24 Jam Pasca Rilis, iOS 7 Sudah Diadopsi 18% Pengguna

Beberapa waktu yang lalu Apple sesumbar bahwa sistem operasi terbarunya iOS 7 yang segera diluncurkan akan menjadi sistem operasi mobile paling populer di dunia. Dan nampaknya apa yang disampaikan perusahaan tersebut akan menjadi kenyataan. Dengan memberi kemudahan para pengguna iPhone untuk mengupdate OS-nya dengan iOS 7, baru diluncurkan 24 jam saja, sistem operasi terbaru tersebut sudah didownload oleh sekitar 18% pengguna iPhone secara global.
Sesumbar itu sendiri disampaikan oleh VP engineering Apple Craig Federighi pada acara peluncuran iPhone 5S dan 5C, dimana dia menyatakan bahwa bulan depan, Apple akan mengapalkan 700 juta unit piranti iOS. Federighi menambahkan bahwa semenjak Apple membuat update menjadi mudah, maka iOS 7 secara cepat akan menjadi sistem oeprasi paling populer di dunia. Adopsi yang pesat itu sendiri selain disebabkan karena kemudahan update yang diberikan Apple, juga karena pengguna iPhone dikenal sebagai pengguna yang paling suka dan paling cepat melakukan update saat ada versi baru dari sebuah aplikasi atau sistem operasi baru yang dirilis, bahkan lebih cepat dibanding pengguna Android.
Menurut jaringan iklan Chatika, kira-kira dalam waktu 24 jam sejak diluncurkan ke publik, adopsi iOS 7 mencapai level di atas 18%. Tingkat adopsi ini sangat mengesankan dibandingkan dengan adopsi iOS 6 pada periode yang sama tahun lalu. Sebagai contoh perbandingan kompetitif, Google melaporkan bahwa pada 4 September adopsi Jelly Bean yang dirilis bulan Juli 2012 telah diadopsi oleh sekitar 45% pengguna Android. Dan melihat tren tersebut, bisa dipastikan bahwa iOS 7 akan segera melampaui hasil tersebut.

Tentu saja klaim Apple bahwa iOS 7 akan menjadi sistem operasi paling populer di dunia tersebut ,meskipun untuk sementara ini benar adanya, namun sedikit menyesatkan. Android selama ini adalah sistem operasi nomor satu di dunia di mana baru-baru ini telah mencapai level pengaktifan piranti hingga 1 milyar unit. Namun dengan adanya larangan dari operator, piranti yang dikunci serta hardware lama, banyak piranti Android yang tidak mendapatkan update sistem operasi terbaru yang dirilis Google. Hal ini menyebabkan adanya fragmentasi di pasar Android yang membuat pihak Apple senang mengeksploitasinya.
Sebagai jaringan iklan, Chitika sendiri mengukur penggunaan melalui kesan iklan individu, dan bukan melalui user unik sehingga hal ini bukan merupakan riset dengan standar emas yang sebenarnya. Namun begitu masing-masing studi biasanya didasarkan pada sekitar 300 juta kesan di lebih dari 300 ribu website yang mengacak pendapat pengguna secara signifikan dan membuat hasil gambaran realitas umum yang baik.















