4770K “Haswell”, Core i5 4670K “Haswell”, Core i5 4670 “Haswell”, Core i7 3770K & 3570K ” Ivy Bridge”, Core i5 4430 “Haswell”, AMD FX-8350 “Vishera”
- Motherboard: Intel DZ77BH-55K, Intel DZ87KLT75K, ASUS Crosshair V Formula-Z
- Graphic Card: NVIDIA GTX 680

- Memory: 2 keping KHX1600C9D3K4/16GX (8GB)

- Hard Drive: Kingston HyperX SSD 120 GB

- Power Supply: Corsair Professional Series™ Gold AX850 — 80 PLUS® Gold Certified Fully-Modular Power Supply

- Cooling : Corsair Watercooling H80

- Monitor: LCD Monitor 21.5″ dengan resolusi 1920×1080
- Input: Genius (keyboard dan mouse)
- OS: Windows 7 Ultimate 64-bit SP1
Hasil Pengujian
Blender 2.49b

Blender merupakan aplikasi “open source” untuk 3D-modelling. Kami menguji kinerja prosesor dalam merender objek 3D di aplikasi ini. Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

Performa prosesor ini mampu bersaing dengan saudara seri K nya. Pada benchmark aplikasi 3D diatas, Core i5 4670 hanya tertinggal satu detik atau kurang lebih 3% dari Core i54670K. Dibelakang Haswell non K ini mengekor kedua prosesor Ivy Bridge yang kami jadikan pembanding.
Cinebench R11.5

Cinebench merupakan aplikasi pengujian untuk mengukur kinerja hardware dalam merender sebuah scene 3D. Hasil pengujian disajikan dalam bentuk skor. Semakin tinggi skor yang dihasilkan, semakin baik.

Performa single thread dari Core i5 4670K menempel tipis dengan saudara tuanya. Dengan tertinggal kurang dari 1%, bisa dikatakan bahwa performa antara kedua prosesor hampir tak terasa.

Jarak antara Core i5 4670 dan 4670k sedikit melebar pada pengujian multi thread. Walau dengan perbedaan 0.04 point pada aplikasi Cinebench ini, tetapi jika dipersentase jarak tersebut masih dibawah 1%. Sebuah jarak yang insignifigan jika kita bicar performa.
Excel 2010 – Montecarlo

Anda tentu tidak asing dengan aplikasi spreadsheet buatan Microsoft ini. Kami menguji kinerja prosesor dalam menjalankan “Monte Carlo Simulation Table” di aplikasi ini. Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

Sekali lagi kedua prosesor ini dibedakan dengan jarak yang cukup tipis. Perbedaan yang kurang dari 1% ini seakan menyatakan bahwa kedua prosesor ini identikal dalam performa. Perbedaan keduanya hanyalah dalam fitur overclockingnya.
7-Zip 9.20

7Zip merupakan aplikasi kompresi file ke format 7z. Aplikasi ini mampu menggunakan multiple core sehingga menjadi aplikasi yang cocok untuk mengukur kinerja dari core per core dari prosesor. Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

Performa single threaded pada aplikasi ini senada dengan pengujian menggunakan Cinebench. Kami kembali menemukan perbedaan performa yang cukup tipis diantara keduanya.

Pada pengujian menggunakan dua thread kami mendapatkan tiga buah prosesor dengan hasil yang sama persis. Prosesor tersebut adalah kedua Core i5 4670, baik seri K atau pun non K dan Core i5 3570K. Terlihat bahwa dengan jumlah core dan clock yang identik, pada aplikasi yang hanya memanfaatkan dua thread performa yang didapatkan akan sama. Perbedaan arsitektur tidak terlalu berarti, untuk mendapatkan performa yang lebih dibutuhkan clock yang jauh lebih tinggi.

Hasil pengujian pada empat thread seakan membenarkan hasil yang kami dapatkan pada pengujian sebelumnya. Pada aplikasi multi threading terlihat prosesor ini memiliki kinerja yang berbeda tipis dengan seri K nya.














