CEO Facebook: Citra Internet Runtuh Karena Ulah NSA

Author
Ozal
Reading time:
September 29, 2013
facebook (2)

Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg mengaku kecewa dengan program mata-mata PRISM yang dilakukan Badan Keamanan nasional (NSA) pemerintah Amerika Serikat. Menurutnya, pengintaian yang dilakukan NSA ini dapat merusak kepercayaan pengguna terhadap internet.

CEO Facebook yang disapa akrab sebagai Zuck ini mendesak pemerintah AS agar mempublikasikan ke hadapan publik, data apa saja yang telah mereka minta atau mata-matai di sejumlah perusahaan internet. Baginya, program PRISM itu telah memberi dampak besar terhadap kepercayaan pengguna internet. “Tingkat kepercayaan turun ketika program PRISM bocor. Sehingga jelas, hal ini merupakan masalah besar,” katanya.

Ia mengatakan, awal September ini Facebook bersama perusahaan teknologi lainnya seperti Yahoo, Google, dan Microsoft telah bergabung untuk mengajukan petisi pengadilan. Mereka meminta pengadilan AS agar membuka data yang telah NSA minta.

Zuck mengakui, semenjak program PRISM mencuat ke publik karena dibocorkan oleh mantan anggota NSA Edward Snowden, banyak pengguna Facebook untuk sementara waktu berhenti mengakses jejaring sosial ciptaannya itu. “Terus terang saja, saya pikir pemerintah (AS) gagal,” ungkapnya.

Baru-baru ini, tim peneliti dari Universitas Vienna, Austria menemukan, hampir setengah pengguna facebook yang mereka survei telah menghapus akun mereka karena masalah privasi. Sementara alasan lainnya ialah ketidakpuasan umum sebesar 13,5 persen, tekanan sosial 12,6 persen, dan rasa takut akan kecanduan internet sebesar 6 persen.

Zuck menambahkan, pihaknya juga telah merilis laporan transparansi terbaru mengenai permintaan data yang dilakukan pemerintah di berbagai belahan dunia. Dalam hal ini, pemrintah yang dipimpin Barrack Obama ini sebagai yang terbesar meminta data ke Facebook, yakni sebanyak 9.000 permintan.

“Ini adalah tugas pemerintah kita untuk melindungi kita semua dan juga melindungi kebebasan kita dan melindungi ekonomi dan perusahaan,” imbuh Zuck, dalam sebuah acara di San Francisco,dilansir Dailly Mail.

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Ini adalah Laptop High Performance terbaru dari Acer, yang tak…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…

Gaming

February 13, 2026 - 0

God of War Trilogy Remake Sedang Dalam Pengembangan

State of Play February 2026 umumkan God of War Trilogy…
February 13, 2026 - 0

Konami Reveal Castlevania: Belmont’s Curse, Kembali ke 2.5D Side Scrolling

Setelah sekian lamanya franchise ini tidak rilis game baru, akhirnya…
February 13, 2026 - 0

God of War Sons of Sparta Rilis Mendadak Setelah State of Play February 2026

God of War Sons of Sparta yang selama ini hanya…
February 13, 2026 - 0

Gameplay Silent Hill: Townfall Diperlihatkan Untuk Pertama Kalinya

Setelah bungkam semenjak diumumkan pada 2022, Konami akhirnya perlihatkan gameplay…