Ada Beberapa Calon, BlackBerry Siap Dilelang November?

Penjualan perusahaan BlackBerry tampaknya sudah semakin mendakati kenyataan. Ini artinya, perusahaan asal Kanada tersebut sudah menentukan pilihan strategis dari beberapa pilihan sebelumnya, apakah dijual, joint venture, atau melakukan kemitraan. Mereka pun telah menemukan beberapa calon pembeli, termasuk Lenovo dan siap dilelang pada November tahun ini.
Demikian menurut sumber Wall Street Journal yang mengetahui masalah tersebut. Sumber itu mengatakan, BlackBerry telah berdiskusi dengan beberapa pihak yang tertarik membeli sebagian maupun seluruh unit bisnis perusahaan. Diskusi tersebut terjadi setelah perusahaan mengumumkan pilihan strategis yang cukup krusial itu bagi masa depannya. BlackBerry juga telah memilih beberapa calon pembeli yang nantinya akan diikutsertakan dalam proses penjualan dan diharapkan akan selesai pada November mendatang.
Kendati demikian, proses pelelangan itu tidak menjamin pemenang lelang nantinya akan segera membeli ataupun memiliki perusahaan dalam waktu cepat. Sumber itu mengatakan, pilihan ini merupakan keinginan direksi BlackBerry yang terus mendesak agar perusahaan segera dijual. Terlebih, perusahaan yang sempat memiliki nilai pasar pada 2008 silam US$ 83 miliar dan hari ini hanya sekitar US$ 5,4 miliar itu, kian terdesak setelah pesaingnya yang sama-sama “menikmati” kehilangan pangsa pasar besar-besaran, Nokia diambil alih Microsoft.
Sumber itu menjelaskan, kemungkinan akan ada lebih dari satu pembeli yang masing-masing mengambil alih beberapa unit bisnis BlackBerry. Ada beberapa perusahaan investasi di kawasan Amerika Utara yang tertarik. Perusahaan industri keuangan di Amerika Serikat, Plan Investment Board dan Bain Capital di Canada dilaporkan tertarik mengikuti proses lelang ini.
Bahkan menurut sumber, rumor yang sempat hangat beberapa waktu lalu, Lenovo turut ambil bagian dalam mengakuisisi bisnis smartphone BlackBerry. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, CEO Lenovo Yang Yuanqin sempat mengisyaratkan, “Kami yakin industri PC dan ponsel akan terus berkonsolidasi. Jika sebuah target atau transaksi konsisten dengan strategi Lenovo, kami akan mengambil kesempatan tersebut,”
Prem Watsa, CEO Fairfax Financial sekaligus pemegang saham terbesar BlackBerry juga telah mengundurkan diri dari direksi perusahaan, setelah pihaknya mengumumkan pilihan strategis itu. Ia beralasan, “Menghindari konflik yang mungkin timbul saat proses penjualan,”. Namun beberapa pihak menganggap, hal itu merupakan sinyal bahwa Watsa berminat mengikuti proses lelang BlackBerry.
Pekan lalu juga, salah satu anggota komite direksi khusus BlackBerry, Bert Nordberg menyatakan, perusahaan sebaiknya menjual salah satu bagian fiturnya agar dapat bertahan hidup sebagai “perusahaan yang unik”. Sayangnya, Ia tidak mengungkapkan, fitur apa yang dimaksud.











