Seriusi Hollywood, Twitter Kontrak Mantan Petinggi Google
Hollywood menjadi lahan menjanjikan bagi banyak jejaring sosial. Daya tarik dan pengaruh yang bisa dibawa para pesohor di sana nampaknya menjadi senjata ampuh untuk mendongkrang popularitas jejaring-jejaring sosial yang ada saat ini. Demikian juga dengan Twitter yang termasuk jejaring sosial paling populer di kalangan selebriti pun masih melirik kiblat ranah hiburan dunia tersebut. Dan untuk memudahkan misi tersebut, Twitter pun mengontrak seorang yang sangat berpengalaman di bidangnya, yakni Jennifer Prince yang sebelumnya bekerja di Google sebagai kepala media dan hiburan.
Dalam berita yang dirilis Variety, di jejaring sosial tersebut Prince yang sebelumnya telah bekerja di Google selama dua tahun itu akan membantu Twitter melakukan terobosan yang lebih jauh dalam dunia penerbit musik dan film dalam menggunakan jejaring sosial tersebut. Prince akan menjadi orang pertama di raksasa micro-blogging tersebut yang ditugaskan untuk mencapai target penjualan iklan ke industri tertentu.
Misi yang diembannya sendiri tak hanya fokus pada strategi saja, tetapi juga pada penjualan yang juga konsisten dengan latar belakangnya dalam bidang penjualan di Google. Selain memiliki pengalaman bekerja di raksasa mesin pencari online tersebut, wanita cantik tersebut juga pernah bekerja dalam bidang penjualan di beberapa perusahaan terkemuka seperti Demand Media, YouTube, Red Herring, WSJ hingga Ziff Davis. Prince akan dikontrak bersama tim penjualan yang akan bekerja sama dengannya di Los Angeles.
Twitter sendiri telah memfokuskan perhatian untuk memenangkan perhatian para selebriti yang menyadari kekuatan yang dimiliki pratform ini untuk berinteraksi dengan penggemar mereka. Dan dengan langkah baru ini, nampaknya Twitter ingin memperdalam pengaruhnya langsung ke studio yang mempekerjakan para selebriti tersebut untuk menggunakan Twitter sebagai media kampanye marketing mereka. Prince akan mempromosikan Twitter sebagai merek ‘ soundtrack sosial’ yang bisa digunakan untuk meningkatkan kampanye marketing mereka.
Mempekerjakan Prince sendiri merupakan langkah terbaru dari serangkaian keputusan yang diambil Twitter dengan harapan bisa memanfaatkan penggemar televisi yang secara massal akan mendiskusikan apa yang sedang mereka tonton di Twitter. Prince menjelaskan bahwa semua merek hiburan telah bekerja sama dengan Twitter, tetapi mereka hanya ‘menggores’ permukaannya saja. Twitter sendiri menegaskan bahwa ini bukanlah langkah untuk membangun Twitter ke dalam bisnis media.















