Diterpa Isu Keamanan, ZTE Tetap Perluas Bisnis Cloud Global

Author
Ozal
Reading time:
September 21, 2013
zte

Raksasa teknologi asal Cina, ZTE berencana untuk memperluas bisnis layanan cloud computing di luar negeri. Meskipun terdapat sejumlah masalah seperti isu keamanan yang mengaitkan ZTE dan pesaingnya, Huawei punya hubungan dekat dengan pemerintah komunis Cina, pihaknya akan tetap berekspansi.

“Saat ini, data pribadi telah menjadi topik panas. Tetapi kami memahami bahwa setiap pelanggan punya kebutuhan dan karakteristik sendiri dan kami selalu memantau perkembangan di industri ini,” kata Zhu Jinyun, general manajer di unit cloud computing dan operasi produk TI di ZTE, dilansir Reuters.

Guna meredakan kekhawatiran pelanggan mengenai masalah keamanan, ZTE mengatakan telah memiliki sertifikasi yang relevan dari pihak setiga. Sampai sejauh ini, Zhu mengklaim, belum menemukan adanya pelanggaran keamanan. Bahkan, pihaknya berani menyediakan suatu kode sumber jika diperlukan. “Kami telah berada di pasar luar negeri selama 20 tahun dan jika ada masalah, kami akan menemukannya,” ujar Zhu.

Zhu menargetkan, bisnis cloud akan memberikan kontribusi sebesar 10 persen bagi pendapatan ZTE secara keseluruhan pada akhir tahun nanti atau naik 7 hingga 8 persen dari tahun lalu. Sayangnya, Ia enggan membeberkan nilai pendapatan dari bisnis tersebut. Di pasar cloud computing Cina sendiri, ZTE pun bersaing dengan China Telecom.

Kendati demikian analis mngatakan, beberapa negara barat tetap menaruh kecurigaan terhadap perusahaan Cina. Sebagai contoh, ZTE dan Huawei sudah tidak diperbolehkan lagi untuk menyediakan peralatan telekomunikasi ke operator seluler di Amerika Serikat karena kekhawatiran keamanan.

“Untuk menawarkan layanan internasional, saya pikir, secara alami akan menjadi tingkat kekhawatiran mengenai isu keamanan data. Perusahaan Cina mungkin tidak dapat memenuhi beberapa legislatif persyaratan di beberapa pasar utama,” kata Chris Morris, analis industri cloud computing di IDC.

Pada 2020 nanti, menurut periset Forester, pasar cloud computing global diprediksi akan mencapai lebih dari US$ 241 miliar atau meningkat dari 2011 silam yang hanya sebesar US$ 30,3 miliar. Pada masa itu, Jepang akan menjadi pasar terbesar, lalu diikuti oleh Cina. Sementara pemain besarnya didominasi oleh Amazon, Google, dan Salesforce.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Ini adalah Laptop High Performance terbaru dari Acer, yang tak…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…

Gaming

February 19, 2026 - 0

God of War: Sons of Sparta Dapatkan Skor Metacritics Terendah di Franchise Itu

God of War: Sons of Sparta ternyata menemui nasib yang…
February 19, 2026 - 0

Replaced Kembali Ditunda Tanggal Rilisnya

Game indie metroidvania 2.5D Replaced kembali umumkan penundaan rilis, kali…
February 19, 2026 - 0

Pemain Rainbow Six Siege Diteror Exploit Yang Tutup Layar Dengan Gambar

Pemain Rainbow Six Siege kembali menjadi korban dari exploit, yang…
February 19, 2026 - 0

Website Resmi Highguard Down Pasca Restrukturisasi Wildlight Entertainment

Setelah restrukturisasi yang terjadi di badan studio Wildlight Entertainment, website…