Intel Diam-Diam Pekerjakan Desainer Nike

CEO Bryan Krzanich dan Presiden Intel Ranee James, baru-baru ini sempat menyatakan minatnya pada perangkat komputasi wearable. Guna merealisasikan minatnya itu, Intel diam-diam dikabarkan telah mempekerjakan desainaer kawakan yang pernah bekerja di Nike. Ia direkrut Intel untuk mengembangkan “perangkat baru” yang masih dirahasiakan hingga saat ini. Rumor yang beredar, Ia tengah menggarap desan perangkat wearable Intel.
Adalah Steve Holmes yang direkrut Intel sekitar setahun lalu dari Nike FuelBand. Holmes saat ini menjabat sebagai wakil presiden di unit New Device Group Intel. Holmes bisa dikatakan memiliki pengalaman mendesain berbagai produk besutan perusahaan teknologi. Sebelum bergabung di Intel, ia pernah menjabat sebagai salah satu desainer produk utama di Apple, Trio Pre, dan Palm.
Intel memang didesas-desuskan tengah mengembangkan perangkat wearable. Belum lama ini, pihaknya juga telah merekrut insinyur senior yang pernah bekerja di Apple dan Palm, Mike Bell. Ia diberi taggung jawab oleh Intel untuk mengembangkan produk dan teknologi yang dapat memperluas portofolio bisnis Intel. Begitu pun dengan Han Moritz yang merupakan kepala pengembangan Oakley Airwave dan biasa menciptakan produk kaca mata. Holmes nantinya akan bekerja sama dengan Bell dan Moritz untuk mengembangkan perangkat baru yang masih dirahasiakan itu. Ia menolak untuk membahas rencana produk tersebut.
Dalam sebuah wawancara dilansir Cellular-News, Holmes mendefinisikan, bagaimana gadget wearable seperti Google Glass, Samsung Gears, Fitbit Flex, dan Qualcomm Toq sebagai perangkat keras komputer yang bergantung dengan perangkat lunak.
Holmes menyiratkan, produk seperti jam tangan konvesional atau gelang yang tidak mendukung perangkat lunak, tidak akan bertahan lama di tangan pengguna ketimbang perangkat pintar wearable. “Saya datang dari sisi perangkat keras, tetapi skenario terbaik dari objek yang ada mungkin akan berakhir dan terkubur di laci meja dalam lima tahun. Ini peranngkat lunak dan data dapat hidup selamanya jika Anda membuatnya jadi berharga,” kata Holmes.

Raksasa teknologi seperti Google, Samsung, Intel, Apple, Qualcomm, dan perusahaan lainnya mulai fokus ke perangkat wearable. Mereka melihat, perangkat itu bisa mengekor kesuksesan perangkat mobile lainnya seperti tablet dan smartphone. Menurut laporan BI Intelegent, pada 2014 nanti diperkirakan akan ada 1 juta unit perangkat wearable yang terjual dan bahkan 2018-nya penjualannya bisa meningkat hingga 300 juta unit per tahun. Google sendiri diprediksikan akan meraup lebih dari US$ 3 miliar dolar dari penjualan Google Glass pada 2017 mendatang.
Meski ada peluang sukses di bisnis ini, namun Holmes memperingatkan, kesuksesan itu butuh waktu lama dan fokus pengembangan yang luar biasa pada pengintegrasian antara hardware dan software. “Perubahan besar sekarang ialah jumlah teknologi yang dapat anda masukan ke beberapa perangkat kecil ini menjadi cukup yang siginifikan,” ungkapnya.














